Manfaat Terapi Menulis Jurnal, Cara Efektif Berdamai dengan Trauma


Terapi menulis merupakan bagian dari art therapy. Terapi menulis mendorong seseorang mengutarakan perasaannya lewat tulisan. Mulai dari puisi hingga jurnal. Manfaatnya, membantu mengurangi stres dan depresi.

(0)
08 Apr 2021|Azelia Trifiana
Menulis dapat membantu Anda mengatasi rasa stresMenulis dapat membantu Anda mengatasi rasa stres
Bagi Anda yang mengalami rasa stres atau depresi, mungkin bisa mencoba terapi menulis. Terapi ini masih termasuk dalam art therapy.Terapi menulis digunakan oleh beberapa ahli kesehatan mental untuk mengatasi stres dan depresi dan kecemasan dalam diri seseorang. Bentuknya beragam mulai dari menulis jurnal, menulis diari, hingga puisi sekalipun. Lewat media ini, seseorang bisa mengekspresikan apa yang mengganjal dalam dirinya.

Jenis dan contoh terapi menulis

Ada beberapa jenis media untuk terapi menulis, di antaranya:
  • Puisi
  • Narasi
  • Dialog
  • Storytelling
  • Cerita humor
  • Jurnal
Manapun jenisnya sama-sama bagus karena bisa dengan mudah mengadaptasikannya ke masalah atau situasi yang tengah dihadapi. Umumnya, terapis menggunakan metode ini untuk meningkatkan  efektivitas terapis individu maupun kelompok.Lebih jauh lagi, begini contoh terapi menulis yang menjadi wadah seseorang mengungkapkan apapun yang dirasakannya:
  • Menulis tentang tema spesifik seperti menggambarkan bagaimana depresi yang dirasakan
  • Menulis surat kepada orang atau subjek target kemarahan
  • Menulis surat untuk obat yang membuat ketergantungan dan menggambarkan seberapa pentingnya
  • Menulis diari harian untuk mengenali perasaan
  • Memantau perilaku baru seperti berhenti mengonsumsi obat-obatan
Tahapannya adalah dengan menuliskan apa topiknya. Kemudian, lakukan review dan refleksikan dengan cara menutup mata serta mengambil napas panjang. Selidiki juga perasaan apa yang muncul di hati Anda selama 5-15 menit.Ketika terapi ini sudah dilakukan secara berkala, terapis akan meminta untuk membaca ulang. Dengan demikian, akan ada pemahaman lebih baik tentang diri sendiri.Manfaat terapi menulisTerapi menulis juga bisa menjadi pilihan bagi remaja yang menghadapi masalah karena mereka kerap kewalahan dengan perasaan serta emosi yang muncul. Mereka belum tahu secara pasti bagaimana cara menghadapi situasi sulit dengan tepat.Dalam konteks menulis jurnal atau buku harian sendiri, tidak semua orang bisa dengan mudah melakukannya. Ada individu yang memang suka menulis, ada pula yang tidak. Di sinilah pentingnya peran terapis berlisensi untuk membantu mengekspresikan perasaan dalam tulisan.Lebih jauh lagi, ada banyak manfaat terapi menulis, di antaranya:
  1. Terapi gangguan psikologis
Manfaat paling utama dari terapi menulis adalah efektif sebagai bagian dari penanganan berbagai gangguan psikologis mulai dari depresi, cemas berlebih, OCD, penyalahgunaan zat tertentu, gangguan makan, hingga penyakit kronis. Bahkan, menulis juga bisa menjadi media berdamai dengan kesedihan atau kehilangan. Menulis ini merupakan solusi masalah interpersonal, komunikasi, hingga bagi yang merasa rendah diri. 
  1. Menajamkan daya ingat
Terapi dengan menulis jurnal sangat efektif membantu meningkatkan daya ingat hingga merekam kejadian demi kejadian penting setiap harinya. Bahkan, menuangkannya dalam tulisan saja sudah bisa membuat seseorang merasa lebih rileks di penghujung hari. 
  1. Meredakan stres
Bagi individu yang mengalami kejadian sangat memicu stres atau traumatis, menulis secara ekspresif bisa menimbulkan efek penyembuhan cukup signifikan. Umumnya, terapis akan meminta subjek menuliskan pengalaman traumatis mereka selama 15 menit selama beberapa hari dalam seminggu. 
  1. Menemukan sudut pandang baru
Menuangkan apa yang ada di pikiran dalam tulisan juga bisa membantu melihat berbagai hal dari perspektif baru. Bahkan, menulis dapat menemukan makna dari situasi yang memicu stres maupun pengalaman negatif sekalipun. 
  1. Kualitas hidup lebih baik
Terapis yang telah menggunakan metode ini juga menemukan bahwa klien mereka memiliki kesehatan lebih baik setelah rutin menulis. Klien lebih jarang sakit karena sistem kekebalan tubuh mereka meningkat. Bahkan, subjek yang merupakan murid sekolah atau mahasiswa juga menunjukkan peningkatan nilai akademis.Menulis untuk menyelami pikiran Sebenarnya, bukan metodenya yang menjadi tolok ukur efektif tidaknya terapi menulis. Kekuatan dari terapi ini ada pada pikiran subjeknya, bukan pada kertas atau alat tulisnya. Tak harus menulis, ada pula terapis yang meminta kliennya menuliskan surat elektronik kepadanya ketika stres atau kecemasan mulai kambuh.Tujuan dari terapi menulis bukan agar mudah dimengerti orang lain, melainkan untuk membuat cerita lengkap yang bisa terhubung dengan memori tertentu. Ketika seseorang menceritakan kejadian traumatis dalam bentuk tulisan, ini dapat membantu menghentikan siklus pikiran yang berdampak buruk bagi mental.Kunci dari terapi menulis ini adalah menggali emosi dan perasaan sedalam-dalamnya. Utamanya, pikiran yang negatif atau traumatis. Membiasakan diri terpapar dengan emosi ini perlahan dapat membuat mental tercerahkan.Di sisi lain, menuangkan pula harapan atau optimisme masa depan dalam bentuk tulisan juga dapat membantu berdamai dengan pengalaman traumatis. Fokus pada hal-hal positif juga dapat membantu meredakan trauma.Mana metode yang paling tepat ketika akan melakukan terapi menulis mungkin berbeda-beda antara satu orang dan lainnya. Namun yang terpenting adalah tetap konsisten menulis dan menggali perasaan sedalam-dalamnya.Catatan dari SehatQMeski terapi menulis memiliki pro kontra, tetapi banyak juga yang mendapatkan manfaat positif dari mengutarakan perasaannya ke dalam tulisan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar manfaat terapi menulis terhadap kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
mengatasi depresikesehatan mentalstres
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/writing-therapy-for-troubled-teens-2610441
Diakses pada 25 Maret 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/ulterior-motives/200910/trauma-and-the-benefits-writing-about-it
Diakses pada 25 Maret 2021
Positive Psychology. https://positivepsychology.com/writing-therapy/
Diakses pada 25 Maret 2021
APA. https://www.apa.org/monitor/jun02/writing
Diakses pada 25 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait