Apakah Masturbasi Saat Hamil Boleh Dilakukan?


Masturbasi saat hamil dapat menjadi alternatif lain saat tidak dapat bercinta bersama pasangan. Masturbasi bahkan disinyalir dapat mengurangi stres saat hamil.

0,0
28 Oct 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Masturbasi saat hamil dapat meningkatkan kualitas tidurMasturbasi saat hamil sebenarnya aman-aman saja dilakukan
Melakukan hubungan seksual saat hamil memang boleh dilakukan selama ibu hamil tidak memiliki risiko tertentu yang dapat membahayakan janin. Sebab, aktivitas seks seperti masturbasi saat hamil, terutama di trimester awal, mungkin saja dapat menyebabkan gangguan kehamilan.Aktivitas seks yang tidak dilakukan dengan hati-hati bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, pendarahan vagina, dan semacamnya. Lantas apakah ibu hamil masturbasi diperbolehkan?

Masturbasi saat hamil apakah bahaya?

Pada umumnya, melakukan masturbasi saat hamil boleh-boleh saja, kecuali jika kehamilan Anda berisiko tinggi.Jika kehamilan Anda berisiko, sebaiknya aktivitas seksual yang satu ini dihindari. Ini karena sebagian wanita bisa merasakan sensasi kram ringan setelah mencapai orgasme saat berhubungan seks ataupun masturbasi.Sensasi yang dirasakan ini berkaitan dengan kontraksi rahim dan bisa memicu kontraksi Braxton-Hicks (kontraksi palsu).Selain itu, jika Anda berisiko melahirkan prematur, maka orgasme dapat meningkatkan risiko untuk melahirkan lebih awal. Air mani yang masuk ke dalam vagina juga dapat menyebabkan leher rahim melunak dan memicu terjadinya persalinan.Namun, selama kehamilan Anda sehat atau berisiko rendah, melakukan hubungan seks atau masturbasi tidak akan menjadi masalah, dan tidak akan membahayakan janin.Sebelum melakukan masturbasi ketika hamil, pastikan bahwa kondisi kehamilan Anda baik-baik saja dan telah berkonsultasi pada dokter. Dokter tentu akan memberitahu Anda jika penetrasi vagina dan orgasme akan mendatangkan masalah pada kehamilan.Baca juga: Masturbasi untuk Wanita: Jenis, Teknik, Hingga Manfaatnya

Apa saja manfaat ibu hamil masturbasi?

Dikutip dari Planned Parenthood, banyak wanita hamil yang masturbasi dapat meredakan ketegangan hebat yang terjadi selama kehamilan.Ini juga bisa menjadi alternatif dalam memuaskan keinginan berhubungan seks, ketika perut semakin membesar sehingga sulit melakukan hubungan intim dengan pasangan.Saat kehamilan semakin berkembang, mungkin akan sulit bagi Anda dan pasangan untuk menemukan posisi bercinta yang nyaman dan menyenangkan. Sebagian pria juga mungkin khawatir menyakiti Anda atau janin jika berhubungan seks saat hamil.Selain itu, bila Anda dan pasangan berhubungan jarak jauh, maka melakukan masturbasi saat hamil dapat menjadi alternatif untuk dilakukan. Melakukan masturbasi saat hamil juga dapat memberi kenyamanan bagi tubuh Anda.Masturbasi juga mampu meredakan berbagai gejala kehamilan yang tidak menyenangkan, seperti morning sickness, nyeri punggung bawah, linu panggul, dan kaki bengkak.Selain itu, masturbasi selama kehamilan dapat meningkatkan kualitas tidur, menurunkan tingkat stres, dan tidak memiliki risiko infeksi menular seksual.Jika Anda biasa menggunakan mainan atau suatu alat dalam melakukan masturbasi, hentikan penggunaan bila terasa tidak nyaman atau menyebabkan kram. Selain itu, sebelum menggunakannya pastikan juga bahwa alat-alat tersebut bersih.Cucilah menggunakan sabun lembut untuk mencegah bakteri masuk ke vagina. Jaga pula kebersihan tangan dan kuku. Pastikan kuku tangan Anda tetap pendek agar tidak membuat vagina tergores.Jika vagina tergores, maka dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam tubuh karena adanya robekan di area genital yang bisa memicu terjadinya infeksi.Baca juga: Kontraksi Setelah Berhubungan Intim Saat Hamil, Apakah Aman?

Kondisi kehamilan seperti apa yang tidak boleh melakukan masturbasi?

Jika ibu hamil memiliki komplikasi tertentu, maka dokter akan menyarankan untuk menghindari orgasme dan aktivitas seksual apapun, termasuk masturbasi. Pembatasan ini dapat bersifat sementara maupun berlaku selama kehamilan.Adapun kondisi kehamilan berisiko yang menyebabkan Anda sebaiknya tidak melakukan aktivitas seksual seperti masturbasi, salah satunya seperti:Jika Anda memiliki kondisi tersebut, aktivitas seks dikhawatirkan akan membahayakan kehamilan maupun janin. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, dan konsultasikan pada dokter mengenai berbagai aktivitas seksual yang bisa dilakukan.Ketika masturbasi menyebabkan kram atau kontraksi ringan, beristirahatlah dengan cukup karena biasanya akan segera menghilang. Namun, jika tak kunjung hilang, atau bahkan disertai dengan keluarnya darah ataupun cairan ketuban, segera hubungi dokter.

Pesan dari sehatQ

Ibu hamil juga merupakan wanita yang aktif secara seksual. Bahkan, banyak wanita yang merasa bahwa libidonya meningkat secara signifikan selama kehamilan. Dalang di balik kondisi ini adalah perubahan hormon.Ketika progesteron dan estrogen meningkat, nafsu seksual pun bisa meningkat. Namun, jika Anda termasuk yang tidak minat untuk melakukan aktivitas seks saat hamil, ini juga merupakan hal yang normal.Kondisi ini bisa saja disebabkan karena mual, muntah, kelelahan, ataupun karena perubahan fisik pada tubuh. Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter kandungan seputar hubungan seksual saat hamil, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanmasturbasi
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/masturbation#takeaway
Diakses pada 28 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325218.php
Diakses pada 28 Oktober 2019
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/files/3413/9611/7801/Benefits_Sex_07_07.pdf Diakses pada 9 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait