Tanaman temu kunci dapat diolah menjadi jamu yang menyehatkan
Temu kunci mudah ditemui di Indonesia

Indonesia sangat kaya akan rempah yang kerap digunakan sebagai bahan alami pembuat obat tradisional, salah satunya adalah temu kunci. Apa itu temu kunci dan apa saja khasiatnya bagi kesehatan manusia?

Temu kunci (Boesenbergia pandurata) adalah tanaman herba yang tumbuh rendah serta merayap di dalam tanah. Batangnya juga lebih banyak tumbuh di dalam tanah sebagai rimpang, berwarna kuning kecokelatan, dan tumbuh menebal dengan ukuran 5-30 x 0,5-2 cm.

Salah satu ciri khas dari temu kunci adalah aroma yang dikeluarkannya. Tak heran bila masyarakat Indonesia kemudian mengolahnya sebagai jamu yang dipercaya memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Kandungan dalam temu kunci

Meski bentuk rimpangnya kecil, temu kunci tetap menyimpan berbagai khasiat untuk kesehatan. Penelitian mengungkap bahwa dalam 100 gram temu kunci terdapat kandungan yang dapat bermanfaat untuk manusia, seperti:

  • Air 12 gram
  • Protein 20 gram
  • Nitrogen 3,2 gram
  • Gula 12 gram
  • Zat larut 80 persen etanol 52 gram
  • Zat larut air 21 gram
  • Abu 6 gram
  • Flavon dan flavonon (pinostrobin, alpinetin dan pinosembrin)
  • Monoterpenoid (geranedial dan neral)
  • Calkone (kardamonin)

Selain itu, temu kunci juga mengandung minyak atsiri, yakni sebesar 1-3 persen bobot kering atau 0,2-0,5 persen bobot segar. Kandungan minyak atsiri terdiri atas senyawa utama 1,8-sineol (18-41 persen), kamfor (13 persen), d-borneol (9,2 persen), d-pinena (4,1 persen), zingiberena (2,7 persen), kurkumin (0,9 persen) dan zeodarina (0,7 persen).

Khasiat temu kunci untuk kesehatan

Berdasarkan kandungan-kandungan di atas, temu kunci banyak dijadikan salah satu bahan campuran dalam pembuatan jamu tradisional Indonesia yang memiliki khasiat, seperti:

  • Antikanker

Penelitian awal mengungkap bahwa kandungan panduratin A pada temu kunci dapat bekerja sebagai penghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Salah satu jenis kanker yang mutasi selnya dapat dihambat dengan konsumsi temu kunci adalah kanker payudara.

  • Antiperadangan

Panduratin A juga memiliki efek antiperadangan sehingga tubuh tidak rentan mengalami peradangan. Untuk itu, jamu temu kunci sering dikonsumsi untuk meredakan batuk dan mempercepat penyembuhan sariawan.

  • Antibakteri

Minyak atsiri yang terdapat pada temu kunci dipercaya dapat membunuh mikroba merugikan, seperti Entamoeba coli, Staphyllococus aureus, dan Candida albicans. Perasan temu kunci juga memiliki daya analgetik dan antipiretik.

  • Menyehatkan sistem pencernaan

Jamu temu kunci sering digunakan untuk mengeluarkan gas lambung dalam bentuk kentut. Selain itu, temu kunci juga kerap diberikan pada anak-anak untuk merangsang nafsu makan mereka.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa temu kunci dapat membunuh bakteri Helicobacter pylori. Bakteri ini merupakan salah satu penyebab utama terjadinya infeksi lambung.

  • Peningkat gairah seksual

Di Thailand, temu kunci juga dipercaya memiliki efek afrodisiak. Afrodisiak adalah zat tertentu yang dapat meningkatkan gairah seksual, salah satunya adalah mengatasi disfungsi ereksi yang terjadi pada pria sehingga memengaruhi tingkat kesuburannya.

Temu kunci juga sering dijadikan sebagai campuran jamu untuk ibu yang baru saja melahirkan untuk merangsang keluarnya air susu ibu (ASI). Meskipun demikian, manfaat temu kunci tersebut masih harus diteliti lebih lanjut sebelum benar-benar dapat digunakan sebagai obat alternatif pengganti obat kimia.

Cara membuat jamu temu kunci

Temu kunci dapat digunakan sebagai penyedap pada masakan. Namun, temu kunci juga tidak jarang diolah sebagai jamu yang memiliki aroma khas, menyegarkan, plus kaya khasiat.

Untuk membuat jamu temu kunci, Anda cukup menyiapkan bahan-bahan sebagai berikut:

  • 1 liter air
  • 4 ruas temu kunci
  • 1 ruas jahe dan kunyit
  • 4 ruas kencur
  • 4 batang serai
  • 1 batang kayu manis
  • 5 lembar daun sirih
  • 250 gram gula jawa
  • 25 gram asam jawa.

Cara membuat:

  • Blender temu kunci, jahe, kunyit, dan kencur
  • Campur semua bahan di panci, kemudian panaskan hingga mendidih
  • Matikan kompor, biarkan dingin, kemudian saring.

Jamu temu kunci bisa langsung dikonsumsi. Anda juga bisa memasukkan jamu ke botol tertutup, kemudian menyimpannya di kulkas agar tahan lama.

Meski bermanfaat, Anda perlu mewaspadai reaksi alergi yang bisa muncul berupa gatal, bentol, dan kemerahan. Segera hentikan konsumsi jamu ini dan berkonsultasi langsung ke dokter.

Farmasi Universitas Gadjah Mada. https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=166
Diakses pada 22 April 2020

Repository Institut Pertanian Bogor. https://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/10989/F07anr.pdf;jsessionid=C66E78323EBA216E69B7A0A27ADBC72D?sequence=4
Diakses pada 22 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5414452/
Diakses pada 22 April 2020

Artikel Terkait