Inilah Manfaat Tidur Siang Bagi Anak, Orangtua Wajib Tahu

Anak yang selalu tidur siang mengalami peningkatan prestasi akademis
Anak yang selalu tidur siang mengalami peningkatan performa akademis

Tak berhenti bermain sedari pagi, lompat ke sana kemari, dan belum menunjukkan tanda-tanda akan beristirahat. Orangtua pasti familiar dengan situasi ini, ketika anak menolak untuk tidur. Padahal, manfaat tidur siang bagi anak begitu signifikan.

Apakah manfaat tidur siang bagi anak hanya sekadar urusan kesehatan saja? Ternyata jauh lebih dari itu. Manfaatnya bisa meliputi perilaku hingga prestasi akademis di sekolah.

Bila melihat manfaat tidur siang bagi anak secara instan, tentu akan berkaitan dengan mood yang membaik hingga energi pulih. Namun sayangnya, masih banyak anak-anak yang menolak dan memilih untuk terus saja bermain ketimbang tidur siang.

Manfaat tidur siang bagi anak

Para peneliti dari University of Pennsylvania dan University of California menggali lebih dalam tentang manfaat tidur siang bagi anak. Mereka meneliti sedikitnya 3,000 anak yang duduk di kelas 4, 5, dan 6 SD berusia 10-12 tahun.

Topik utama penelitian ini adalah mencari hubungan antara tidur siang dengan rasa bahagia, pengendalian diri, mengurangi masalah perilaku, dan IQ yang lebih tinggi terutama bagi anak yang duduk di kelas 6 SD.

Hasilnya, anak-anak yang tidur siang sekitar 30-60 menit setiap pekannya mengalami peningkatan performa akademis hingga 7,6%.

Sementara anak-anak yang merasa mengantuk di siang hari akibat kurang tidur ternyata berdampak pada setidaknya 20% anak-anak yang dilibatkan dalam penelitian.

Tidur siang dan perilaku anak

Penelitian itu tidak berhenti sampai di situ saja. Mereka juga meneliti keterkaitan antara frekuensi tidur siang dengan perilaku anak. Studi dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan catatan dari guru yang mengamati jika ada perubahan sikap dari murid mereka.

Hasilnya, manfaat tidur siang bagi anak sama baiknya seperti tidur sepanjang malam. Terutama ketika anak harus berhadapan dengan aktivitas-aktivitas kognitif sehari-hari.

Semakin rutin anak-anak menyempatkan tidur di siang hari, semakin banyak dampak positifnya bagi perilaku mereka. Contohnya adalah anak-anak yang bisa mengingat dengan lebih baik berkat kebiasaan tidur siang rutin.

Bagaimana mengajak anak tidur siang?

Memang manfaat tidur siang begitu banyak mulai dari dampak bagi kesehatan hingga perilaku anak. Namun tidak semua orangtua bisa dengan mudah memberi instruksi untuk tidur kepada anak-anak mereka.

Anak-anak pasti lebih tertarik untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal yang lebih menarik dan menuntaskan rasa penasarannya.

Untuk itu, berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Bangun mood

Anak-anak bisa mengingat dengan baik rutinitas hingga gerak-gerik sekecil apapun. Semisal waktunya membaca buku bersama orangtua dan pijatan halus di punggung berarti waktunya tidur.

Bangunlah mood yang sama di siang hari sehingga anak menangkap sinyal waktu untuk tidur siang. Sebisa mungkin, lakukan di tempat yang sama dalam waktu yang sama pula.

  • Kenali rasa kantuk anak

Ketika anak terlihat menguap atau mulai menggosok mata, itu bisa jadi sinyal bahwa ia merasa mengantuk. Sebelum anak terdistraksi dengan hal lain yang lebih menarik, segera ajak ke kamar yang dingin, tidak silau, dan tidak banyak gangguan.

  • Tidak perlu terlalu lama

Tak perlu memaksakan tidur siang terlalu lama. Waktu sekitar 30-60 menit saja cukup untuk memastikan bahwa mereka tidur siang dengan berkualitas. Apalagi, terlalu lama tidur siang dapat membuat anak sulit untuk tidur di malam hari.

Dengan sederet manfaat tidur siang bagi anak, maka tak ada salahnya mengajak mereka untuk membangun rutinitas ini. Meskipun singkat, tidur siang rupanya membawa banyak dampak positif.

Selain itu, waktu tidur siang juga bisa menjadi waktu bagi mereka untuk tidak terus menerus terpapar layar atau gadget. Kenali bagaimana suasana tidur siang yang disukai buah hati Anda, dan bantu mereka membangun rutinitas itu dengan rutin.

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/napping
Diakses pada 15 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/raising-fit-kids/recharge/kids-naps#1
Diakses pada 15 Juni 2019

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2019/05/190531135828.htm
Diakses pada 15 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed