7 Manfaat Tiram “Si Penjaga Ekosistem Laut” Bagi Tubuh

Salah satu manfaat tiram untuk kesehatan adalah kandungan oksidan DHMBA
Tiram merupakan salah satu produk laut yang disukai oleh pecinta seafood

Pecinta seafood atau olahan laut pasti mengenal tiram atau yang akrab disapa sebagai oyster. Beberapa orang bahkan mengonsumsi tiram secara mentah untuk merasakan tekstur dan kesegarannya secara langsung bersama beberapa tetes lemon.

Tiram sangat berperan dalam ekosistem laut karena berfungsi untuk menyaring polusi di air laut. Namun, Manfaat tiram bagi kesehatan sangat jarang dibahas dan sebagian besar orang mungkin tidak mengetahui khasiat olahan laut yang satu ini.

Mengenal manfaat tiram untuk kesehatan

Tiram sering ditemukan di lautan ataupun teluk dan dijadikan sebagai makanan laut yang cukup mahal. Tetapi, apakah tiram memang berkhasiat bagi kesehatan? Berikut adalah beberapa manfaat tiram yang jarang diketahui oleh orang-orang.

1. Rendah kalori

Jika Anda sedang menjaga atau ingin menurunkan berat badan, Anda bisa memanfaatkan tiram yang rendah kalori sebagai salah satu bahan makanan saat sedang diet. Dibandingkan dengan olahan lautnya, tiram memiliki kalori yang lebih rendah.

2. Mengandung antioksidan yang unik

Salah satu manfaat tiram terletak pada kandungan antioksidan uniknya yang dikenal sebagai DHMBA. Antioksidan ini ditemukan 15 kali lebih kuat dalam melawan radikal bebas daripada vitamin E sintetis Trolox.

Antioksidan unik dalam tiram ini juga diyakini membantu menjaga kesehatan organ hati, mengurangi oksidasi kolesterol jahat LDL yang dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah arteri, dan melindungi kerusakan pada sel organ hati.

Meskipun demikian, masih diperlukan lebih banyak riset untuk melihat manfaat antioksidan DHMBA dalam tiram pada manusia.

3. Memiliki protein yang lengkap

Meskipun memiliki ukuran yang kecil, tiram memiliki kandungan protein yang lengkap. Di dalam tiram ada sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh.

Protein dalam tiram bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan, mengurangi rasa lapar, dan memicu kemunculan hormon yang meningkatkan rasa kenyang, seperti hormon peptida YY dan kolesistokinin (CCK).

Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi hewan laut lainnya yang memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, seperti ikan tilapia.

4. Pilihan kerang yang rendah kolesterol

Dari semua jenis kerang, tiram adalah salah satu jenis kerang yang rendah kolesterol, karenanya Anda dapat memilih tiram saat ingin mengonsumsi kerang. Namun, tetap konsumsi kerang secukupnya saja.

5. Memiliki kadar lemak yang rendah

Selain memiliki kalori yang rendah, tiram memiliki kadar lemak yang rendah. Sayangnya, lemak dalam tiram merupakan lemak tersaturasi yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit jantung. Oleh karenanya, konsumsi tiram secukupnya saja.

6. Kaya akan zinc

Manfaat tiram lainnya juga terletak dalam kandungan zinc-nya. Senyawa zinc sangat berperan penting bagi kesehatan karena dapat menjaga daya tahan tubuh dan fungsi enzim tubuh.

7. Mengandung berbagai vitamin dan mineral

Meskipun tidak sebesar zinc, tiram juga memiliki beragam kandungan nutrisi lainnya yang penting bagi tubuh, seperti vitamin B-12, tembaga, selenium, zat besi, dan vitamin D

Tiram juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu mengurangi risiko Anda menderita diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Bahaya di balik manfaat tiram

Meskipun ada berbagai manfaat tiram untuk kesehatan, tetapi Anda perlu waspada saat akan mengonsumsinya. Berikut adalah beberapa risiko yang dapat dialami saat memakan tiram.

  • Mengandung bakteri dan virus

Tiram yang masih mentah bisa jadi mengandung bakteri vibrio yang dapat memicu diare, demam, muntah, infeksi dalam darah (sepsis), dan bahkan kematian, bila dikonsumsi.

Selain bakteri vibrio, virus tipe Norwalk juga dapat bersemayam dalam tiram mentah dan mengganggu kesehatan ketika dimakan. Cuci tiram dengan bersih.

  • Terpapar senyawa kimia berbahaya

Tidak hanya bakteri dan virus, senyawa kimia seperti logam berat merkuri dan timah dapat mengkontaminasi tiram dan membahayakan kesehatan Anda saat Anda mengonsumsi tiram mentah.

  • Keracunan zinc

Meskipun memiliki kandungan zinc yang tinggi, tetapi mengonsumsi tiram secara berlebih dapat mengakibatkan keracunan zinc yang dapat memicu masalah kesehatan, seperti penurunan kandungan zat besi dan tembaga dalam tubuh.

Secara garis besar, Anda dapat mengonsumsi tiram dengan aman sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu. Anda dapat mengurangi risiko dari mengonsumsi tiram dengan mencucinya dengan bersih dan memasaknya secara matang.

Jika Anda memiliki alergi seafood, jangan mengonsumsi tiram yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Apabila Anda mengalami reaksi alergi sehabis mengonsumsi tiram, hentikan konsumsi tiram atau konsultasikan pada dokter.

Catatan dari SehatQ

Anda tidak perlu ragu untuk mengonsumsi tiram karena ada beragam manfaat tiram bagi kesehatan. Akan tetapi, konsumsilah tiram secukupnya saja dan pilihlah tiram yang masih segar serta tidak terkontaminasi dengan racun atau senyawa berbahaya lainnya.

Orang yang menderita gangguan imunitas atau sedang menjalani kemoterapi, wanita yang sedang hamil, anak-anak, dan kaum lansia tidak disarankan untuk mengonsumsi tiram mentah.

Sebaiknya cuci tiram sampai bersih dan masak tiram sampai matang daripada mengonsumsi secara mentah. Konsultasikanlah dengan dokter apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu sebelum mengonsumsi tiram.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/oysters
Diakses pada 13 Maret 2020

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/400844-are-oysters-good-for-you/
Diakses pada 13 Maret 2020

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/505960-oyster-benefits-and-bad-effects/
Diakses pada 13 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26624520
Diakses pada 13 Maret 2020

Artikel Terkait