Masih Terbiasa Tidur Setelah Makan? Pencernaan Bisa Bermasalah

Kebiasaan langsung tidur setelah makan akan membuat Anda mengalami GERD dan menambah berat badan
Langsung tidur setelah makan akan menyebabkan gangguan pada proses pencernaan

Sangat manusiawi ketika Anda merasa ingin tidur setelah makan, terlebih jika porsi yang dikonsumsi cukup besar. Ketika pencernaan mulai bekerja, tubuh akan merasa mengantuk sehingga posisi berbaring atau tidur setelah makan sungguh menggoda. Namun jika dibiarkan, hal ini bisa menimbulkan gangguan pada pencernaan.

Apalagi ada banyak jenis makanan yang mengandung serotonin dan melatonin, hormon yang membuat seseorang mengantuk. Bahkan dalam jangka panjang, kebiasaan tidur setelah makan bisa mengganggu siklus alami tubuh.

Tidur setelah makan mengganggu proses cerna

Memang benar bahwa tidur setelah makan terasa nyaman pada awalnya. Namun ingat, proses pencernaan hanya akan bekerja optimal ketika seseorang duduk tegak sehingga jalannya makanan akan terbantu oleh gravitasi. 

Tidur setelah makan tentunya mengganggu proses cerna dan menyebabkan banyak masalah lain, seperti:

1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penderita GERD pasti tahu betul bagaimana rasanya ketika asam lambung naik ke kerongkongan hingga menimbulkan sensasi terbakar. Tak hanya itu, dada juga bisa terasa sesak dan muncul rasa pahit di mulut. Apabila kebiasaan tidur setelah makan dibiarkan, maka GERD bisa menjadi semakin parah.

2. Insomnia

Jika Anda berharap bisa langsung beristirahat setelah menghabiskan sepiring nasi atau makan camilan tertentu, harapan itu bisa pupus. Contohnya kandungan kafein dalam kopi, teh, minuman bersoda, minuman berenergi, hingga cokelat bisa memicu terjadinya insomnia ketika dikonsumsi berdekatan dengan waktu tidur.

Tak hanya itu, konsumsi jenis makanan dan minuman di atas juga memperbesar keinginan untuk buang air kecil. Dalam jangka panjang, masalah yang bisa terjadi disebut disruptive nocturia yaitu keinginan untuk buang air kecil terus-menerus saat malam hari.

3. Kualitas tidur buruk

Kebiasaan tidur setelah makan juga bisa menyebabkan mimpi buruk dan merusak kualitas tidur seseorang. Makanan berlemak dan minuman seperti kopi dan alkohol dapat membuat Anda terbangun di tengah malam bahkan mengalami mimpi buruk.

Hal ini terjadi karena makan sebelum tidur meningkatkan metabolisme tubuh. Konsekuensinya, otak menjadi lebih aktif dan memicu munculnya mimpi buruk yang terasa begitu nyata.

4. Berat badan naik

Kebiasaan tidur setelah makan yang membuat proses cerna terhambat juga dapat memicu naiknya berat badan. Penelitian dari Nutrition Research tahun 2014 lalu menunjukkan bahwa orang dewasa yang makan larut malam berisiko mengalami kenaikan berat badan karena tingginya asupan kalori.

Masih dari penelitian serupa, di tahun 2019 ini ditemukan bahwa remaja yang kerap makan mendekati waktu tidur memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi. Tak hanya itu, ukuran pinggul mereka pun cenderung lebih besar.

Waktu ideal makan sebelum tidur

Tidak ada yang salah dengan makan atau sekadar mengonsumsi camilan di malam hari. Hanya saja, Anda perlu pintar-pintar mengatur waktunya. 

Idealnya, beri jarak antara 2-3 jam sejak makan hingga waktu tidur. Ini berlaku untuk camilan juga, bukan hanya makan malam berat saja.

Jika benar-benar merasa lapar dan ingin makan saat larut malam, pilih camilan yang mudah dicerna seperti buah-buahan, makanan rendah kalori seperti edamame, dan hindari makanan berlemak. 

Makanan berat seperti burger dan pizza hanya akan menambah beban kerja pencernaan Anda. 

Makanan menentukan kualitas tidur

Bukan hanya perkara kapan waktu yang tepat untuk makan sebelum tidur, namun jenis makanan dan minuman yang masuk ke tubuh saat larut malam juga harus jadi perhatian.

Ada beberapa makanan yang substansinya dapat mengganggu atau justru meningkatkan kualitas tidur. Meminum segelas susu hangat bagi banyak orang justru membuat tubuh rileks dan bisa tidur lebih lelap.

Namun makanan yang terlalu berat dan sulit dicerna membuat pencernaan harus bekerja keras dua kali lipat. Ditambah dengan kebiasaan tidur setelah makan, yang terjadi justru rasa tidak nyaman di perut Anda. Mengonsumsi cokelat, peppermint, dan alkohol bisa memperburuk hal tersebut.

Anda juga bisa mempraktikkan “aturan 15 menit” saat muncul rasa ingin makan sesuatu di malam hari. Kadang, keinginan untuk makan camilan bukan kebutuhan fisik, melainkan hanya emosi dan psikis saja. 

Coba minum air dan alihkan fokus dengan melakukan hal lain seperti membaca buku atau mendengarkan podcast. Bisa saja, rasa ingin makan itu hanya muncul sebagai imbas emosi tertentu seperti rasa bosan, stres, atau bahkan sedih.

Jadi, jika ingin menghindari masalah pencernaan dan menjaga kualitas tidur, ada baiknya makan malam – juga camilan malam – dikonsumsi beberapa jam sebelumnya. Pasti tubuh Anda akan berterima kasih atas kedisiplinan meninggalkan kebiasaan tidur setelah makan.

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/556026-the-disadvantages-of-sleeping-immediately-after-a-meal/
Diakses 8 Oktober 2019

National Sleep Foundation. https://www.sleep.org/articles/causes-nightmares/
Diakses 8 Oktober 2019

The Sleep Judge. https://www.thesleepjudge.com/is-it-bad-to-sleep-after-eating/
Diakses 8 Oktober 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/eating-before-bed-3014981
Diakses 8 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed