logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

6 Masalah Gizi di Indonesia pada Anak dan Remaja

open-summary

Masalah gizi di Indonesia rentan terjadi pada anak dan remaja. Mulai dari wasting, obesitas, stunting, anemia, kekurangan vitamin A, hingga gangguan akibat kekurangan yodium.


close-summary

5

(5)

4 Jan 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Miranda Rachellina

Masalah gizi di Indonesia umum terjadi pada anak-anak

Obesitas merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia

Table of Content

  • Masalah gizi di Indonesia yang rawan terjadi pada anak
  • Mengatasi masalah gizi pada anak Indonesia

Masalah gizi di Indonesia merupakan problematika serius yang perlu segera ditangani. Sebab, gizi merupakan hal yang sangat penting bagi anak-anak untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. 

Advertisement

Ketiadaan gizi yang memadai dan berkelanjutan dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius pada anak-anak. Maka dari itu, mari kita kenali berbagai masalah gizi di Indonesia dan tindakan penanganan yang bisa dilakukan.

Masalah gizi di Indonesia yang rawan terjadi pada anak

Gizi buruk menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak menimpa rakyat Indonesia, terutama di wilayah bagian timur. Selain itu, masalah gizi di Indonesia umumnya meliputi anak yang terlalu kurus, kelebihan berat badan, bertubuh pendek, dan anemia.

1. Wasting (kurus)

Di Indonesia, anak-anak cenderung memiliki tubuh yang kurus, apalagi bila dibesarkan dalam keluarga berpenghasilan rendah atau miskin. Kurusnya tubuh anak (wasting) umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi. 

Dilansir dari Kementrian Kesehatan, pada tahun 2018, prevalensi wasting atau anak balita kurus di Indonesia adalah sebesar 10,19 persen.

Kurus akibat gizi kurang dapat meningkatkan risiko anak terkena berbagai penyakit infeksi, dan gangguan hormonal, yang berdampak buruk pada kesehatannya. Masalah gizi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

2. Obesitas

anak obesitas
Obesitas bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit

Masalah gizi di Indonesia lainnya berdasarkan Kemenkes adalah obesitas. Anak-anak di Indonesia biasanya kurang mendapat asupan serat sayur dan buah, sering mengonsumsi makanan berpenyedap, dan kurang melakukan aktivitas fisik. Obesitas juga merupakan malnutrisi.

Berbagai kebiasaan tersebut dapat membuat pola makan anak tidak sesuai dengan gizi seimbang, sehingga meningkatkan risiko kegemukanBahkan menurut Riskesdas 2013, sekitar 8 dari 100 anak di Indonesia mengalami obesitas.

Obesitas dapat meningkatkan risiko anak terkena penyakit hipertensi, diabetes melitus, kanker, osteoporosis, dan kondisi lainnya, yang dapat menurunkan produktivitas dan usia harapan hidup.

Akan tetapi, permasalahan gizi di Indonesia ini dapat dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, serta tidur yang cukup.

3. Stunting (bertubuh pendek)

Kebanyakan anak di Indonesia memiliki tinggi badan yang pendek. Rata-rata tinggi anak Indonesia, lebih pendek daripada standar WHO. Mayoritas anak laki-laki lebih pendek 12,5 cm. Sementara itu, rata-rata anak perempuan lebih pendek 9,8 cm.

Tubuh pendek (stunting) pada masa kanak-kanak dapat diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan. Dilansir dari World Bank, antara tahun 2010 dan 2013, kejadian stunting di Indonesia meningkat dari 35,6 menjadi 37,2 persen atau sekitar 8,4 juta anak.

Masalah gizi di Indonesia ini juga dapat menimbulkan berbagai dampak. Beberapa di antaranya adalah penurunan kekebalan tubuh, fungsi kognitif, hingga gangguan sistem metabolisme.

Bahkan stunting disinyalir dapat mengurangi IQ sebesar 5-10 poin, memperoleh nilai yang rendah di sekolah, dan mengurangi produktivitas anak dari waktu ke waktu.

4. Anemia

Anemia pada anak sebagian besar diakibatkan oleh kekurangan zat besi. Cukup banyak anak Indonesia yang mengalami anemia atau kekurangan darah. Anemia dapat berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, dan produktivitas.

Akan tetapi, permasalahan gizi di Indonesia ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C, dan zinc.

Anemia juga merupakan masalah nutrisi utama pada remaja. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pola makan yang salah. Dilansir dari IDAI, prevalensi anemia tahun 2001 pada remaja perempuan, yaitu sebesar 25,8 persen, sedangkan remaja laki-laki sebesar 12,1 persen.

5. Kurang vitamin A (KVA)

gangguan penglihatan anak
Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan gangguan penglihatan

Kekurangan vitamin A termasuk ke dalam masalah gizi di Indonesia. Walaupun masalah ini sudah dapat dikendalikan, kekurangan vitamin A bisa berbahaya. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan pada anak-anak.

Selain itu, kekurangan vitamin A juga meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat infeksi berat, seperti diare dan campak. Namun, Indonesia telah melakukan penanggulangan dengan pemberian kapsul vitamin A setiap 6 bulan di puskesmas. 

6. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)

Kekurangan iodium dapat menyebabkan kerusakan otak pada anak-anak. Hal tersebut mengakibatkan gangguan perkembangan kognitif dan motorik yang memengaruhi kinerja anak di sekolah.

Selain itu, kekurangan iodium pada anak juga dapat memicu hipotiroidisme (rendahnya hormon tiroid) dan penyakit gondok.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, 15-25 persen anak usia sekolah, wanita usia subur, ibu hamil, dan ibu menyusui mengalami kekurangan yodium.

Penanggulangan GAKI dilakukan dengan mewajibkan semua garam yang beredar harus mengandung iodium sekurang-kurangnya 30 ppm. Oleh sebab itu, pastikan Anda menggunakan garam beryodium unuk mencegah masalah gizi di Indonesia ini.

Baca Juga

  • Retinopati Diabetik: Efek Gula Darah Tinggi pada Mata
  • Sedentary Lifestyle, Gaya Hidup Malas-malasan yang Berbahaya bagi Kesehatan
  • Ketahui, Inilah Pengaruh Kelahiran Prematur pada Tahap Tumbuh Kembang Anak

Mengatasi masalah gizi pada anak Indonesia

Status gizi di Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam menangani masalah gizi di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya diantaranya, yaitu dengan menyediakan layanan kesehatan yang memadai, dan pemberian makanan tambahan berupa biskuit kaya gizi terutama pada daerah-daerah tertinggal.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggerakan Program Gizi Anak Sekolah. Program tersebut merupakan agenda pemerintah untuk memberikan sarapan kepada peserta didik, agar senantiasa bertenaga dalam ketika belajar.

Selain itu, anak-anak juga mendapatkan pendidikan karakter, untuk membiasakan diri hidup sehat dan bersih. Pada 2018, program tersebut diterapkan di 64 kabupaten dalam 20 provinsi.

Pastikan anak juga mengonsumsi makanan bergizi seimbang di rumah. Anda dapat menerapkan aturan isi piringku yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, ajak anak berolahraga agar tubuhnya senantiasa bugar.

Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut seputar masalah gizi di Indonesia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

diabeteskesehatan anakgizi anaktumbuh kembang anakobesitasgizi buruk

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved