logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Olahraga

5 Manfaat Yoga Bagi Penderita Kanker

open-summary

Penelitian menunjukkan bahwa melakukan yoga dengan cara yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup dan semangat bagi penderita kanker. Yoga telah terbukti dapat mengurangi gejala kanker dan menghasilkan banyak manfaat. Namun, penderita kanker harus berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum melakukan yoga. Hal itu berkaitan dengan jenis yoga yang aman dan cocok untuk penderita.


close-summary

25 Mei 2019

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Yoga terbukti mengurangi gejala kanker, seperti tekanan darah tidak stabil

Salah satu manfaat yoga bagi penderita kanker adalah dapat meningkatkan kualitas hidup

Table of Content

  • Mengapa yoga?
  • Manfaat yoga bagi penderita kanker
  • Bagaimana dampaknya?
  • Apa yang harus diperhatikan penderita kanker jika ingin yoga?

Bukan hal mengejutkan lagi bahwa penderita kanker akan mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas fisik. Kabar baiknya, manfaat yoga ternyata bisa berdampak positif bagi penderita kanker.

Advertisement

Tentu saja, yoga bagi penderita kanker harus dilakukan di bawah pengawasan.

Penelitian yang dilakukan Jorg Haier, Antje Duda, dan Claudia Branss-Tallen dari Nordakademie Graduate School dan University Hospital Munster, Jerman, menemukan fakta bahwa aktivitas fisik seperti yoga bisa meningkatkan kualitas hidup penderita kanker (WHO-5 well-being index).

Baca Juga

  • Kanker Masih Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia
  • Contoh Gerakan Yoga Aerial dan Manfaatnya bagi Kesehatan
  • Bahaya Kol Goreng bisa Timbulkan Kanker? Ini Penjelasannya

Mengapa yoga?

Yoga adalah olahraga yang memadukan jiwa dan raga dengan gerakan-gerakan meditasi. Dalam yoga pula, pernapasan dilatih agar lebih teratur.

Jenis olahraga ini terbukti mengurangi gejala kanker, seperti tekanan darah tidak stabil, kolesterol, detak jantung, hingga lipoprotein.

Melakukan yoga selama periode kemoterapi juga menghasilkan dampak jangka pendek yang sangat baik. Penderita kanker bisa tidur lebih berkualitas dan mengurangi rasa cemas pada penderita kanker wanita.

Manfaat yoga bagi penderita kanker

Penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu Januari 2014 hingga Desember 2016. Semua penderita kanker berusia di atas 18 tahun di Comprehensive Cancer Center diberi kesempatan untuk mengikuti kelas yoga.

Mereka yang tertarik bisa kemudian bergabung dalam sepuluh sesi yoga level pemula. Artinya, orang yang belum pernah melakukan yoga sekalipun bisa beradaptasi dengan mudah.

Setiap sesi yoga berdurasi 90 menit. Dimulai dengan relaksasi, latihan pernapasan, dan sama-sama belajar mendengar tubuh masing-masing. Tak hanya itu, setiap gerakan yoga juga disesuaikan dengan riwayat penyakit kanker setiap pasien.

Contohnya, bagi penderita kanker payudara akan fokus pada stretching di bagian dada. Sementara penderita kanker prostat lebih banyak melakukan gerakan di sekitar perineum.

Sesi yoga diakhiri dengan pendinginan, pijat kaki, dan meditasi. Gerakan-gerakan yoga intens seperti handstand atau headstand dihilangkan sama sekali.

Bagaimana dampaknya?

Dari 51 penderita kanker (44 wanita dan 7 pria) yang berpartisipasi dalam 10 sesi yoga, mereka kemudian mengisi data kuesioner. Sebagian besar dari mereka mengalami peningkatan kondisi kesehatan, empat orang tidak merasakan perubahan, dan satu merasakan kemunduran.

Ada lima indeks well-being dari WHO yang diteliti dalam riset ini, yaitu:

  • ceria dan memiliki semangat yang baik
  • tenang santai
  • aktif dan giat
  • bangun dengan perasaan segar dan cukup istirahat
  • kehidupan sehari-hari dengan hal-hal yang menarik

Bagi mereka yang mengalami peningkatan, artinya skor well-being meningkat antara 16-88 poin, dibandingkan antara periode sebelum dan sesudah mengikuti yoga secara rutin.

Apa yang harus diperhatikan penderita kanker jika ingin yoga?

Meski hasil penelitian ini menjadi harapan baru di dunia penelitian kanker, para pasien tetap harus melakukannya di bawah pengawasan ketat. Terlebih, penderita kanker cenderung lebih mudah lelah, lemas, tidak bersemangat, dan ketakutan untuk melakukannya.

Untuk itu, pasien harus terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter yang tahu betul rekam jejak penyakitnya. Dari situ, bisa ditentukan yoga jenis apa yang bisa dilakukan, lengkap dengan panduan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Tak kalah penting, setiap pasien harus mendengarkan tubuh mereka. Jika dirasa menenangkan dan memperbaiki mood mereka, yoga bisa dilakukan secara berkala.

Namun jika tubuh memberi respon negatif, ada baiknya melakukan evaluasi dan mencari tahu pola yoga yang lebih ramah bagi tubuh.

Advertisement

yogakanker payudarakankerkanker prostat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved