Kupas Tuntas Manfaat Water Fasting dan Bahayanya untuk Kesehatan

Terlalu lama water fasting bisa memicu hipotensi dengan gejala pusing dan lemas
Water fasting bisa memicu lemas dan pusing bila dilakukan terlalu lama

Water fasting adalah metode diet di mana Anda tidak boleh mengonsumsi apapun selain air putih. Beberapa orang yang sudah mencobanya mengaku bahwa pendekatan puasa air ini manjur untuk menurunkan berat badan.

Namun ada pula yang melakukan diet air putih tersebut dengan alasan kesehatan lain. Salah satunya untuk mengendalikan tekanan darah.

Puasa jenis ini hanya dapat dilakukan selama 24-72 jam. Anda sebaiknya tidak menjalani water fasting lebih dari tiga hari tanpa pengawasan dari dokter.

Kenali manfaat water fasting

Para peneliti telah mempelajari manfaat water fasting untuk kesehatan tubuh. Berdasarkan hasil studi pada manusia maupun hewan, ditemukan bahwa puasa air ini memiliki khasiat sebagai berikut:

  • Menyusutkan risiko penyakit kronis

Sejumlah penelitian menemukan bahwa melakukan water fasting dapat menurunkan risiko penyakit kronis. MIsalnya, diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Namun hal ini perlu dianalisis lebih lanjut karena sebagian besar riset dilakukan pada hewan. Pasalnya, penelitian dengan efek positif pada hewan belum tentu sama baiknya pada manusia.

  • Membantu dalam mencegah diabetes

Saat melakukan puasa, termasuk water fasting, sensitivitas insulin Anda akan meningkat. Hal ini membantu dalam mencegah munculnya diabetes tipe 2.

  • Menurunkan tekanan darah

Water fasting yang dilakukan dengan benar dan di bawah pengawasan dokter bisa membantu orang-orang dengan penyakit hipertensi.

Dalam sebuah penelitian, 68 peserta yang memiliki tekanan darah tinggi diminta untuk melakukan water fasting dalam pengawasan dokter selama hampir 14 hari. Hasilnya, 82 persen di antara mereka mengalami penurunan tekanan darah ke level yang sehat.

  • Menurunkan berat badan

Air putih tidak mengandung kalori sama sekali. Dengan melakukan water fasting, akan sangat sedikit kalori yang masuk ke dalam tubuh sehingga dapat membantu dalam menurunkan berat badan.

Tapi sayangnya, berat badan yang turun tersebut biasanya bukan berasal dari lemak, melainkan kandungan air dalam tubuh Anda.

Bahaya di balik water fasting

Meski bisa menguntungkan untuk kesehatan, water fasting juga dapat menyebabkan sederet masalah kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Memicu kekurangan gizi

Membatasi kalori selama 24 jam atau lebih dapat membuat tubuh Anda kekurangan zat-zat penting. Contohnya, vitamin, mineral, asam amino, asam lemak, dan elektrolit. Padahal, semua nutrisi ini dibutuhkan agar tubuh Anda bisa berfungsi dengan baik dan sehat.

  • Menyebabkan dehidrasi

Sekitar 20-30 persen asupan cairan harian manusia sebenarnya berasal dari makanan. Karena itu, sekalipun Anda meminum jumlah air yang sama, tubuh tetap bisa mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi bila tidak ada sumber supan cairan lain.

  • Mengakibatkan hipotensi

Saat menjalani water fasting, orang bisa saja meminum terlalu banyak air. Hal ini nantinya dapat memicu hipotensi atau tekanan darah rendah.

Karena itu, Anda perlu mewaspadai gejala hipotensi yang meliputi pusing, mudah lelah, sempoyongan, daya konsentrasi yang menurun, pucat, kulit yang dingin, dan banyak lagi.

  • Memperburuk kondisi kesehatan

Water fasting dapat membahayakan untuk orang-orang dengan penyakit atau kondisi medis tertentu. Jika dilakukan sembarangan, kondisi kesehatan Anda bisa saja makin memburuk.

Orang yang tidak dianjurkan untuk menjalani puasa air meliputi orang-orang yang mengalami penyakit ginjal kronis, penyakit asam lambung naik (GERD), diabetes, gangguan makan (seperti anoreksia dan bulimia), berat badan kurang, masalah jantung, migrain, serta sedang hamil atau menyusui.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan water fasting, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar tidak mengalami efek samping yang berbahaya. Pasalnya, puasa ini bisa melelahkan secara fisik dan mental.

Adapun langkah-langkah persiapan water fasting yang perlu Anda lakukan meliputi:

  • Kurangi asupan kalori

Jika ini pertama kalinya Anda melakukan water fasting, cobalah mengurangi asupan kalori selama beberapa hari menjelang hari H. ‘Latihan’ ini penting agar tubuh Anda tidak kaget dan mampu beradaptasi.

  • Konsumsi makanan tinggi energi

Sebelum berpuasa, konsumsilah makanan yang tinggi energi. Contohnya, buah pisang, alpukat, salmon, tuna, beras cokelat, ubi jalar, telur, oatmeal, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

  • Konsumsi 2 liter air per hari

Pastikan Anda minum setidaknya 2 liter air per hari saat menjalani water fasting. Tapi akan lebih baik jika Anda dapat mengonsumsi 3 liter air guna menggantikan asupan cairan dari makanan.

  • Hindari olahraga terlalu berat

Selama berpuasa, hindarilah melakukan olahraga yang terlalu berat. Langkah ini bertujuan mencegah tubuh terlalu lelah dan kelaparan.

Meskipun water fasting bisa bermanfaat, Anda tetap tidak boleh sembarangan dalam melakukannya. Ada orang-orang dengan penyakit atau kondisi medis tertentu yang tidak dianjurkan sama sekali untuk menjalan metode diet ini.

Apabila ingin menjalani water fasting, konsultasikan dengan dokter terlebih dulu. Dokter akan membantu Anda untuk menentukan durasi yang aman serta memantau kondisi Anda selama berpusa.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/water-fasting
Diakses pada 31 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319835
Diakses pada 31 Maret 2020

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/is-water-fasting-safe-4588873
Diakses pada 31 Maret 2020

Artikel Terkait