Sederet Manfaat Keladi Tikus untuk Kesehatan, Redakan Batuk Hingga Obat Kanker


Salah satu manfaat tanaman keladi tikus yang banyak dipercaya orang adalah ampuh untuk pengobatan kanker payudara. Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa tanaman keladi tikus memiliki senyawa antikanker. Namun, Anda harus berhati-hati menggunakannya, dan tidak dapat menjadikannya sebagai pengobatan utama.

0,0
manfaat kesehatan tanaman keladi tikus dan efek sampingnyaTanaman keladi tikus disebut memiliki manfaat untuk mengobati kanker payudara
Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) dapat tumbuh liar di tempat yang lembap. Salah satu manfaat keladi tikus yang telah dipercaya sejak lama adalah untuk mengobati kanker payudara. Benarkah demikian?Simak penjelasan lengkap mengenai potensi keladi tikus sebagai obat kanker dan manfaat lainnya bagi kesehatan, serta kemungkinan efek samping yang ditimbulkan. 

Manfaat keladi tikus untuk kanker payudara, benarkah ampuh?

Tanaman keladi tikus dipercaya memiliki manfaat untuk obat kanker payudara
Tanaman keladi tikus dipercaya memiliki manfaat untuk obat kanker payudara
Manfaat keladi tikus untuk kanker payudara memang sudah jamak terdengar di masyarakat. Sebuah penelitian yang dimuat dalam situs Litbang Kemenkes RI menyebutkan bahwa ekstrak etanol 50% dari umbi keladi tikus dapat menghambat 50% pertumbuhan sel kanker payudara. Hal tersebut karena diketahui bahwa ekstrak etanol umbi keladi tikus mengandung senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, dan sterol yang memiliki aktivitas antikanker.Penelitian terdahulu juga menyebutkan bahwa tanaman keladi tikus memiliki kandungan triterpenoid, alkaloid, polifenol, Ribosome Inactivating Protein (RIP), dan fitol.Kelima kandungan tersebut juga berperan sebagai antikanker dan dapat menghambat aktivitas sel kanker. Hal tersebut semakin didukung dengan adanya sebuah riset lain yang dimuat dalam Jurnal Teknologi. Penelitian tersebut juga mengamini bahwa bahwa ekstrak etanol dari tanaman keladi yang berpotensi membuat kematian sel kanker. Sejumlah penelitian di atas membuktikan bahwa manfaat keladi tikus untuk kanker payudara (atau sel kanker lain) memang tampak menjanjikan. Akan tetapi, dibutuhkan penelitian yang lebih besar dan luas untuk memastikan keefektifan dan keamanan penggunaannya pada manusia. Walaupun berpotensi, Anda sebaiknya tidak menggunakan keladi tikus sebagai pengobatan kanker, apalagi sampai menggantikan pengobatan medis. Sampai saat ini, pengobatan medis masih menjadi cara paling ampuh karena telah teruji klinis dan di bawah pengawasan dokter.

Manfaat lain keladi tikus bagi kesehatan

Tanaman keladi tikus telah lama menjadi salah satu pengobatan tradisional Tiongkok. Selain sifat antikanker seperti yang telah dipaparkan, keladi tikus dipercaya memiliki berbagai kandungan yang bersifat analgesik, antivirus, antibakteri, anti peradangan, hingga memiliki efek antioksidan yang baik bagi kesehatan. Berikut ini beberapa potensi khasiat keladi tikus bagi kesehatan. 

1. Meredakan batuk dan asma 

Salah satu manfaat keladi tikus dapat meredakan batuk
Salah satu manfaat keladi tikus dapat meredakan batuk
Dilansir dari Journal of Pharmacology and Toxicology, manfaat keladi tikus bagi kesehatan adalah meredakan batuk dan asma. Hal ini disebut karena ekstrak alkohol yang berada dalam tanaman ini.Bahkan, khasiat tanaman keladi juga dapat menghambat pembengkakan telinga. Namun, tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keamanan hal ini

2. Mengobati peradangan 

Peradangan atau inflamasi kerap kali dikaitkan sebagai respons tubuh terhadap berbagai penyakit. Kemerahan, bengkak, panas, nyeri, hingga perubahan fungsi merupakan gejala peradangan yang paling umum. Salah satu khasiat keladi tikus adalah memiliki kandungan flavonoid dan etanol yang bersifat antiinflamasi (antiperadangan) Inilah sebabnya, tanaman keladi tikus disebut berpotensi mengatasi peradangan. 

3. Mengobati infeksi 

Manfaat lain keladi tikus bagi kesehatan adalah mengobati infeksi karena memiliki aktivitas antibakteri. Sebuah penelitian dalam jurnal Procedia Chemistry membuktikan bahwa keladi tikus memiliki aktivitas antibakteri pada Bacillus subtilis dan Pseudomonas aeruginosaKedua bakteri tersebut diketahui merupakan penyebab dari beberapa infeksi, seperti dermatitis, folikulitis, infeksi mata, hingga meningitis.

4. Menghambat pertumbuhan tumor

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, keladi tikus disebut berpotensi dalam membunuh sel kanker. Hal ini pun berhubungan dengan kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan sel tumor.Kandungan flavonoid di dalam tanaman keladi tikus disebut dapat menghambat sel tumor. Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian menggunakan tikus. Meski demikian, perlu riset lebih jauh untuk meneliti manfaat keladi tikus sebagai obat tumor pada manusia. Terlebih, tumor ataupun benjolan di tubuh bisa disebabkan oleh hal lain. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut terhadap penyebab dan lokasi benjolan maupun tumor perlu dilakukan untuk pengobatan yang efektif. 

5. Mengobati kanker

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Typhonium flagelliforme memiliki ekstrak etanol yang bersifat antikanker. Selain itu, tanaman keladi tikus sendiri diketahui memiliki sifat antioksidan. Antioksidan merupakan sifat zat yang dapat melindungi kerusakan sel dari radikal bebas yang berpotensi menyebabkan kanker. Tidak hanya untuk kanker payudara, penelitian lain pada kanker lidah dan kanker darah (leukemia) menyatakan bahwa ekstrak keladi tikus memiliki aktivitas sitotoksik yang tinggi sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. 

6. Mengurangi efek samping kemoterapi

Khasiat tanaman keladi tikus juga diketahui dapat mengurangi efek samping kemoterapi
Khasiat tanaman keladi tikus juga diketahui dapat mengurangi efek samping kemoterapi
Sebuah penelitian menyatakan bahwa ekstrak keladi tikus memiliki efek imunomodulator. Artinya, tanaman keladi tikus mungkin berpotensi memiliki khasiat untuk meningkatkan sistem imun dan mengurangi efek samping kemoterapi pada pengobatan kanker.Namun, penelitian ini masih dilakukan terbatas pada tikus, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya bagi manusia.

Adakah efek samping keladi tikus bagi kesehatan?

Sebagaimana tanaman herbal lainnya, penggunaan keladi tikus juga memiliki kemungkinan efek samping terhadap kesehatan. Misalnya saja, reaksi alergi.Takaran dan dosis penggunaan keladi tikus perlu diperhatikan. Kandungan berbagai zat aktif dalam keladi tikus memungkinkan adanya reaksi terhadap tubuh maupun reaksi terhadap obat lain yang sedang Anda konsumsi.Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan kebersihan tanaman ini dalam proses pengolahannya. Kontaminasi berbagai mikroorganisme penyebab penyakit mungkin saja terjadi jika penggunaan alat dan bahan tidak higienis.

Catatan  dari SehatQ

Beberapa penelitian mengenai manfaat keladi tikus memang tampak menjanjikan, khususnya untuk mengobati kanker. Namun, Anda sebaiknya tidak menggunakan tanaman ini sebagai pengganti obat medis yang diberikan dokter.Selalu konsultasikan penggunaan pengobatan herbal dengan dokter, terlebih jika Anda sedang dalam pengobatan penyakit kronis.Penggunaan atau pengolahan keladi tikus secara sembarangan dapat meningkatkan risiko efek samping hingga keracunan. Penggunaan bahan alami mungkin saja diperbolehkan, selama dokter mengatakan demikian. Artinya, Anda harus berkonnsultasi dengan dokter. Itu pun sifatnya hanya sebagai pendukung. Bukan pengobatan utama.Diskusikanlah kondisi kesehatan Anda dengan dokter. Anda juga bisa berkonsultasi menggunakan fitur chat dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
herbalhidup sehattanaman obat
Jurnal Teknologi. https://www.researchgate.net/publication/287807506_Cytotoxicity_effects_of_typhonium_flagelliforme_and_clinacanthus_nutans_on_breast_cancer_cells
Diakses pada 4 Juni 2021
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. https://journal.umy.ac.id/index.php/di/article/view/530
Diakses pada 4 Juni 2021
Litbang Kemenkes RI. http://repository.litbang.kemkes.go.id/1368/1/882-1872-1-PB.pdf
Diakses pada 4 Juni 2021
Procedia Chemistry. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1876619614002186
Diakses pada 4 Juni 2021
Journal of Pharmacology and Toxicology. https://scialert.net/fulltext/?doi=jpt.2008.449.456
Diakses pada 4 Juni 2021
Publication Division, Sree Ayyappa College for Women. https://www.researchgate.net/publication/299598102_Typhonium_divaricatum_A_Promising_Endangered_Anti-Cancer_Plant
Diakses pada 4 Juni 2021
Nurrochmad, A., Ikawati, M., Sari, I. P., Murwanti, R., & Nugroho, A. E. (2015). Immunomodulatory Effects of Ethanolic Extract of Thyphonium flagelliforme (Lodd) Blume in Rats Induced by Cyclophosphamide. Journal of evidence-based complementary & alternative medicine, 20(3), 167–172. https://doi.org/10.1177/2156587214568347
Diakses pada 4 Juni 2021
Universitas Sumatra Utara. http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/15373/141501221.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Diakses pada 4 Juni 2021
Universa Medicina. https://asset-pdf.scinapse.io/prod/2185945697/2185945697.pdf
Diakses pada 4 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait