Masalah kesehatan pria yang berbahaya dapat berupa kanker prostat dan penyakit jantung
Pria berisiko terkena berbagai masalah kesehatan yang berbahaya

Masalah kesehatan pria dapat berbeda dengan wanita. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa penyakit yang lebih banyak terjadi pada pria seperti penyakit jantung, diabetes, maupun kanker prostat. Oleh karena itu, untuk melakukan pencegahan sejak dini, simak ulasan mengenai enam risiko masalah kesehatan dan penyakit yang rentan menyerang pria berikut ini.

1. Penyakit Jantung

Salah satu jenis penyakit jantung yang kerap menyerang pria adalah aterosklerosis yang bisa juga disebut dengan pengerasan pada pembuluh darah. Pada pria yang mengalami penyakit jantung, plak kolesterol secara perlahan akan menyumbat pembuluh darah di jantung dan otak.

Saat plak tersebut menjadi tidak stabil, maka gumpalan darah akan terbentuk sehingga menyebabkan penyumbatan pembuluh darah arteri. Kondisi inilah yang kemudian dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

2. Kanker Prostat

Memiliki predikat sebagai salah satu kanker paling mematikan di dunia, jumlah pria yang menderita kanker prostat di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Kanker prostat menempati peringkat ketiga jenis kanker yang paling sering diderita oleh pria di Indonesia. Menurut data, dipercaya 1 dari 10 orang pria di Indonesia, terutama yang berusia lanjut, menderita penyakit ini.

3. Depresi dan Bunuh Diri

Masih banyak orang yang menganggap remeh depresi. Padahal, penyebab depresi bukan hanya karena suasana hati yang buruk. Namun, bisa terjadi akibat gangguan emosional yang dapat mempengaruhi tubuh serta kesehatan mental. Akibatnya, tidur, nafsu makan, hingga tingkat energi akan terganggu.

Di Indonesia sendiri, prevalensi gejala depresi terhitung cukup tinggi yaitu sekitar 20%. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi gejala depresi global yaitu sekitar 12%. Karena itu, jangan lagi remehkan kondisi yang satu ini. Jangan segan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kejiwaan apabila Anda telah merasakan gejala-gejala depresi. 

4. Diabetes

Penyakit diabetes seringkali terjadi tanpa kita sadari. Penyebab utamanya, kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi. Selain itu, terlalu sering kencing dan gampang haus merupakan salah satu tanda utama seseorang menderita penyakit diabetes.

Kelebihan glukosa ibarat racun yang dapat menyebabkan serangan jantung, kebutaan, stroke, hingga amputasi. Oleh karena itu, agar mengurangi risiko terserang penyakit ini, Anda wajib menerapkan gaya hidup yang sehat dan menjaga kadar gula dalam darah.

5. Disfungsi Ereksi

Meski tak mengancam kehidupan, penyakit ini tetap harus diantisipasi. Pasalnya, hampir dua pertiga pria berumur 70 tahun akan terserang disfungsi ereksi. Kondisi yang kerap disebut dengan impotensi ini juga dipercaya merupakan awal mula dari penyakit jantung. Sedangkan, penyebab utamanya adalah aterosklerosis yang juga menjadi penyebab gagal jantung dan stroke.

6. Kanker Paru-paru

Tak hanya mengerikan, kanker yang sering diakibatkan oleh kebiasaan merokok ini juga begitu agresif dan hampir selalu metastatis (menyebar ke organ lain). Sebelum menjadi lebih parah, kanker paru biasanya menyebar lebih awal. Itulah mengapa, kanker ini susah dideteksi ketika berada di tahap awal.

Bahkan, kurang dari separuh pria yang mengidap penyakit ini hanya memiliki harapan hidup selama setahun saja. Saat ini, tidak ada tes screening yang efektif untuk menguji penyakit kanker paru-paru.

Melihat berbagai masalah kesehatan pria yang dapat terjadi, Anda diharapkan dapat lebih waspada untuk mengantisipasinya. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin meski tidak memiliki keluhan apapun sebagai langkah pencegahan serta deteksi dini berbagai penyakit. Jangan lupa juga untuk selalu menjalani pola hidup sehat dengan olahraga teratur dan makan makanan yang sehat dan bergizi.

WebMD. https://www.webmd.com/men/features/6-top-health-threats-men
Diakses pada November 2018

Yayasan Kanker Indonesia. http://yayasankankerindonesia.org/article/melawan-keganasan-kanker-prostat
Diakes pada 20 Maret 2019

Into the Light Indonesia. https://www.intothelightid.org/2018/08/28/menilik-prevalensi-gejala-depresi-di-indonesia/
Diakses pada 20 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed