Manfaat Unsalted Butter untuk Bayi yang Wajib Diketahui Para Ibu

(0)
20 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Manfaat unsalted butter untuk bayi adalah sumber lemak yang baikUnsalted butter dapat menyediakan lemak tanpa garam bagi bayi
Penggunaan mentega tawar (unsalted butter) pada makanan pendamping air susu ibu (MPASI) bukan lagi hal yang asing bagi sebagian ibu. Lalu, apa manfaat unsalted butter untuk bayi? Apa pula bedanya dengan mentega biasa yang beredar di pasaran?Unsalted butter pada dasarnya adalah mentega yang terbuat dari susu sapi yang dipisahkan dengan kandungan lainnya sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas. Bedanya, unsalted butter tidak ditambah dengan garam sehingga rasanya tawar, sementara mentega tanpa embel-embel unsalted mengandung 90 gram garam per satu sendok teh sehingga rasanya asin.Penambahan garam bukan hanya bertujuan memberi rasa asin pada mentega, namun juga meningkatkan masa simpan alias membuatnya lebih awet. Karena unsalted butter tidak mengandung garam, tidak heran bila rasanya lebih segar, namun tanggal kadaluwarsanya lebih cepat dibanding mentega biasa.Selain soal penambahan garam tersebut, tidak ada perbedaan lain pada unsalted dan salted butter. Keduanya sama-sama mengandung 100 kalori dan 12 gram lemak dengan 7 gram di antaranya adalah lemak jenuh.Bagi orang dewasa, konsumsi lemak jenuh yang berlebihan memang dapat mengakibatkan penyakit kronis, seperti sakit jantung. Namun anak berusia di bawah 2 tahun memiliki kondisi tubuh berbeda yang justru baik bila diberi makanan penuh lemak, sekalipun dengan kadar saturated fat yang cukup tinggi seperti butter ini.

Berapa banyak pemberian unsalted butter untuk bayi yang aman?

Akademi Kedokteran Anak Amerika Serikat (AAP) menyarankan untuk tidak membatasi pemberian lemak tambahan, termasuk unsalted butter untuk bayi. Meski demikian, Departemen Kesehatan Australia menyarankan unsalted butter untuk bayi sebaiknya diberikan sekali-sekali saja, bukan setiap hari dalam jangka waktu yang panjang.Anda dapat memberi 1 sendok teh unsalted butter per 120 ml makanan bayi. Anda juga dapat menggunakan unsalted butter yang sudah dikemas per blok atau single serving yang lebih praktis.Sebagai alternatif lemak tambahan, Anda juga dapat menggunakan margarin atau minyak nabati dengan takaran yang disesuaikan. Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi mengenai porsi pemberian lemak tambahan, terutama jika anak Anda memiliki masalah kesehatan tertentu.

Alasan memberikan unsalted butter untuk bayi

Unsalted butter merupakan salah satu bentuk lemak tambahan yang sangat baik bagi bayi. Menurut AAP, bayi di bawah usia 2 tahun sangat disarankan untuk mendapat tambahan lemak pada setiap sajian MPASI yang dimakannya.Dari segi rasa, pemberian unsalted butter untuk bayi akan membuat rasa makanan lebih beraroma dan lebih lezat. Selain itu, lemak tambahan ini dapat menjadi sumber kalori bagi bayi, membuat Si Kecil merasa kenyang, sekaligus membantu tubuhnya menyerap vitamin dan mineral.Selain itu, unsalted butter untuk bayi juga memiliki berbagai manfaat lain, seperti:
  • Membantu otak dan sistem saraf tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usia bayi
  • Membuat tubuh lebih mudah menyerap vitamin A, D, E, K
  • Menjadi pondasi pembentukan hormon
  • Memisahkan jaringan sistem saraf di seluruh tubuh
  • Membantu bayi cepat kenyang sehingga mereka tidak makan berlebihan dan menjadi kegemukan.
Unsalted butter baik bagi bayi dan dapat menjadi alternatif yang aman bagi MPASI bayi dibanding salted butter alias mentega biasa. Pasalnya bayi di bawah 1 tahun sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 1 gram garam per hari sehingga Anda sebisa mungkin tidak menambahkan zat yang mengandung sodium tersebut ke dalam makanan bayi.Sedangkan pada anak yang berusia 1-3 tahun, garam bisa diberikan asal tidak lebih dari 2 gram per hari. Konsumsi garam berlebihan dikhawatirkan membebani ginjal bayi yang akan menimbulkan masalah kesehatan pada Si Kecil di kemudian hari.Meski relatif aman dikonsumsi, unsalted butter juga bisa menimbulkan reaksi alergi, terutama pada bayi yang sangat sensitif terhadap susu sapi, terutama kandungan kasein (protein) di dalam susu. Bila bayi memiliki riwayat ini, sebaiknya pilih jenis lemak tambahan dari sumber yang lain.Anda juga sebaiknya mengevaluasi pemberian unsalted butter untuk bayi bila ia menunjukkan tanda-tanda alergi. Bayi yang mengalami alergi biasanya menunjukkan tanda-tanda, seperti keluar bintik kemerahan, merasa gatal, maupun sering bersin-bersin.
makanan bayi
Cooking Light. https://www.cookinglight.com/cooking-101/techniques/salted-unsalted-butter
Diakses pada 4 Juli 2020
Parents. https://www.parents.com/recipes/baby-food/new-foods-to-feed-baby/?
Diakses pada 4 Juli 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/fat.html
Diakses pada 4 Juli 2020
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/childrens-health/how-much-salt-do-babies-and-children-need/
Diakses pada 4 Juli 2020
Children’s Hospital San Francisco. https://www.ucsfbenioffchildrens.org/education/ways_to_add_calories_into_your_babys_food/
Diakses pada 4 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods/butter
Diakses pada 4 Juli 2020
Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/about-fat-in-your-childs-diet
Diakses pada 4 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/casein-allergy-overview
Diakses pada 4 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait