Temulawak dan Jahe, Rahasia di Balik Racikan Jamu Presiden Jokowi

Jokowi rajin minum jamu temulawak dan jahe untuk kebugaran dan menjaga kesehatan
Presiden Jokowi sehari-hari mengonsumsi jamu temulawak dan jahe

Di awal tahun 2019, Presiden Joko Widodo membeberkan kebugaraannya. Jamu dengan campuran temulawak dan jahe, ternyata menjadi kunci dari staminanya yang stabil, di samping aktivitasnya sehari-hari.

Jamu yang biasa diminum Presiden Jokowi, mengandung 80% temulawak dan 20% jahe. Ia meminumnya setiap pagi, bahkan sebelum sarapan. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi mengaku sudah rutin mengonsumsinya sejak 17-18 tahun terakhir.

Berita ini mungkin sudah tidak aneh bagi Anda. Sebab, temulawak dan jahe memang dikenal memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Sebenarnya, apa kandungan kedua tanaman obat ini, dan khasiatnya?

[[artikel-terkait]]

Manfaat temulawak dan jahe bagi tubuh

Jahe mengandung banyak vitamin dan mineral, sehingga tidak heran, tanaman ini populer digunakan untuk pengobatan. Jahe mengandung vitamin B2, B3 dan B6, vitamin C, folat, dan fosfor. Nutrisi seperti niasin, dan serat juga bisa Anda temukan pada tanaman ini.

Selain itu, jahe juga memiliki zat penting seperti:

  • Zat besi
  • Kalium
  • Magnesium
  • Zinc

Khasiat jahe dan temulawak yang mungkin tidak Anda sangka

Manfaat jahe yang bisa Anda dapatkan yakni:

  • Mengurangi nyeri karena peradangan. Jahe banyak diolah menjadi suplemen untuk meredakan radang sendi.
  • Mengurangi kadar gula dalam darah
  • Memperkecil risiko kanker
  • Meredakan kram saat menstruasi
  • Mencegah pilek

Sementara itu, temulawak banyak digunakan untuk gangguan pencernaan, misalnya rasa kekenyangan, pencernaan yang lambat, serta perut kembung. Manfaat temulawak tersebut cenderung didasarkan pada pengalaman, sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat ini. 

Meski demikian, Europe Medicines Agency menyatakan manfaat tersebut tetap masuk akal. Sebab, jahe dan temulawak telah digunakan dengan aman, untuk pengobatan tradisional. 

Perhatikan ini sebelum mengonsumsi temulawak dan jahe

Temulawak tetap dapat menyebabkan efek samping. Efek samping tersebut berupa iritasi pada perut, serta mulut yang menjad kering.

Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari temulawak. Sebab, belum ada manfaat yang jelas dari tanaman ini untuk kehamilan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi temulawak, jika sedang hamil. 

Meski sehat, jahe juga memiliki efek samping yang mungkin terjadi, jika dikonsumsi secara berlebihan.  Anda disarankan untuk tidak mengonsumsinya lebih dari 4 gram dalam satu hari.

Efek samping yang umum terjadi yakni diare, rasa tidak nyaman pada perut, iritasi pada kulit, serta menstruasi berkepanjangan. Maka dari itu, Anda disarankan untuk lebih bijaksana dalam mengonsumsinya.

Anda juga harus mencari pertolongan medis, apabila mengalami tanda-tanda alergi, seperti sulit bernapas, serta pembengkakan pada leher, wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah.

Tak hanya jahe, penggunaan temulawak sebagai bahan pengobatan, juga tidak boleh berlebihan. Anda disarankan mengonsumsi temulawak, maksimal selama 19 minggu. Lebih dari itu, temulawak dapat memicu terjadinya iritasi pada perut serta membuat Anda merasa mual.

European Medicines Agency. https://www.ema.europa.eu/en/medicines/herbal/curcumae-xanthorrhizae-rhizoma
Diakses pada 21 Juni 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/diet/ginger-nutrition-facts-health-benefits-alternative-uses-more/
Diakses pada 21 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/ginger-tea-side-effects#side-effects
Diakses pada 21 Juni 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/135427-the-benefits-curcuma/
Diakses pada 21 Juni 2019

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://setkab.go.id/rahasia-selalu-prima-presiden-jokowi-mengaku-rutin-minum-temu-lawak-dan-kelapa-hijau/
Diakses pada 21 Juni

Web MD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-532/javanese-turmeric
Diakses pada 21 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed