Masa kecil kurang bahagia atau trauma masa kecil dapat turut membentuk perilaku, pikiran, dan perasaan Anda saat sudah dewasa
Trauma masa kecil tidak hanya berdampak di masa kecil, tetapi juga saat dewasa

Apakah Anda sering mendengarkan istilah ‘masa kecil kurang bahagia’? Istilah ini umumnya merujuk pada hal-hal tidak menyenangkan di waktu masih anak-anak atau trauma masa kecil.

Orangtua cenderung berpikir bahwa trauma masa kecil tidak akan diingat dan hanya berdampak di masa kanak-kanak. Percaya atau tidak, faktanya masa kecil kurang bahagia secara tidak langsung dapat memengaruhi kehidupan saat Anda sudah menjadi orang dewasa!

Apa saja dampak masa kecil kurang bahagia?

Trauma masa kecil bisa saja membuat Anda menjadi tidak bahagia saat sudah beranjak dewasa. Terdapat beberapa dampak akibat masa kecil kurang bahagia atau trauma masa kecil yang bisa berpengaruh ke kehidupan saat sudah dewasa.

  • Pemikiran ‘seorang korban’

Saat masih anak-anak, masa kecil kurang bahagia bisa terwujud dalam bentuk dijadikan korban saat masih kecil. Pemikiran ‘seorang korban’ saat masih anak-anak bisa tetap terbawa sampai dewasa.

Pemikiran-pemikiran negatif tersebut bisa menjatuhkan serta membuat Anda merasa tidak berdaya, terperangkap, dan tidak memiliki kontrol atas hidup Anda.

Di masa kecil, Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak memiliki pilihan, tetapi saat sudah dewasa, Anda memiliki kekuatan untuk mengubah hal-hal yang mungkin Anda pikir tidak bisa Anda ubah atau lakukan.

Trauma masa kecil dapat membuat Anda menjadi orang yang pasif
  • Menjadi pasif

Sering mendengarkan keluhan dari orang sekitar mengenai kepasifan Anda? Bisa jadi hal itu dikarenakan trauma masa kecil atau masa kecil kurang bahagia yang sudah dialami.

Saat kecil, Anda mungkin pernah ditinggalkan, diabaikan atau dibuang oleh orangtua. Trauma masa kecil tersebut bisa menimbulkan rasa takut dan kemarahan. Terkadang emosi tersebut malah dipendam dan membuat Anda menjadi orang yang pasif.

Masa kecil kurang bahagia tersebut malah membuat Anda meninggalkan diri Anda. Anda malah menjadi tidak ingin berusaha untuk mencapai yang terbaik serta menghindari dan mengubur emosi-emosi yang sedang dialami.

  • Menguburkan sosok diri yang sebenarnya

Masa kecil kurang bahagia mampu membuat Anda menampilkan sosok diri yang tidak sebenarnya. Hal ini karena sewaktu kecil, Anda berusaha untuk menjadikan diri Anda seperti ekspektasi orangtua agar orangtua bisa menerima dan mencintai Anda.

Pola ini terbawa hingga sudah dewasa dan membuat Anda menampilkan sosok diri yang tidak sebenarnya yang hanya berperan untuk memuaskan ekspektasi orang di sekitar Anda.

Anda mengubur segala emosi dan jati diri Anda agar bisa diterima dan dicintai oleh orang-orang di sekitar Anda.

Perilaku pasif-agresif bisa dipicu oleh trauma masa kecil
  • Ekspresi pasif-agresif ((gambar orang yang mendiamkan orang lain))

Tumbuh di keluarga yang sering menekan emosi kemarahan dapat membuat Anda merasa bahwa kemarahan adalah suatu emosi yang tidak boleh dirasakan dan perlu untuk dipendam.

Tidak hanya karena pembelajaran dari orangtua, Anda bisa meyakini bahwa kemarahan adalah sesuatu yang salah, kasar, dan tidak dapat diterima, jika Anda besar di keluarga yang mengekspresikan kemarahan secara tidak sehat, seperti memukul secara fisik.

Ketika sudah dewasa keyakinan tersebut membuat Anda menekan rasa marah dan membuat kemarahan tersebut bertahan dalam diri Anda. Pada akhirnya perasaan marah tersebut diekspresikan melalui perilaku pasif-agresif yang tidak sehat.

Perilaku pasif-agresif dapat termanifestasi dalam berbagai bentuk, seperti menyatakan bahwa Anda tidak marah tetapi di saat yang sama menolak untuk membantu orang yang telah membuat Anda marah.

Cara menghilangkan trauma masa lalu

Anda tidak bisa menghilangkan kenangan masa kecil kurang bahagia yang sudah terjadi, tetapi Anda bisa ‘berbaikan’ dengan trauma masa kecil Anda.

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai cara menghilangkan trauma masa lalu Anda. Bila Anda memiliki masa kecil kurang bahagia yang berdampak hingga dewasa, Anda dapat mencoba cara menghilangkan trauma masa lalu di bawah ini:

1. Pusatkan diri di masa sekarang

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam cara menghilangkan trauma masa lalu adalah menyadari diri Anda yang sedang berada di masa kini dan bukan masa lalu. Pilihlah ruangan yang tenang dan tanpa gangguan sebelum memulai.

Duduklah di kursi atau tempat tidur dalam posisi yang nyaman dengan mata yang tertutup. Setelahnya, tarik nafas yang dalam beberapa kali sambil memusatkan kesadaran Anda pada sensasi di tubuh Anda.

Tegangkan dan lemaskan otot Anda, rasakan berat dari lengan Anda dan rasakan bahwa diri Anda terhubung dengan tanah atau lantai tempat kaki berpijak. Imajinasikan bahwa terdapat uap energi yang berpusat dari tulang belakang Anda menuju ke bawah tengah inti bumi.

2. Ingat pengalaman masa kecil yang sudah terjadi

Ingat kembali pengalaman masa kecil kurang bahagia yang sudah terjadi dan cobalah untuk mengingat detail dari kejadian tersebut serta imajinasikan diri Anda di tempat dan waktu saat trauma masa kecil terjadi.

3. Rasakan dan identifikasi emosi dari trauma masa kecil

Langkah utama dari cara menghilangkan masa lalu adalah dengan merasakan serta mengidentifikasi emosi yang muncul saat Anda berusaha mengingat dan memposisikan diri seperti waktu kecil dulu.

Saat Anda merasakan emosi tertentu yang bergejolak dalam diri, tetap bernapas secara mendalam dan rasakan sensasi-sensasi di tubuh Anda. Eksplorasi, rasakan, dan deskripsikan sensasi fisik yang bermunculan akibat emosi yang dirasakan.

Setelahnya, identifikasi emosi yang dirasakan melalui sensasi fisik yang dialami, misalnya, tekanan di dada yang dirasakan bisa dikarenakan emosi cemas atau rasa panas di tubuh bisa disebabkan oleh rasa marah.

Anda bisa mencari tahu atau menuliskan berbagai macam emosi sebelum memulai cara menghilangkan masa lalu ini.

Menangis adalah salah satu respon dari emosi yang dirasakan

4. Terima dan rasakan emosi dari pengalaman masa kecil kurang bahagia 

Emosi yang dirasakan bisa saja terasa samar ataupun intens dengan berbagai sensasi fisik yang berbeda-beda. Rasakan dan terima semua sensasi fisik serta emosi yang bermunculan dalam diri Anda.

Cintai diri Anda karena telah merasakan dan menerima emosi tersebut. Jangan menghalangi, menghindari, ataupun mengubur emosi-emosi tersebut. Biarkan emosi tersebut mengalir bersama sensasi fisik yang timbul.

Anda bisa saja bereaksi dalam bentuk tangisan, teriakan, ataupun keinginan untuk menghancurkan barang-barang. Anda bisa mengekspresikan emosi-emosi tersebut secara sehat, dengan menangis atau memukul-mukul udara.

5. Artikan emosi dan sensasi yang dirasakan

Setelah merasakan, menerima, dan mengindetifikasi emosi yang dirasakan. Cobalah tanyakan diri Anda mengapa Anda merasakan emosi-emosi tersebut untuk mengetahui sumber dari trauma masa kecil Anda.

Anda bisa menulis jurnal mengenai emosi, ingatan, dan sensasi-sensasi yang dirasakan untuk bisa lebih memahami masa kecil kurang bahagia yang dialami. Contohnya, Anda mungkin merasa marah karena kecewa dengan orangtua yang telah meninggalkan Anda.

6. Bagikan emosi yang dirasakan

Tidak hanya menulis jurnal, Anda juga bisa membicarakan apa yang Anda alami dengan orang yang dipercaya. Menuliskan dan membicarakan adalah satu cara menghilangkan trauma masa lalu yang bisa dilakukan.

Anda juga bisa menuliskan surat untuk orang yang telah menyakiti Anda. Namun, Anda tidak harus mengirimkan surat tersebut.

Berbaikan dengan trauma masa kecil berarti melepaskan trauma tersebut

7. Lepaskan masa kecil kurang bahagia 

Langkah terakhir dari cara menghilangkan trauma masa lalu adalah dengan melepaskan segala emosi dan luka yang dialami akibat masa kecil kurang bahagia yang dialami.

Bayangkan energi dari trauma masa kecil yang berada dalam diri meninggalkan Anda. Anda juga bisa melakukan suatu ‘ritual’ untuk melepaskan trauma masa kecil yang dialami, seperti membakar atau membuang benda-benda yang mengingatkan Anda terhadap orang yang telah menyakiti Anda.

Catatan dari SehatQ

Masa kecil kurang bahagia atau trauma masa kecil tiap orang berbeda-beda dan memicu dampak yang berbeda-beda pula. Saat melakukan langkah-langkah cara menghilangkan masa lalu untuk pertama kalinya, sebaiknya Anda didampingi oleh psikolog atau psikiater.

Bila trauma masa kecil terlalu intens atau sulit untuk diatasi dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, tidak perlu malu dan ragu untuk mengunjungi psikolog ataupun psikiater.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/mindful-anger/201706/4-ways-childhood-trauma-impacts-adults
Diakses pada 10 Oktober 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/mindful-anger/201804/9-steps-healing-childhood-trauma-adult
Diakses pada 10 Oktober 2019

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-passive-aggressive-behavior-2795481
Diakses pada 10 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed