Manipulasi Adalah Taktik Mendominasi Secara Psikologis, Deteksi 9 Jurusnya

(0)
05 Jun 2020|Azelia Trifiana
Manipulasi adalah cara mengacaukan mental dan eksploitasi emosi demi bisa menguasai korbanManipulasi adalah taktik untuk menguasai Anda secara psiklogis
Manipulasi adalah cara mengacaukan mental dan eksploitasi emosi demi bisa menguasai korban. Hal yang ingin dikuasai beragam, mulai dari wewenang, kontrol, keuntungan tertentu demi menguntungkan pelaku manipulasi. Yang pasti, ketika terjadi manipulasi artinya satu pihak dimanfaatkan oleh orang lain.Secara psikologis, taktik manipulasi sengaja dilakukan untuk membuat kondisi kekuasaan yang timpang. Dengan demikian, korban manipulasi bisa dengan mudah dieksploitasi demi agenda tertentu.

Kenali tanda-tanda manipulasi

Manipulasi adalah hal yang bisa menyebabkan seseorang terpojok dan berada di situasi kurang menguntungkan. Untuk itu, perlu jeli mengidentifikasi tanda-tanda seseorang melakukan taktik manipulasi psikologis. Apa saja?

1. Jago kandang

Istilah jago kandang layak disematkan bagi orang yang ingin melakukan taktik manipulasi psikologis. Contohnya ketika mengajak bertemu atau berinteraksi, pelaku cenderung memaksakan tempat yang membuatnya lebih dominan seperti kantor atau rumahnya sendiri. Dengan demikian, korban manipulasi memiliki kendali lebih lemah.

2. Mencari kelemahan

Jangan heran jika pelaku manipulasi adalah orang yang andal dalam mencari celah dari apa yang diucapkan korban. Ini adalah cara mereka untuk memprospek calon korban manipulasi. Biasanya, mereka akan membiarkan calon korban berbicara terlebih dahulu baru kemudian mencari celah kelemahannya.

3. Manipulasi fakta

Hal utama yang bisa dengan mudah diubah atau dibolak-balik ketika melakukan manipulasi adalah fakta. Ini familiar di sekitar kita, seperti berbohong, membuat alasan, bermuka dua, victim blaming, atau menahan informasi penting. Kebiasaan melebih-lebihkan hal sepele juga bisa mengindikasikan manipulasi fakta.

4. Pemaparan data berlebihan

Memaparkan data dan statistik itu baik, namun tidak jika berlebihan. Sayangnya, inilah yang dilakukan orang manipulatif. Ini termasuk perundungan intelektual atau intellectual bullying dengan memaparkan berbagai fakta yang tidak dikuasai calon korban. Akibatnya, teknik ini membuat calon korban merasa tak berdaya mengambil keputusan.

5. Emosi negatif

Orang manipulatif tak akan segan menunjukkan dengan gamblang emosi negatif seperti berteriak atau membentak saat berada dalam diskusi. Tujuannya agar targetnya memberikan apa yang diinginkan. Tak jarang, pelaku manipulatif berteriak sembari melakukan bahasa tubuh agresif.\

6. Hobi memberi deadline

Manipulasi adalah modus yang populer dengan taktik menekan targetnya. Termasuk dengan memaparkan deadline atau tenggat waktu sangat singkat untuk mengambil keputusan. Hal ini umum dilakukan dalam negosiasi jual beli agar target tidak punya kendali dan tak bisa berbuat apa-apa selain setuju.

7. Sarkasme terselubung

Sarkasme juga bisa menjadi senjata manipulator dalam menguasai targetnya. Mereka bisa dengan mudah melontarkan lelucon negatif dengan dalih humor. Topiknya sederhana, mulai dari penampilan, gadget yang dimiliki target, pengalaman, dan banyak lagi. Dengan memposisikan target pada posisi yang buruk, maka dominasi psikologis akan berpihak pada pelaku.

8. Silent treatment

Sangat jauh dari dewasa, namun manipulator tak akan segan melakukan silent treatment. Sederhananya, ini adalah taktik psikologis dengan tidak merespons pesan, email, atau telepon untuk mendiamkan target sehingga membuatnya merasa ragu atau merasa bersalah. Pada akhirnya, target dibuat luluh dan mengambil keputusan yang menguntungkan manipulator.

9. Penuh dengan prosedur tak perlu

Cara lain yang dilakukan manipulator untuk membuat targetnya dengan cepat menyetujui keinginan mereka adalah dengan memberlakukan begitu banyak prosedur. Dengan cara ini, target akan merasa kewalahan dan ingin segera menuntaskan urusan. Prosedur ini bisa berupa tetek bengek birokrasi seperti berkas, hukum, komite, dan lainnya.Ketika menghadapi pihak yang manipulatif, kunci mengalahkan mereka adalah dengan bersikap tegas. Jangan ragu berkata ya ataupun tidak. Bila memungkinkan, bernegosiasilah dengan diplomatis.Saat manipulator melancarkan kritik atau silent treatment andalannya, jangan serta merta meminta maaf atau bereaksi berlebihan. Tetap cari waktu yang tenang untuk berpikir matang-matang sebelum mengambil keputusan. Distraksi seperti tenggat waktu hingga emosi negatif tak perlu ditanggapi terlalu serius.Kuncinya, jangan sampai kalah cerdik dari manipulator terutama ketika mereka mulai melancarkan taktik serangan secara psikologis.
kesehatan mentalhidup sehatpola hidup sehat
Time. https://time.com/5411624/how-to-tell-if-being-manipulated/
diakses 21 Mei 2020
Hack Spirit. https://hackspirit.com/manipulative-people-6-things-they-do-and-how-to-handle-them/
diakses 21 Mei 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/sg/blog/communication-success/201510/14-signs-psychological-and-emotional-manipulation
diakses 21 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait