Mengenal Bebagai Manfaat Udang untuk Kesehatan


Manfaat udang cukup beragam untuk kesehatan. Mulai dari menurunkan berat badan hingga mencegah rambut rontok bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi udang.

(0)
30 Dec 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Manfaat udang untuk dietWalau tinggi kolesterol, udang menjadi salah satu panganan yang penuh khasiat
Bicara soal makanan laut, udang mungkin menjadi favorit banyak orang. Selain enak dan lezat, udang memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan. Manfaat udang dimulai dari menurunkan berat badan, menyehatkan otak, sampai menjaga tulang.Nutrisi udang pun tak main-main. Udang mengandung berbagai mineral (seperti mineral selenium dan zat besi), vitamin (seperti B12 dan B3), serta asam lemak baik omega-3 dan omega-6.Tak sampai di situ, makanan bahari ini pun mengandung molekul antioksidan astaxanthine serta iodin yang baik untuk otak. Lebih jelasnya, mari simak selengkapnya di bawah ini!

Beragam manfaat udang untuk kesehatan

Terdapat berbagai khasiat udang bagi kesehatan Anda. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Membantu dalam menurunkan berat badan

Udang sangat kaya dengan protein dan vitamin D, dengan sedikit karbohidrat. Dengan porsi nutrisi ini, udang dapat menjadi pilihan jika Anda tengah menjalankan diet untuk menurunkan bobot tubuh.
Manfaat udang untuk diet
Udang sangat cocok untuk makanan diet menurunkan berat badan
Udang juga memiliki kandungan zinc yang tinggi, yang dapat meningkatkan kadar leptin. Leptin sendiri merupakan hormon yang dapat membantu dalam menghindarkan Anda dari konsumsi makanan berlebih.

2. Menangkal penuaan dini

Salah satu kandungan udang adalah karetonoid jenis astaxanthine. Karetonoid ini memiliki efek antioksidan dan dapat membantu dalam mengurangi tanda penuaan yang disebabkan oleh sinar ultraviolet A (UVA) dan cahaya matahari.Tanpa perlindungan, cahaya matahari dan UVA dapat menimbulkan berbagai masalah kulit. Mulai dari bintik hitam, kerutan, hingga sunburn.

3. Mencegah rambut rontok

Manfaat udang juga berlaku untuk kesehatan rambut. Pasalnya, udang berpotensi mencegah kerontokan mahkota kepala ini.Lagi-lagi, nutrisi udang yang berperan dalam memberikan kebaikan tersebut adalah zinc. Kekurangan zinc telah dikaitkan dengan masalah rambut rontok, jadi pastikan asupannya cukup.

4. Menjaga kesehatan tulang

Protein dan mineral dalam udang, seperti kalsium, fosfor dan magnesium, dapat membantu dalam mencegah masalah tulang. Dengan melengkapi asupan protein dan mineral ini, Anda dapat menurunkan risiko berkurangnya massa dan kekuatan tulang yang dikaitkan dengan gejala osteoporosis.

5. Memelihara kesehatan otak

Ternyata manfaat udang memiliki asumsi yang berlawanan dengan istilah ‘otak udang’. Rutin mengonsumsi makanan laut ini justru dapat menjaga kesehatan otak Anda.Kadar zat besi dalam udang diperlukan untuk produksi hemoglobin, yang berperan untuk mengikat oksigen. Produksi hemoglobin yang optimal membantu dalam melancarkan aliran oksigen dalam tubuh, termasuk ke otak.Kecukupan oksigen di otak yang terpenuhi dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, serta kemampuan pemahaman.Astaxanthine dalam udang pun dilaporkan bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat, ketahanan sel otak, dan menurunkan risiko peradangan otak.

6. Menjaga kesehatan jantung

Studi menemukan bahwa 356 wanita yang mengkonsumsi kerang dan udang secara teratur memiliki kadar trigliserida dan tekanan darah yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kerang dalam makanan sehari-hari mereka.Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi udang secara teratur tidak memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.

7. Berpotensi mampu meredakan nyeri menstruasi

Manfaat udang selanjutnya ialah meredakan nyeri menstruasi. Sebab, udang mengandung asam lemak omega-3 yang menurut riset berpotensi ampuh untuk meredakan nyeri menstruasi.Selain itu, asam lemak omega-3 juga bisa meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi.Meski manfaat udang sangat beragam, konsumsinya tentu saja tidak boleh sembarangan. Ada hal-hal yang tetap perlu Anda perhatikan.

Adakah efek samping dan risiko konsumsi udang?

Beberapa pertimbangan di bawah ini perlu Anda perhatikan terkait konsumsi udang:

1. Merkuri

Seperti kebanyakan makanan laut, udang mengandung merkuri walau dalam jumlah yang sedikit. Merkuri dikenal berbahaya untuk kesehatan karena dapat mengganggu penglihatan dan membahayakan kesehatan janin.Untuk menurunkan risiko keracunan merkuri, mengonsumsi udang memang harus dalam batas yang wajar. Semua yang berlebihan tentu tidak baik, bukan?

2. Purin

Kadar purin yang terlalu tinggi bisa berbahaya, terlebih lagi bagi penderita gout (penyakit asam urat). Inilah yang membuat banyak orang meragukan manfaat udang.Asam urat bisa dipecah oleh purin dan dialirkan oleh ginjal ke tubuh atau ke luar tubuh. Pada sebagian orang, kandungan purin dalam udang tidak terlalu bermasalah. Namun jika Anda mengidap gout, konsumsi udang perlu dibatasi.

3. Alergi

Udang menjadi salah satu makanan yang kerap menimbulkan reaksi alergi. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati jika tiba-tiba ingin meningkatkan porsi konsumsi udang maupun makanan laut lain. artikel terkait

Bagaimana dengan kadar kolesterol dalam udang?

Banyak orang yang ragu mengonsumsi dan memetik manfaat udang karena kadar kolesterolnya yang terbilang tinggi. Dalam 85 gram udang saja, terkandung sekitar 166 mg kolesterol. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari jenis makanan laut lainnya.Walau begitu, kaitan antara makanan berkolesterol dan pengaruhnya terhadap kolesterol dalam darah terbilang kompleks. Sebuah studi menemukan bahwa anggapan kolesterol makanan pasti memengaruhi kolesterol darah tidak berlaku pada mayoritas individu.Pertama, hanya sebagian kecil orang yang sensitif terhadap kolesterol dari makanan. Ini berarti, kebanyakan orang sebenarnya tidak terkena dampak dari kolesterol tersebut. Apa alasannya?Pasalnya, organ hati juga melepaskan kolesterol ke dalam darah. Apabila Anda mengonsumsi makanan dengan kolesterol tinggi, hati akan otomatis mengurangi produksi kolesterol agar tetap seimbang.Kedua, para pakar menekankan bahwa makanan dengan kolesterol tinggi juga mengandung lemak jenuh. Hal ini tidak berlaku untuk udang, karena makanan laut ini rendah lemak jenuh.Ketiga, udang mengandung molekul antioksidan dan asam lemak omega-3. Kedua nutrisi ini justru menyehatkan untuk jantung.Walau tinggi kolesterol, kandungan nutrisi di dalamnya membuat udang cenderung tidak berbahaya untuk jantung. Namun Anda tetap disarankan untuk mengonsumsinya dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan agar manfaat udang bisa didapatkan secara optimal.

Cara memilih udang yang berkualitas dan mengolahnya

Dalam memilih udang, Anda disarankan untuk membeli udang dengan kulit yang transparan dan berwarna hijau keabu-abuan, cokelat kemerahan, atau merah muda. Tepi udang yang menghitam atau memiliki bintik-bintik hitam dapat menunjukkan adanya penurunan kualitas.Selain itu, udang mentah maupun matang harus memiliki aroma makanan laut yang lembut. Udang dengan bau amis atau amonia yang menyengat cenderung tidak aman untuk dikonsumsi.Saat mengolah udang, pastikan udang yang dimasak memiliki tekstur keras dan berwarna putih dengan sedikit warna merah atau merah muda. Jika memungkinkan, Anda bisa menanyakan kualitas udang dan cara mengolahnya pada penjual.
Manfaat udang direbus
Merebus menjadi salah satu teknik mengolah udang yang sehat
Bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum menyantap udang. Langkah ini dilakukan agar konsumsi udang tetap aman bagi kesehatan Anda sehingga manfaat udang pun bisa Anda dapatkan.
makanan sehatmakanan dietnutrisizat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-shrimp-healthy
Diakses pada 30 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315947.php
Diakses pada 30 Desember 2019
Organic Facts. https://www.organicfacts.net/health-benefits/animal-product/health-benefits-of-shrimp.html
Diakses pada 30 Desember 2019
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19631050/
Diakses pada 2 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait