Tertawalah, karena Manfaat Tertawa Sangat Menyehatkan Tubuh dan Pikiran!

Manfaat tertawa yang dapat dirasakan adalah mengurangi depresi dan melawan stres
Manfaat tertawa tidak hanya dapat mengurangi depresi dan melawan stres, tapi juga meningkatkan kesehatan.

Menertawakan suatu hal adalah kegiatan di waktu senggang yang menyenangkan. Isi waktu luang Anda dengan mencari berbagai cerita lucu dari Internet dan tertawalah! Anda pun bisa membagikan konten-konten lucu tersebut kepada orang-orang terdekat. Jadi, bukan hanya Anda yang bisa merasakan manfaat tertawa bagi tubuh.

Saat jari-jari Anda mulai mengetikkan kata “lelucon lucu” di mesin pencari, sebuah pemikiran terlintas di benak Anda. “Apakah benar tertawa dapat memberikan suatu manfaat, atau tertawa hanyalah suatu cara untuk membuang-buang waktu?”

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, tertawa tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat bagi diri Anda! Bahkan karena manfaatnya, kini tertawa dijadikan sebuah terapi. Sebuah penelitian dilakukan di Korea tahun 2017, untuk melihat efek terapi tertawa. Hasilnya, para pasien yang menjalani terapi tersebut, mampu mengatasi depresi yang sebelumnya dialami. Selain itu, kualitas tidur pun meningkat.

Manfaat Tertawa bagi Kesehatan

Tertawa tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan depresi dan meningkatkan kualitas tidur. Anda bahkan bisa mengurangi stres, menjaga kesehatan, mengurangi rasa sakit, hingga melawan kelupaan, dengan tertawa.

1. Mengatasi Stres

Tertawa dapat menghadirkan suasana yang lebih rileks dan meningkatkan suasana hati Anda. Otot-otot akan menjadi rileks saat Anda tertawa. Selain itu, tertawa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta mengurangi respons terhadap stres. Oleh karena itu, Anda bisa merasa lebih tenang.

Sementara itu, peningkatan endorfin dan serotonin karena tertawa, dapat memperbaiki mood Anda, dan memiliki efek yang serupa dengan antidepresan. Oleh karenanya, Anda bisa menjadikan tertawa sebagai salah satu cara untuk menghadapi masalah yang sedang dialami.

2. Meningkatkan dan Menjaga Kesehatan

Stres dan pemikiran-pemikiran negatif dapat menurunkan sistem imun. Sebaliknya, pemikiran-pemikiran positif membuat tubuh Anda mengeluarkan neuropeptida yang dapat melawan stres, dan menangkal penyakit. Tertawa dapat memberikan manfaat yang besar untuk organ-organ kardiovaskular Anda.

Penelitian yang dilakukan di Jepang pada tahun 2016 mengenai efek tertawa terhadap penyakit kardiovaskular pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan, lansia yang tiap hari tertawa, secara umum memiliki penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Selain berolahraga teratur, tertawa pun bisa meningkatkan kesehatan Anda.

3. Mengurangi Rasa Sakit

Saat tertawa, tubuh akan melepaskan pereda sakit secara alamiah. Sebuah penelitian dilakukan di Inggris tahun 2012, untuk mencari relasi antara tertawa dan daya tahan tubuh terhadap rasa sakit.

Hasilnya, responden mengalami peningkatan ketahanan terhadap rasa sakit, setelah tertawa. Peningkatan ini disebabkan oleh pelepasan endorfin dalam tubuh, yang bersifat analgesik, atau meredakan rasa sakit. Oleh karena itu, saat merasa kesakitan, cobalah untuk tertawa!

4. Melawan Lupa

Peningkatan hormon kortisol karena stres dapat merusak neuron tertentu dalam otak, dan berefek negatif pada aktivitas belajar dan memori Anda. Sebuah penelitian di Amerika pada tahun 2014 mengungkap efektivitas dari humor terhadap fungsi memori jangka pendek.

Berdasarkan penelitian tersebut, tertawa bisa menurunkan hormon kortisol, dan meningkatkan kemampuan belajar, serta daya ingat. Jadi sebenarnya, Anda tidak perlu mengonsumsi berbagai suplemen untuk meningkatkan daya ingat. Cukup dengan tertawa, Anda bisa menjaga kesehatan otak.

Jadi, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk beristirahat sejenak dan mulai menyisihkan sedikit waktu untuk membaca cerita maupun konten-konten lucu. Semakin sering Anda tertawa, maka semakin banyak manfaat yang Anda rasakan.

American Physiological Society.
http://www.the-aps.org/mm/hp/Audiences/Public-Press/Archive/2014/8.html
Diakses pada 6 Maret 2019

Bains, G., Berk, L., Daher, N., Lohman, E., Petrofsky, J., Schwab, E., & Deshpande, P. (2014). Effectiveness of humor on short-term memory function and cortisol levels in age matched elderly and diabetic subjects vs. control group. FASEB Journal, 28(1).

Dunbar, R.I.M., Baron, R., Frangou, A., Pearce, E., Leeuwen, E.J.C.V., Stow, J., Partridge, G., MacDonald, I., Barra, V., & Vugt, M.V. (2012). Social laughter is correlated with an elevated pain threshold. Proceedings of the Royal Society Biological Sciences, 279, 1161-1167.

Han, J.H., Park, K.M., & Park, H. (2017). Effects of laughter therapy on depression and sleep among patients at long term care hospitals. Korean Journal of Adult Nursing, 29(5), 560-568.

Hayashi, K., Kawachi, I., Ohira, T., Kondo, K., Shirai, K., & Kondo, N. (2016). Laughter is the best medicine? A cross-sectional study of cardiovascular disease among older Japanese adults. Journal of Epidemiology, 26(10), 546-552 .doi: 10.2188/jea.JE20150196

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/stress-relief/art-20044456
Diakses pada 5 Maret 2019

Psychology Today.
https://www.psychologytoday.com/intl/blog/neuronarrative/201707/six-science-based-reasons-why-laughter-is-the-best-medicine
Diakses pada 5 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed