Manfaat Vitamin D, Mulai dari Kesehatan Tulang hingga Mengurangi Depresi

Dapat mengurangi depresi menjadi salah satu manfaat vitamin D yang menakjubkan
Salah satu manfaat vitamin D, yaitu dapat mengurangi depresi

Berbagai vitamin dibutuhkan oleh tubuh agar dapat bekerja secara optimal, salah satunya adalah vitamin D. Vitamin ini dikenal memiliki kaitan erat dengan kesehatan tulang.

Akan tetapi, manfaat vitamin D tidak hanya sebatas tulang saja. Masih ada segudang manfaat lain dari vitamin ini bagi kesehatan tubuh, seperti mengurangi risiko depresi bahkan hingga kanker. Untuk mengetahui manfaat lengkapnya, mari kenali lebih jauh mengenai manfaat vitamin D.

Manfaat vitamin D untuk kesehatan

Meski disebut sebagai vitamin, sebetulnya vitamin D merupakan prohormon atau pendahulu hormon. Tidak seperti kebanyakan vitamin lainnya yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, vitamin D justru kebalikannya karena dapat dihasilkan langsung oleh tubuh. 

Tubuh manusia mampu menghasilkan vitamin D melalui kontak langsung dengan paparan sinar matahari pagi. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan atau suplemen tertentu. Beberapa manfaat vitamin D untuk kesehatan, antara lain:

  • Menjaga kesehatan tulang

Vitamin D memiliki peran yang penting dalam mengatur kalsium dan menjaga kadar fosfor dalam darah. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh dalam menjaga kesehatan tulang. 

Selain itu, vitamin D juga dapat membantu penyerapan kalsium yang dapat mendorong pertumbuhan dan pemeliharaan tulang yang kuat dan sehat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika vitamin D sangat penting untuk menangkal penyakit tulang, seperti rakitis, osteomalacia, dan osteoporosis.

  • Mendorong penurunan berat badan

Dalam sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari mampu menurunkan berat badan dengan lebih efektif ketimbang orang yang mengonsumsi suplemen plasebo. 

Para ilmuwan juga mengatakan bahwa kalsium dan vitamin D tambahan memiliki efek yang dapat menekan nafsu makan sehingga mendorong terjadinya penurunan berat badan. 

  • Melindungi diri terhadap infeksi saluran pernapasan

Dalam sebuah tinjauan pada tahun 2018 yang merangkum beberapa penelitian, dinyatakan bahwa vitamin D memiliki efek perlindungan terhadap virus influenza. 

Selain itu, satu ulasan dari 25 uji coba terkontrol yang melibatkan sekitar 11.300 orang menunjukkan peserta yang kekurangan vitamin D mengalami penurunan risiko infeksi pernapasan sekitar 12 persen setelah mengonsumsi suplemen vitamin D. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi kedua efek tersebut.

  • Meningkatkan peluang untuk hamil

Setelah menganalisis beberapa studi dengan melibatkan wanita yang menjalani program bayi tabung, para peneliti dari Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development menemukan bahwa wanita dengan kadar vitamin D yang lebih tinggi memiliki tingkat keberhasilan hamil yang lebih tinggi juga. 

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa calon ibu yang kadar vitamin D-nya memadai sebelum kehamilan memiliki kemungkinan 10 persen lebih besar untuk hamil, dan risiko keguguran pun berkurang 12 persen ketika hamil. 

Sementara, sebuah tinjauan studi pada tahun 2019 menunjukkan bahwa wanita hamil yang kekurangan vitamin D memiliki risiko lebih besar terkena preeklampsia dan kelahiran prematur.

  • Mengurangi risiko kanker

Berbagai penelitian juga menunjukkan jika vitamin D dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu, yakni kanker payudara, usus besar, kandung kemih, dan hati. Penelitian lain juga menemukan  kadar vitamin D yang tinggi selama perawatan kanker, tingkat kematiannya menjadi 50 persen lebih rendah.

  • Mengurangi depresi

Vitamin D dianggap memainkan peran yang penting dalam mengatur suasana hati dan mengurangi depresi. Dalam sebuah studi, para ilmuwan menemukan bahwa orang dengan depresi yang diberi suplemen vitamin D mengalami perbaikan pada gejalanya.

Sementara, dalam studi lain pada para penderita fibromyalgia, para peneliti menemukan jika kecemasan dan depresi lebih sering terjadi pada mereka yang kekurangan vitamin D. 

Kekurangan vitamin D

Berbagai faktor dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk mendapat vitamin D dalam jumlah yang cukup. Faktor-faktor tersebut, yakni berada di daerah dengan polusi yang tinggi, menggunakan tabir surya, menghabiskan lebih banyak waktu dalam ruangan, dan memiliki kulit yang lebih gelap. Ketika tubuh mengalami kekurangan vitamin D, gejala-gejala di bawah ini bisa timbul:

  • Kelelahan
  • Nyeri tulang dan punggung
  • Suasana hati yang buruk
  • Kerontokan rambut
  • Nyeri otot
  • Gangguan pada kesembuhan luka
  • Penyakit atau infeksi biasa.

Jika kekurangan vitamin D ini terus berlanjut untuk waktu yang lama, berbagai komplikasi, seperti masalah kardiovaskular, masalah autoimun, penyakit neurologis, komplikasi kehamilan, dan kanker tertentu, bisa saja terjadi.

Oleh sebab itu, Anda harus berupaya untuk mendapatkan vitamin D yang memadai. Tak hanya dari sinar matahari, namun juga dari asupan tertentu. Beberapa makanan mengandung vitamin D secara alami, di antaranya:

  • Ikan salmon
  • Ikan sarden
  • Kuning telur
  • Udang
  • Susu fortifikasi
  • Sereal fortifikasi
  • Yogurt fortifikasi
  • Keju
  • Hati sapi
  • Jamur

Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin D. Sebelum mengonsumsinya, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk mendapat arahan dosis yang tepat.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161618#sources-of-vitamin-d
Diakses pada 26 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/benefits-vitamin-d#how-much-you-need
Diakses pada 26 Februari 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/vitamin-d/vitamin-d-health-benefits-what-it-can-cant-your-body/
Diakses pada 26 Februari 2020
Womans Day. https://www.womansday.com/health-fitness/a23645276/what-is-vitamin-d-good-for/
Diakses pada 26 Februari 2020

Artikel Terkait