Masa Ovulasi adalah Waktu Paling Subur Wanita, Ini Penjelasannya


Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari ovarium ke rahim agar bisa dibuahi oleh sperma. Jika tidak ada pembuahan ketika ovulasi, maka akan terjadi menstruasi.

(0)
14 Mar 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ovulasi adalah waktu paling subur dari wanitaOvulasi adalah proses pelepasan sel telur ke rahim
Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari indung telur ke rahim melalui saluran yang bernama tuba falopi. Sel telur yang dilepaskan inilah yang bisa dibuahi sperma dan berkembang menjadi janin. Ovulasi sering disebut sebagai masa subur wanita.Untuk Anda yang sedang merencanakan kehamilan, waktu terbaik untuk berhubungan intim adalah saat ovulasi terjadi. Sebab, kesempatan hamil di masa ini paling besar dibanding waktu-waktu yang lain.Ovulasi merupakan salah satu fase dalam siklus menstruasi. Karena siklus setiap wanita bisa berbeda-beda waktunya, maka waktu ovulasi pun dapat bervariasi. Anda bisa mengetahui waktu ovulasi dari perhitungan kalender maupun melihat tanda-tandanya.

Proses ovulasi pada wanita

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur agar bisa dibuahi sperma
Ovulasi berlangsung dalam empat fase
Siklus menstruasi seorang wanita terdiri dari empat fase, yaitu fase menstruasi, fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal. Pada kondisi normal, keempatnya akan berlangsung secara berurutan setiap bulannya.Fase menstruasi adalah proses meluruhnya jaringan dinding rahim yang keluar sebagai darah haid karena tidak ada pembuahan sel telur yang terjadi. Fase folikular merupakan proses pematangan sel telur di indung telur.Fase ovulasi adalah pelepasan sel telur yang sudah matang menuju rahim agar bisa dibuahi, sedangkan fase luteal merupakan waktu bagi organ-organ bersiap menghadapi kehamilan.Apabila kehamilan tidak terjadi, maka fase menstruasi akan kembali dirasakan, dan siklus terus berlanjut hingga wanita mengalami menopause.Fase ovulasi dimulai dengan dilepaskannya hormon tertentu oleh kelenjar pituitari di otak. Hormon yang merangsang terjadinya ovulasi adalah luteinizing hormone (LH).Adanya LH akan membuat ovarium alias indung telur secara otomatis melepaskan sel telur yang sudah dimatangkan saat fase folikular. Saat dilepaskan dari ovarium, sel telur tersebut akan bergerak menuju tuba falopi sebelum akhirnya berakhir di rahim.Saat sudah berada di rahim, sel telur sudah bisa dibuahi oleh sperma. Jika pembuahan berhasil terjadi, maka Anda akan dinyatakan hamil.

Waktu terjadinya ovulasi

Ovulasi biasanya terjadi di tengah-tengah siklus haid
Ovulasi normalnya terjadi di tendah siklus menstruasi
Siklus menstruasi seorang wanita yang normal bisa berlangsung antara 21-35 hari. Namun rata-rata para wanita memiliki siklus selama 28 hari. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama haid bulan ini hingga hari pertama haid bulan berikutnya.Karena lama siklus haid setiap wanita bisa berbeda-beda, maka waktu ovulasinya pun berbeda, seperti berikut ini.
  • Jika siklus menstruasi 28 hari, maka ovulasi biasanya akan terjadi di hari ke-14 dari siklus dan hari paling suburnya adalah hari ke-12, 13, dan 14.
  • Jika siklus menstruasi 35 hari, maka ovulasi biasanya akan terjadi pada hari ke-21 dari siklus dan hari paling suburnya adalah hari ke-19, 20, dan 21.
  • Jika siklus menstruasi 21 hari, maka ovulasi biasanya akan terjadi pada hari ke-7 dan hari paling suburnya adalah hari ke-5, 6, dan 7.
Ovulasi umumnya terjadi selama 24 jam. Setelah itu, sel telur yang sudah dilepaskan akan rusak atau hilang terserap oleh jaringan di sekitarnya.Meski ovulasi hanya berlangsung satu hari, tapi Anda bisa memiliki masa subur selama beberapa hari karena sperma pada dasarnya bisa bertahan hingga lima hari di rahim.Oleh karena itu, jika Anda berhubungan seks satu atau dua hari sebelum ovulasi, maka sperma yang tertinggal di rahim masih bisa membuahi sel telur yang kelak akan dilepaskan.Namun perlu diingat bahwa mengetahui tanggal pasti Anda sedang mengalami ovulasi adalah hal yang memang tidak mudah.Untuk meningkatkan kesempatan hamil, Anda disarankan untuk berhubungan intim setiap 3 atau 4 hari sekali sehingga jika salah memperkirakan waktu ovulasi, kehamilan masih bisa terjadi.

Tanda-tanda ovulasi

Keputihan yang bening dan kental adalah salah satu tanda ovulasi
Keputihan yang kental dan bening adalah salah satu tanda ovulasi
Saat ovulasi, akan ada beberapa perubahan yang terjadi di tubuh. Berikut ini tanda-tanda yang biasanya akan dirasakan oleh seorang wanita saat sedang berada di masa suburnya.

1. Keputihan sedikit bertambah

Saat mengalami ovulasi, volume keputihan yang keluar biasanya akan meningkat dan konsistensinya kental serta berwarna bening, seperti putih telur.Setelah ovulasi selesai, cairan yang keluar akan kembali berkurang, mengental, dan berwarna lebih putih.

2. Nyeri di area perut

Jika Anda mengalami nyeri di area perut bagian bawah di tengah-tengah siklus menstruasi, maka bisa jadi itu adalah tanda ovulasi sedang terjadi. Kondisi ini juga dikenal sebagai mittleschmerz yang merupakan bahasa Jerman dari sakit di tengah-tengah.Nyeri umumnya akan muncul tepat sebelum ovulasi terjadi dan merupakan masa paling subur Anda.

3. Meningkatnya temperatur basal

Temparatur basal tubuh adalah suhu ketika tubuh sedang dalam kondisi istirahat. Saat sedang ovulasi, temperatur ini akan lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dipicu oleh kenaikan hormon progesteron di tubuh menjelang ovulasi.Untuk mengukur temperatur basal tubuh, ada langkah khusus yang perlu dilakukan. Temperatur ini juga tidak bisa diukur hanya dengan sekali waktu, karena butuh pengecekan suhu secara teratur selama beberapa bulan.

4. Meningkatnya gairah seksual

Menjelang ovulasi, gairah seksual seorang wanita juga akan lebih tinggi dari biasanya. Meski begitu, tidak semua pasti mengalaminya. Faktor lain seperti stres juga dapat mencegah libido naik meski sudah menjelang ovulasi.

5. Payudara terasa lunak

Salah satu tanda ovulasi yang cukup terasa adalah payudara menjadi lebih lunak. Hal ini disebabkan oleh hormon-hormon yang bergerak naik-turun di tubuh selama siklus menstruasi berlangsung.Memahami lebih lanjut seputar ovulasi akan membantu Anda merencanakan kehamilan atau malah menunda kehamilan.Berhubungan intim di masa ovulasi akan meningkatkan kesempatan hamil, sehingga jika Anda sedang tidak merencanakan untuk menambah momongan, pastikan untuk berhubungan menggunakan alat kontrasepsi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar ovulasi dan kesuburan wanita, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
siklus haidhaidmenstruasimasa subur
Your Fertility. https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing
Diakses pada 3 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/stages-of-menstrual-cycle
Diakses pada 3 Maret 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/signs-of-ovulation-1960281
Diakses pada 3 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/what-is-ovulation
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait