Penggunaan teh daun jati cina harus dibatasi agar tak terkena efek sampingnya
Daun jati cina dipercaya sejak dulu untuk mengatasi sembelit hingga sebagai obat pelangsing

Teh daun jati cina yang dibuat dari ramuan daun Cassia termasuk obat herbal. Minuman herbal ini tidak terlalu beraroma dan rasanya pahit, sehingga sering dicampur dengan teh hijau atau ditambahkan madu supaya lebih enak diminum. 

Sebagai obat herbal, teh daun jati cina digunakan untuk mengatasi konstipasi. Namun teh ini juga sering dipasarkan sebagai ramuan detoks bahkan dijadikan sebagai obat pelangsing. Benarkah manfaatnya sedahsyat itu?

Klaim teh daun jati cina sebagai obat pelangsing

Banyak yang meyakini bahwa mengonsumsi teh daun jati cina bermanfaat untuk detoksifikasi racun-racun dalam tubuh serta membantu menurunkan berat badan. Namun hingga kini, belum ada penelitian ilmiah yang mendukung klaim tersebut. 

Para ahli medis juga cenderung berpendapat bahwa efek laksatif dari teh daun jati cina berpotensi membahayakan kesehatan jika digunakan sebagai obat pelangsing atau sebagai peluruh lemak tubuh.

Manfaat teh daun jati cina yang sebenarnya

Kebanyakan penelitian lebih berfokus pada efek kesehatan dari daun jati cina yang berbentuk bubuk atau kapsul. Selain itu, riset yang mengkaji potensi manfaat kesehatan dari mengonsumsi teh daun jati cina masih jarang. 

   1. Sebagai laksatif

Teh daun jati cina paling sering digunakan sebagai obat sembelit yang hanya kadang-kadang terjadi. Penelitian ilmiah memang menemukan bukti bahwa senyawa aktif dalam ramuan herbal ini memiliki efek laksatif yang kuat. 

Senyawa-senyawa tersebut bekerja dengan cara mengiritasi permukaan usus besar, sehingga merangsang usus besar untuk berkontraksi dan menimbulkan dorongan untuk buang air besar. 

Mengonsumsi teh daun jati cina membuat air dan elektrolit yang bercampur dengan hasil pencernaan menjadi tidak diserap lagi di usus besar. Dengan ini, akan ada lebih banyak cairan di usus besar yang membuat feses menjadi lebih lunak. 

Meski memiliki efek laksatif yang kuat dan cukup ampuh untuk mengatasi konstipasi, hasil-hasil penelitian ilmiah tidak menyarankan penggunaan teh daun jati cina sebagai pengobatan utama konstipasi kronis.

   2. Sebagai pembersih usus

Efek laksatif teh daun jati cina juga membuat minuman ini cukup sering digunakan sebagai salah satu cara membersihkan usus, khususnya oleh orang-orang yang akan menjalani kolonoskopi. 

Kolonoskopi adalah prosedur medis yang umum digunakan untuk mendeteksi kanker usus besar. Dengan mengonsumsi teh daun jati cina sebagai persiapan kolonoskopi, kotoran-kotoran dalam usus diharapkan akan terbuang, usus besar lebih bersih, dan hasil pencitraan kolonoskopi akan lebih jelas. 

Menurut para peneliti, masih belum cukup bukti yang mendukung teh daun jati cina sebagai obat. Ada juga kekhawatiran akan efek dari dosis yang bervariasi dan tidak pasti tatkala seseorang mengonsumsi teh herbal ini.

Bahkan sampai sekarang, belum ada penelitian ilmiah mengenai efek dan keamanan dari mengonsumsi teh daun jati cina sebagai obat dalam jangka panjang. 

Waspadai efek samping teh daun jati cina ini

Mengonsumsi teh daun jati cina bsa menimbulkan efek samping yang kurang nyaman. Efek samping yang termasuk paling sering terjadi meliputi:

  • Diare.
  • Sakit perut atau kram perut.
  • Kehilangan cairan tubuh.
  • Gangguan keseimbangan elektrolit.
  • Merasa lemas seperti akan pingsan

Konsumsi teh herbal ini dalam jangka panjang dikhawatirkan bisa menimbulkan efek samping ketergantungan untuk merangsang buang air besar, perdarahan dari rektum serta penurunan berat badan akibat malnutrisi

Untuk mengurangi efek samping, konsumsi teh daun jati cina sebaiknya dibarengi dengan banyak minum air putih atau larutan pengganti elektrolit. Hal ini bertujuan mengantisipasi terjadinya dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh jika sampai mengalami diare.

Sementara pada orang yang mengalami keluhan sakit perut atau kram perut, kurangi dosis teh daun jati cina yang Anda konsumsi hingga keluhan ini membaik. 

Dosis dan penggunaan teh daun jati cina yang benar

Untuk teh daun jati cina yang diseduh, mungkin agak sulit menentukan dosis yang tepat. Karena itu, selalu baca petunjuk penggunaan dan cara penyajian yang tertera pada kemasan produk. 

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat menyetujui penggunaan daun jati cina sebagai obat non-resep untuk mengatasi sembelit. Dosis yang dianjurkan oleh FDA adalah:

  • Anak di bawah usia 12 tahun: sekitar ½ sendok makan (8,5 mg) per hari.
  • Anak di atas usia 12 tahun dan orang dewasa: sekitar 1 sendok makan (17,2 mg) atau maksimal 2,5 sendok makan (34 mg) per hari.
  • Lansia usia 65 tahun ke atas: sekitar 1 sendok makan (17 mg) per hari.
  • Perempuan pascamelahirkan: 2 sendok makan (28 mg per) hari yang terbagi dalam dua dosis. 

Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi teh daun jati cina selama lebih dari dua minggu. Hentikan juga penggunaan obat-obat herbal lainnya saat mengonsumsi teh ini.

Belum banyak penelitian mengenai interaksi teh daun jati cina dengan ramuan herbal lain. Karena itu, efek samping penggunaan berbagai macam herbal secara bersamaan juga belum diketahui.

Secara umum, sesekali mengonsumsi teh daun jati cina dianggap aman. Tetapi jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi teh ini maupun ramuan herbal lainnya.

Verywell health. https://www.verywellhealth.com/senna-tea-89933
Diakses pada 2 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320659.php
Diakses pada 2 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed