logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Fungsi Kelenjar Pituitari dan Hormon Pertumbuhan Gigantisme

open-summary

Kondisi gigantisme atau manusia raksasa disebabkan oleh fungsi kelenjar pituitari yang bekerja berlebihan. Kenali fungsi lainnya dari kelenjar satu ini.


close-summary

3 Jul 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kelenjar pituitari terkait dengan hormon pertumbuhan

Penderita gigantisme memiliki tinggi badan yang lebih daripada orang-orang seusianya

Table of Content

  • Hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar pituitari
  • Hubungan kelenjar pituitari dengan gigantisme

Kelenjar pituitari disebut sebagai kelenjar induk karena kelenjar ini terlibat dalam banyak proses. Kelenjar pituitari berukuran kecil dan berbentuk oval. Kelenjar ini terletak di belakang hidung, tepatnya di dekat bagian bawah otak. Kelenjar pituitari melekat pada hipotalamus yang merupakan area kecil pada otak.

Advertisement

Kelenjar pituitari berfungsi untuk mengeluarkan hormon ke dalam alirah darah. Hormon-hormon ini kemudian akan memengaruhi organ dan kelenjar lain, seperti kelenjar adrenal, organ reproduksi, dan tiroid.

Hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar pituitari

Kelenjar pituitari mampu memproduksi atau menyimpan banyak hormon. Berikut hormon-hormon yang diproduksi pada bagian depan kelenjar pituitari (anterior):

  • Hormon pertumbuhan: Hormon ini merangsang pertumbuhan pada masa anak-anak. Sedangkan pada orang dewasa, hormon ini akan menjaga massa otot dan masa tulang.
  • Hormon stimulasi tiroid: Hormon ini menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon tiroid berfungsi untuk mengatur keseimbangan energi, pertumbuhan, aktivitas sistem saraf, dan metabolisme tubuh.
  • Prolaktin: Prolaktin berfungsi untuk merangsang produksi ASI setelah melahirkan. Selain itu, prolaktin juga memengaruhi kadar hormon seks dan kesuburan.
  • Adrenokortikotropin: Hormon ini mampu merangsang produksi kortisol oleh kelenjar adrenal. Kortisol dapat menjaga tekanan darah dan kadar glukosa darah.
  • Hormon luteinizing: Hormon ini terlibat dalam produksi testosteron pada pria dan estrogen pada wanita.

Sementara, hormon-hormon yang dihasilkan di bagian belakang kelenjar pituitari (posterior), yaitu:

  • Oksitosin: Hormon ini dapat membantu proses persalinan dan membuat ASI mengalir dari payudara ibu menyusui.
  • Hormon antidiuretik: Hormon ini dapat mengatur keseimbangan air dalam tubuh dan mencegah dehidrasi.

Masalah pada kelenjar pituitari yang paling sering terjadi adalah tumor kelenjar pituitari. Tumor ini merupakan pertumbuhan abnormal yang berkembang di kelenjar pituitari seseorang. Sebagian tumor kelenjar pituitari menghasilkan terlalu banyak hormon, sementara sebagian tumor kelenjar pituitari lainnya hanya memproduksi sedikit hormon.

Baca Juga

  • Mengenal Manusia Terbesar di Dunia yang Ternyata Mengidap Gigantisme
  • Ini yang Terjadi Ketika Hormon Pertumbuhan Manusia Tidak Normal

Hubungan kelenjar pituitari dengan gigantisme

Tumor kelenjar pituitari meningkatkan produksi hormon sehingga menghasilkan hormon pertumbuhan berlebih. Pada anak-anak dan remaja, hal ini bisa menyebabkan mereka tumbuh terlalu cepat atau terlalu tinggi yang disebut sebagai gigantisme.

Gigantisme merupakan kondisi langka yang menyebabkan pertumbuhan abnormal. Biasanya pertumbuhan abnormal tersebut berkaitan dengan tinggi badan. Sebagian kasus gigantisme disebabkan oleh tumor kelenjar pituitari yang terlalu banyak memproduksi hormon.

Sekitar 1 dari 1.000 orang dikatakan memiliki tumor pituitari. Kebanyakan orang dengan tumor pituitari secara spontan akan mengalami mutasi genetik. Adapun gejala yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Tangan dan kaki membesar
  • Jari-jari tebal
  • Rahang dan dahi menonjol
  • Keringat berlebih
  • Gula darah tinggi
  • Nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Penglihatan bermasalah
  • Kelelahan
  • Tumbuhnya rambut tubuh
  • Bentuk wajah menjadi kasar

Kondisi ini tergolong langka sehingga kasus gigantisme hanya ditemukan pada segelintir orang di seluruh dunia. Jika tidak diobati, selain mengalami masalah pertumbuhan, orang yang mengalami gigantisme juga dapat mengalami berbagai masalah lain.

Gigantisme mampu memengaruhi organ tubuh menjadi besar sehingga bisa membuat penderitanya semakin rentan terhadap penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes. Orang yang mengalami gigantisme bahkan dapat mengalami kematian dini.

Gigantisme harus didiagnosis dan ditangani sesegera mungkin. Penanganan dilakukan untuk mencegah tumbuhnya tinggi badan yang berlebih dan meningkatkan harapan hidup penderitanya. Operasi tumor kelenjar pituitari biasanya menjadi pilihan pertama dalam mengobati kondisi ini. Tumor akan diangkat atau dikurangi ukurannya agar kadar hormon pertumbuhan menjadi turun dan tekanan pada saraf optik menjadi berkurang.

Selain itu, terapi radiasi bisa dilakukan untuk menekan pertumbuhan tumor kelenjar pituitari dan mengurangi hormon pertumbuhan. Terapi obat juga dapat dijalani untuk membuat tumor menyusut dan mengontrol kadar hormon pertumbuhan.

Advertisement

gigantisme

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved