Masalah Akibat Hisap Jempol, Diastema Adalah Rongga di Antara Gigi


Diastema adalah rongga di antara dua gigi. Lokasinya bisa di mana saja, namun paling sering terdapat di gigi seri bagian atas. Diastema bisa terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun pada anak kecil, diastema bisa hilang setelah gigi permanen mereka tumbuh.

(0)
14 Oct 2020|Azelia Trifiana
Diastema bisa disebabkan karena kebiasaan mengisap ibu jempolDiastema bisa disebabkan karena kebiasaan mengisap ibu jari
Diastema adalah rongga di antara dua gigi. Lokasinya bisa di mana saja, namun paling sering terdapat di gigi seri bagian atas. Diastema bisa terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun pada anak kecil, diastema bisa hilang setelah gigi permanen mereka tumbuh.Beberapa diastema sangatlah tipis dan nyaris tidak terlihat. Sementara pada kondisi lain, diastema cukup besar sehingga orang yang memilikinya merasa perlu diperbaiki dengan memakai kawat gigi.

Penyebab diastema

anak bayi mengisap jempol
Kebiasaan mengisap jempol dapat menyebabkan diastema
Tidak ada satu penyebab pasti munculnya diastema, ada beberapa faktor yang mungkin menjadi pemicunya, seperti:

1. Ukuran gigi dan tulang rahang

Diastema bisa muncul ketika ukuran gigi seseorang terlalu kecil dibandingkan dengan tulang rahangnya. Akibatnya, gigi berjarak cenderung berjauhan. Faktor yang menentukan ukuran gigi dan tulang rahang seseorang berkaitan dengan faktor genetik. Jadi, ada kemungkinan diastema dialami lebih dari satu orang dalam keluarga.

2. Jaringan tumbuh

Diastema juga bisa muncul ketika ada jaringan tumbuh yang membatasi garis gusi dengan dua gigi seri atas. Kelebihan jaringan tumbuh ini menyebabkan rongga di antara kedua gigi pemicu diastema.

3. Kebiasaan buruk

Ada beberapa kebiasaan buruk yang memicu munculnya diastema. Kebiasaan anak-anak mengisap jempol akan memberikan tekanan pada gigi bagian depan. Dalam jangka panjang, gigi akan tumbuh cenderung ke depan serta ada kemungkinan muncul rongga.

4. Refleks menelan yang salah

Pemicu lain diastema adalah refleks menelan yang salah. Ini bisa terjadi pada anak yang beranjak besar dan orang dewasa. Seharusnya, lidah berada di langit-langit mulut ketika menelan. Namun pada refleks menelan yang salah, lidah justru mendorong gigi seri atas dari belakang.Refleks seperti ini terkesan biasa dan tidak berbahaya. Meski demikian, tekanan yang terlalu besar dan terus menerus terjadi pada gigi seri atas bisa menyebabkan diastema.

5. Gusi bermasalah

Diastema juga bisa muncul karena benjolan di gusi akibat infeksi. Adanya inflamasi merusak gusi dan jaringan yang menyokong gigi. Ini dapat mengakibatkan gigi tanggal dan munculnya rongga di antara gigi.Gejala dari gusi bermasalah biasanya disertai gusi tampak kemerahan dan bengkak, gigi tanggal, hingga gusi berdarah.

Cara mengatasi diastema

kawat gigi
Kawat gigi adalah salah satu cara menangani diastema
Penyebab diastema turut menentukan apakah perlu dilakukan penanganan atau tidak. Kondisi yang perlu penanganan segera adalah jika mengalami gusi bermasalah. Sementara jika diastema hanya dianggap mengganggu penampilan saja, penanganan tidak bersifat darurat.Penanganan paling umum untuk diastema adalah:
  • Kawat gigi

Ini adalah penanganan diastema yang paling umum. Kawat gigi akan memberikan tekanan sehingga gigi secara perlahan bisa bergeser. Pergeseran ini dapat menutup rongga atau diastema.
  • Veneer atau bonding

Selain kawat gigi, dokter gigi juga dapat melakukan prosedur veneer atau bonding. Dalam prosedur ini, dokter akan memberikan komposit dengan warna serupa warna alami gigi di area diastema. Tujuannya untuk menyamarkan rongga di antara gigi.Ini merupakan prosedur yang biasa digunakan untuk mengatasi gigi patah. Beberapa opsi penanganan diastema bisa didiskusikan dengan dokter gigi.
  • Operasi

Apabila diastema terjadi karena tumbuhnya jaringan berlebih, bisa dilakukan prosedur operasi untuk mengangkat kelebihan jaringan. Setelah itu, pemasangan kawat gigi dapat membantu merapatkan gigi yang semula berjarak.
  • Perawatan infeksi

Untuk kondisi diastema akibat gusi bermasalah, dokter akan memberikan penanganan untuk menghentikan infeksi. Caranya mulai dari pembersihan karang dan plak hingga detoksifikasi akar. Prosedur ini akan menghilangkan plak di atas dan bawah gusi sehingga jumlah bakteri pun berkurang. Pada beberapa kasus yang lebih parah, perlu dilakukan operasi untuk menghilangkan plak atau lapisan plak yang telah mengeras. Tartar ini umumnya telah terakumulasi di dalam gusi. Operasi ini juga akan meregenerasi tulang dan jaringan di sekitar area yang bermasalah.Setelah masalah gusi teratasi, barulah kemudian bisa dirumuskan langkah penanganan untuk menutup diastema. Salah satunya bisa dengan memakai kawat gigi.

Catatan dari SehatQ

Sebagian besar kasus diastema dapat teratasi dengan baik, hanya saja tidak bisa instan. Untuk bisa menghilangkan rongga di antara kedua gigi perlu waktu dan juga pemantauan secara berkala.Selain diastema yang tak bisa dicegah seperti faktor genetik, ada langkah pencegahan jika diastema disebabkan oleh kebiasaan. Tak lupa, pastikan selalu menjaga kebersihan gigi sejak kecil.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar diastema dan masalah gigi lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tumbuh gigi pada bayikesehatan gigipola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/diastema
Diakses pada 28 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/diastema
Diakses pada 28 September 2020
New Mouth. https://www.newmouth.com/orthodontics/malocclusion/diastema/#:~:text=A%20person%20with%20diastema%20has,teeth%2C%20is%20the%20most%20common.
Diakses pada 28 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait