logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Rasa ASI, Apa Saja Penyebab Perubahannya?

open-summary

Rasa ASI mampu menunjukkan ciri ASI berkualitas. Selain itu, rasanya juga dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari hormon, penyakit payudara, hingga cara penyimpanannya.


close-summary

7 Apr 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Rasa ASI terasa manis karena mengandung laktosa

Rasa ASI yang normal menimbulkan manis di lidah karena ada kandungan laktosa

Table of Content

  • Aroma dan rasa ASI
  • Faktor yang berpengaruh terhadap rasa ASI
  • Bolehkah orang dewasa minum ASI?
  • Apakah rasa ASI berubah saat menstruasi?
  • Catatan dari SehatQ

Rasa ASI terkadang menjadi teka-teki pada orang dewasa. Hal ini bahkan menjadi topik yang diangkat pada serial televisi.

Advertisement

Sama seperti salah satu episode serial Friends saat Phoebe mencicipi ASI hasil perahannya, wajar jika seseorang penasaran bagaimana rasa air susu ini.

Faktanya, sebagian besar ibu menyusui pernah “mencicipi” ASI mereka, atau pasangan mereka tanpa sengaja – atau disengaja – mencari tahu rasa air susu ini. Rasanya seperti susu, tetapi dengan konsistensi tidak terlalu kental.

Deskripsi paling populer menjelaskan rasa ASI yang normal adalah susu almond yang diberi pemanis tambahan. Ya, ASI terasa seperti air tawar yang manis.

Selain itu, banyak juga yang menyebut rasa air susu ibu seperti timun, es krim, madu, hingga melon.

Aroma dan rasa ASI

no caption
Rasa ASI bisa menyerupai sabun karena enzim lipase

Jika rasa mirip seperti hal-hal yang sudah disebutkan di atas, berbeda dengan aromanya.

Aroma ASI setiap ibu menyusui bisa berbeda. Ada yang beraroma seperti susu sapi, ada juga yang beraroma seperti sabun karena tingginya kandungan lipase (enzim yang membantu memecah lemak) di dalamnya.

Sebenarnya tidak ada satu deskripsi tetap yang bisa menjelaskan rasa yang sesungguhnya.

Saat ibu menjalankan program ASI eksklusif, ada kandungan air, lemak, protein, dan nutrisi yang sangat dibutuhkan bayi. Tak hanya itu, kandungan laktosa pada ASI membuat ada rasa manis di dalamnya.

Baca Juga

  • Pakai Deterjen Hingga Sabun Khusus, Cara Menjaga Kulit Bayi Sensitif
  • Milk Blister Ganggu Proses Menyusui? Kenali 11 Cara Mencegahnya Ini
  • Manfaat Daun Kelor untuk Ibu Menyusui, Wanita Perlu Tahu!

Untuk konsistensinya, bergantung pada seberapa banyak lemak yang ada dalam ASI. Ketika ASI baru keluar dari payudara, itu adalah foremilk yang lebih encer dan mengandung lebih sedikit lemak.

Namun setelah ASI terus menerus dikeluarkan, perlahan akan menjadi lebih kental dan berwarna lebih pekat karena kandungan lemak di dalamnya. ASI ini disebut hindmilk. Baik foremilk maupun hindmilk sama-sama diperlukan bayi.

Faktor yang berpengaruh terhadap rasa ASI

Ada banyak hal yang membuat rasa berubah. Bayi bisa menyadarinya, bisa juga tidak. Beberapa hal yang bisa berpengaruh terhadap rasa air susu ibu adalah:

1. Hormon

no caption
Hamil mampu mengubah hormon sehingga memengaruhi rasa ASI

Perubahan level hormon di tubuh ibu menyusui saat kembali haid atau bahkan hamil bisa berpengaruh terhadap rasa air susu ibu. 

Selama tidak ada penolakan dari bayi, maka menyusui bisa tetap dilanjutkan meski ibu sudah kembali memasuki siklus haid.

Namun bagi ibu menyusui yang kembali hamil, perhatikan apakah ada reaksi pada kehamilan jika terus menyusui. Selama kehamilan tidak berisiko tinggi, maka tidak ada masalah.

2. Olahraga

no caption
Olahraga memproduksi asam laktat yang memengaruhi rasa ASI

Berolahraga secara rutin ternyata bisa menyebabkan perubahan rasa ASI. Hal ini terjadi karena ada penumpukan asam laktat di tubuh jika olahraga yang dilakukan terlalu keras.

Untuk itu, sebisa mungkin pilih jenis olahraga dengan intensitas ringan atau sedang. Sebelum menyusui, pastikan sudah membilas atau membersihkan payudara agar tidak ada bekas keringat.

3. Konsumsi obat

no caption
Metronidazole menyebabkan rasa ASI pahit

Ibu menyusui yang mengonsumsi obat juga berpotensi mengalami perubahan rasa ASI. Biasanya, obat yang mampu mengubah rasanya menjadi pahit adalah obat antibiotik, seperti metronidazole.

Rasa ini terasa mengganggu bayi. Bahkan, ia pun tidak menyukai rasanya sehingga bayi rewel tak dapat terhindari. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter untuk mencari alternatifnya.

4. Merokok

no caption
Rasa ASI pun bisa berubah akibat ibu menyusui merokok

Meskipun sama sekali tidak disarankan merokok saat menyusui, hal ini juga bisa berdampak pada rasa air susu.

Jika terpaksa, beri jarak setidaknya sekitar 2 jam untuk memastikan aroma dan rasa tidak terpengaruh rokok.

5. Alkohol

no caption
Alkohol juga memengaruhi rasa ASI

Rasa air susu ibu akan ikut berubah jika ibu menyusui mengonsumsi minuman alkohol. Agar terhindar dari perubahan rasa, ibu sebaiknya menghentikan konsumsi alkohol ketika menyusui.

Apabila sulit dihindari, stop konsumsi 2 jam sebelum menyusui untuk mengurangi perubahan rasa.

6. Mastitis

no caption
Mastitis membuat ASI mengandung sodium sehingga rasanya asin

Mastitis adalah infeksi payudara yang dialami ibu menyusui dan menyebabkan rasa ASI menjadi lebih gurih dan menyengat.

Sebab, berdasarkan riset terbitan Breastfeeding Medicine, kandungan sodium, glutamat, dan guanosine monofosfat meningkat pada susu dari payudara yang mengalami radang. Oleh karena itu, rasanya pun menjadi lebih asin dan gurih.

Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi mastitis. Aman tidaknya melanjutkan menyusui selama menjalani pengobatan, sebaiknya tanyakan kepada dokter.

7. Membekukan ASI

no caption
Membekukan ASI yang dipompa menyebabkan rasa ASI seperti besi

Tak hanya itu, ASI perah yang masih segar juga memiliki rasa dan aroma berbeda dibandingkan dengan yang sudah disimpan cukup lama di chiller atau freezer. Ada aroma dan rasa seperti “besi” ketika ASI sudah cukup lama disimpan di lemari pendingin.

Yang jelas, aroma dan rasa ASI yang normal tidak akan terlalu menyengat. Ketika ada rasa ASI yang beraroma menyengat dan kurang sedap, bisa jadi ciri ASI berkualitas pun menurun, bahkan sudah rusak.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari kesalahan cara menyimpan ASI yang kurang rapat, bercampur dengan bahan makanan lain di kulkas, atau ciri-ciri ASI basi pun sudah muncul.

Bolehkah orang dewasa minum ASI?

Di luar sana, hal yang mencengangkan seperti jual beli ASI untuk dikonsumsi orang dewasa ternyata benar-benar terjadi. Padahal, nutrisi dari ASI diperuntukkan bagi bayi sejak lahir hingga usianya menginjak tahun kedua.

Meski demikian, ada saja orang dewasa yang ingin minum ASI dengan pertimbangan lebih alami, menambah energi, atau menjadi suplemen yang membuat tubuh lebih kuat.

Faktanya, tidak ada bukti ilmiah bahwa ASI memberi manfaat yang sama baiknya pada orang dewasa, seperti halnya pada bayi. Tidak ada penelitian ilmiah yang membenarkan hal ini.

Memang ada imunoglobulin dalam ASI, tetapi itu diperlukan oleh bayi. Sementara, orang dewasa, mereka sudah memiliki itu dalam tubuh masing-masing.

Apakah rasa ASI berubah saat menstruasi?

Menstruasi dapat memengaruhi rasa ASI selama masa menyusui. Menurut penelitian, perubahan rasa tersebut disebabkan oleh berubahnya komposisi ASI selama masa ovulasi. Saat menstruasi, jadar natrium dan klorida dalam ASI naik, sedangkan laktosa (gula susu) dan kalium turun.

Kondisi tersebut menyebabkan rasa ASI menjadi kurang manis dan cenderung lebih asin selama masa menstruasi. Selain perubahan  rasa, payudara Anda akan menjadi terasa lebih penuh dan lembut selama menstruasi. Hal itu dipicu perubahan tingkat estrogen dan progesteron saat masa ovulasi.

Catatan dari SehatQ

Rasa ASI perlu diketahui untuk menentukan kualitas ASI. Bagi beberapa orang yang sudah mencicipi, rasanya menyerupai rasa air yang manis, seperti susu almond.

Sementara, ketika ASI justru terasa lebih gurih bahkan tengik, hal itu menandakan ibu mengalami masalah payudara tertentu ataupun masalah penyimpanan ASI.

Terlepas dari bagaimana rasanya, ASI merupakan makanan utama yang penting untuk dikonsumsi si Kecil. ASI mempunyai kandungan hormon yang penting untuk tumbuh kembang anak. Selain itu, ASI juga memiliki sifat anti infeksi untuk melindungi bayi dari serangan penyakit.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait rasa air susu ibu yang memengaruhi kualitas ASI, coba tanyakan dengan dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ,

Jangan lupa kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik terkait keperluan bayi baru lahir dan ibu menyusui.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

bayi & menyusuiibu dan anakproduksi asimenyusuiasi eksklusif

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved