Masalah pada Lubang Penis, Apakah Indikasi Fimosis? Ini Penjelasannya!

Masalah pada lubang penis sering kali terjadi karena kerbersihan alat vital dihairaukan
Masalah pada lubang penis terjadi ketika Anda tidak bisa menjaga kebersihan alat vital

Lalai menjaga kebersihan penis bisa menyebabkan beragam masalah pada lubang penis. Akibatnya? Tentu saja rasa tidak nyaman, nyeri, hingga mengganggu aktivitas. Menyebalkan, bukan?

Itu sebabnya, lubang penis adalah salah satu area vital yang harus selalu dijaga kebersihannya. Terlebih, bentuk kulup yang rentan membuat endapan cairan ‘terperangkap’ bisa menyebabkan fimosis.

[[artikel-terkait]]

Biasanya, fimosis banyak terjadi pada bayi dan balita karena kulup yang membungkus kepala penis masih terlalu ketat.

Apa itu fimosis?

Jika belum familiar dengan fimosis, ini adalah salah satu masalah pada lubang penis yang terjadi secara alami pada anak laki-laki. Ketika mereka mengalami fimosis, beberapa gejala yang terjadi adalah:

  • Rasa nyeri dan gatal di lubang penis
  • Radang dan pembengkakan kulup hingga menutupi kepala penis
  • Ada endapan cairan kental
  • Rasa sakit ketika buang air kecil
  • Rasa nyeri ketika berhubungan seks

Bisa terjadi pada siapa?

Seperti yang disebutkan di atas, fimosis rentan terjadi pada bayi dan balita. Saat baru lahir, sebagian besar bayi laki-laki memiliki fimosis fisiologis. Meski demikian, Pada usia 2-6 tahun, kulup penis mereka bisa ditarik dengan lebih mudah.

Itu sebabnya, kemungkinan terjadinya fimosis pada anak laki-laki berusia tiga tahun menurun hingga 10%.

Tidak hanya pada bayi dan balita yang kulupnya masih melekat pada kepala penis saja, fimosis juga bisa terjadi pada laki-laki yang lebih dewasa.

Bagi remaja laki-laki, fimosis bisa terjadi karena infeksi saluran kemih, infeksi kulup, terlalu keras menarik kulup, hingga trauma. Semua pemicu ini terkait dengan masalah pada lubang penis.

Sementara pada orang dewasa laki-laki, fimosis bisa terjadi sebagai dampak penyakit infeksi menular seksual.

Kapan fimosis jadi masalah?

Mengingat fimosis adalah kondisi yang umum dialami anak laki-laki, jika dibiarkan, fimosis bisa berkembang menjadi balanitis. Ciri-cirinya adalah terjadi peradangan di kepala penis.

Lebih jauh lagi, fimosis bisa menjadi masalah ketika ada pemicu lain berupa penyakit kulit, seperti:

  • Eksem

    Bagi orang yang memiliki bawaan eksem, maka kulit mereka mudah terasa gatal, kering, merah, hingga pecah-pecah.
  • Psoriasis

    Ciri-ciri psoriasis adalah ruam merah dan kulit menebal hingga bersisik. Selain itu, kulit penderita psoriasis cenderung mudah terkelupas.
  • Lichen planus

    Ruam dan gatal adalah peradangan yang bisa terjadi pada area manapun pada tubuh. Sifatnya tidak genetik dan bukan infeksi apapun.

  • Lichen sclerosus

    Kondisi kulup yang iritasi akibat proses buang air kecil, rentan terjadi pada remaja dan pria dewasa.

Kapan perlu dilakukan sirkumsisi/sunat?

Ketika terjadi masalah pada lubang penis, penanganan yang bisa diambil akan disesuaikan dengan kondisinya. Apabila masih bisa diatasi dengan krim atau antibiotik, maka dokter akan merekomendasikan pengobatan tersebut.

Meski demikian, apabila kondisinya semakin parah hingga menyebabkan balanitis berulang, maka sirkumsisi atau sunat bisa menjadi langkah berikutnya. Langkah ini sangat efektif untuk jangka panjang.

Tentu saja, sebelum memutuskan untuk melakukan sirkumsisi atau sunat, perlu diketahui apakah ada risiko yang membayangi seperti pendarahan atau infeksi.

Hal yang tak kalah penting adalah memastikan penis bersih agar masalah pada lubang penis bisa dihindari. Selalu cuci bersih bagian kulup dari endapan cairan atau substansi lain seperti keringat, urine, atau lendir lainnya.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319993.php
Diakses pada 22 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/phimosis/
Diakses pada 22 Mei 2019.

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/phimosis
Diakses pada 22 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed