Manfaat Tempe yang Sayang Jika Dilewatkan

Manfaat tempe untuk kesehatan tidak perlu diragukan lagi
Tempe termasuk sumber protein nabati yang mudah diolah

Tempe memang enak, murah, dan serba guna. Manfaat tempe untuk kesehatan juga berlimpah. Mulai dari meningkatkan fungsi otak, membuat Anda lebih kenyang, menurunkan kolesterol, dan sebagainya.

Makanan tradisional yang kerap tersedia di meja makan keluarga Indonesia ini tak hanya mengandung protein, tapi juga zat-zat penting lainnya yang baik untuk tubuh. Berkat kandungan nutrisi inilah, khasiat tempe perlu Anda pertimbangkan.

Kandungan nutrisi dalam tempe

Tempe kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Dalam setiap 84 gram tempe terkandung nutrisi-nutrisi berikut ini: 

  • Kalori: 162.
  • Lemak total: 9 gram.
  • Karbohidrat: 9 gram.
  • Protein: 15 gram. Kandungan ini lebih tinggi dari tahu yang menawarkan 6 gram protein dalam 84 gramnya.
  • Sodium: 9 miligram.
  • Isoflavon.
  • Beragam mineral, seperti zat besi, kalsium, magnesium, fosforus, serta mangan.
  • Berbagai vitamin, seperti vitamin B2 (riboflavin), B3 (niasin), serta B12.

Sederet manfaat tempe untuk tubuh Anda 

Mengingat nutrisi tempe begitu beragam, tak heran bila manfaat tempe juga bervariasi. Apa sajakah khasiat tersebut? 

1. Meningkatkan rasa kenyang

Dalam beberapa penelitian, diketahui bahwa pola makan kaya protein dapat meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh dalam membakar kalori setelah Anda makan. Anda bisa mendapatkan sumber protein nabati sebagai salah satu manfaat tempe.

Protein juga membantu untuk meningkatkan rasa kenyang sekaligus mengurangi rasa lapar. Dengan ini, Anda pun bisa mengendalikan pola makan Anda. Protein kedelai bahkan bisa sama efektifnya dengan protein dari daging dalam pengendalian nafsu makan. 

2. Menyusutkan stres oksidatif

Zat isoflavon yang terkandung dalam kedelai memiliki sifat antioksidan yang mampu menetralkan radikal bebas. Dengan ini, manfaat tempe juga mampu membantu Anda dalam mengurangi stres oksidatif. 

Stres oksidatif adalah suatu kondisi ketika produksi radikal bebas dalam tubuh tidak seimbang. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

Sebuah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa isoflavon dalam kedelai yang menjadi bahan dasar tempe, dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus dengan diabetes. 

3. Menjaga kesehatan pencernaan

Proses fermentasi kedelai menghasilkan manfaat tempe untuk kesehatan pencernaan. Makanan fermentasi mengandung probiotik, yaitu bakteri yang baik untuk sistem cerna. 

Meski proses fermentasi dengan jamur dan memasaknya membuat penurunan jumlah bakteri baik dalam tempe, manfaat tempe dari sisi pencernaan tetap tak bisa disepelekan.

Tempe kaya akan prebiotik yang mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Dalam beberapa penelitian, diketahui bahwa asupan prebiotik dapat mengurangi peradangan, melancarkan buang air besar, serta meningkatkan memori.

4. Menurunkan kadar kolesterol

Manfaat tempe satu ini juga muncul berkat kandungan isoflavon dalam tempe. Senyawa ini rupanya dapat membantu dalam menurunkan kadar kolesterol

Studi tertentu menelaah efek protein kedelai pada kadar kolesterol dan trigliserida. Sebanyak 42 peserta diberi menu makan yang mengandung protein kedelai atau protein hewani selama enam minggu untuk melihat manfaatnya. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein kedelai berhasil menurunkan LDL sebanyak 5,7 persen dan kolesterol total sebanyak 4,4 persen lebih banyak dari protein hewani. Tak hanya itu, kadar trigliserida juga menurun sebesar 13,3 persen.

5. Membantu dalam mencegah osteoporosis

Manfaat tempe untuk kesehatan tulang pun tak bisa dianggap enteng. Kalsium dalam tempe dapat menjaga tulang Anda tetap kuat dan padat. Dengan ini, Anda pun terhindar dari osteoporosis.

Tambahan asupan kalsium untuk mencegah osteoporosis telah terbukti dalam suatu penelitian. Sebanyak 40 wanita lanjut usia (lansia) yang berpartisipasi, meningkatkan konsumsi kalsium mereka selama dua tahun.

Hasil riset memperlihatkan bahwa peningkatan asupan kalsium tersebut mampu menjaga kepadatan tulang para partisipan bila dibandingkan dengan kelompok yang tidak menambah asupan kalsium. 

6. Berperan dalam penyembuhan luka dan fungsi otak

Kandungan tembaga dan mangan dalam tempe sangat baik untuk membantu penyembuhan luka. Tak cuma itu, manfaat tempe juga bisa menguatkan jaringan dengan meningkatkan sintesis kolagen.  

Mangan dalam tempe juga dikatakan mampu melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Sementara tembaga dapat meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak. 

Bagi Anda yang memiliki masalah pencernaan seperti irritable bowel syndrome, tak perlu takut untuk mengonsumsi tempe. Tempe termasuk jarang menyebabkan kembung, sehingga bisa dikonsumsi sebagai pengganti kacang-kacangan. 

Sementara bagi Anda yang alergi kedelai, Anda disarankan untuk menghindari tempe. Ada pula kekhawatirkan bahwa kedelai tak bisa dikonsumsi oleh orang dengan gangguan tiroid karena dianggap dapat memengaruhi penyerapan obat-obatan tiroid.

Bagi para vegetarian, tempe menjadi salah satu menu favorit karena proteinnya dapat menggantikan protein pada daging. Selain itu, tempe juga mudah diolah tanpa kehilangan cita rasanya.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter agar manfaat tempe bisa Anda peroleh dengan aman dan optimal.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/tempeh
Diakses pada 27 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/manganese-benefits#section8
Diakses pada 27 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/tempeh-health-benefits
Diakses pada 27 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2849033/
Diakses pada 27 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15064101
Diakses pada 27 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9814452
Diakses pada 27 November 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/450026-is-tempeh-good-for-you/
Diakses pada 27 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed