Manfaat Tak Terduga dari Menyendiri, Bukan Berarti Kesepian!


Menyendiri bukan berarti kesepian. Ada manfaat menyendiri yang baik bagi kesehatan mental seperti meningkatkan empati hingga merangsang kreativitas.

0,0
03 Feb 2021|Azelia Trifiana
Manfaat menyendiri untuk kesehatan mental dan hidup yang lebih bahagiaMenyendiri bukan berarti kesepian
Kesendirian selama ini selalu diberi label kurang baik seperti kesepian hingga dianggap tidak produktif. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Menghabiskan waktu seorang diri dapat membangun empati hingga menggali kreativitas.Apabila ada yang menganggap me-time adalah aktivitas buang-buang waktu, justru sebaliknya. Orang yang sehari-hari tenggelam dalam kesibukan perlu mengalokasikan waktu untuk sendiri karena dialah yang paling membutuhkannya.

Manfaat menyendiri

Mendengarkan musik sendirian bisa memberikan kenikmatan tersendiri
Menyendiri dalam hal ini bukanlah menutup diri dari orang lain dan sekitarnya. Ini lebih kepada melakukan aktivitas seorang diri. Apa saja manfaat dari hal ini?

1. Meningkatkan empati

Menghabiskan waktu hanya dengan diri sendiri akan membangun rasa empati kepada orang di luar lingkaran pertemanan sehari-hari. Tak hanya itu, terus menerus berada dalam kelompok rentan menimbulkan pemahaman “we vs them” hingga membandingkan orang lain dengan kelompok tempat Anda berada.

2. Merangsang kreativitas

Banyak yang menilai diskusi dan brainstorming merupakan cara terbaik untuk menemukan ide. Padahal, penelitian membuktikan bahwa seorang individu bisa lebih piawai menemukan solusi masalah ketika bekerja seorang diri.Bahkan, bisa saja pikiran lebih fokus ketimbang harus mendengarkan pendapat orang lain yang ada dalam kelompok. Itu pula sebabnya mengapa bekerja sendiri bisa berbuah inovasi tanpa adanya tekanan secara sosial.

3. Baik untuk relasi

Jika ada anggapan menyendiri artinya menjauhkan seseorang dari orang-orang di sekitarnya, faktanya justru sebaliknya. Sebuah hubungan atau relasi akan menjadi paling sehat ketika setiap individu di dalamnya merawat dirinya sendiri.Dalam studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Psychology, ditemukan bahwa orang pandai merasa kurang puas apabila terlalu banyak waktu bersosialisasi. Studi yang menggagas konsep “savanna theory of happiness” itu menekankan pentingnya menyendiri demi meningkatkan rasa menikmati hidup.Bukan hanya itu saja. Mengambil jeda sejenak dari orang-orang di lingkaran pertemanan bisa menyadarkan diri betapa pentingnya koneksi dengan mereka semua.

4. Minim distraksi

Kabar baik lainnya dari kerja seorang diri adalah sedikit distraksi yang bisa mengalihkan fokus. Faktanya, fokus pada lebih dari satu hal di waktu bersamaan saja secara signifikan menurunkan produktivitas seseorang.Oleh sebab itu, penting untuk mengalokasikan waktu bekerja seorang diri. Ini juga terkait dengan kemampuan mengambil keputusan dengan pikiran lebih jernih tanpa tekanan sosialNamun apabila pekerjaan tidak memungkinkan bekerja seorang diri, Anda tetap bisa menjaga produktivitas. Caranya adalah dengan fokus pada satu pekerjaan pada satu waktu, tidak multitasking.

5. Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat

Saat berada dalam sebuah kelompok, seseorang tidak akan terlalu mengerahkan segenap upaya untuk mengingat dan mencerna informasi. Alasannya karena ada banyak orang lain yang diasumsikan bisa ditanya atau melengkapi. Fenomena ini disebut dengan social loafing.Di sisi lain, bekerja sendiri bisa meningkatkan rentang fokus. Di saat bersamaan, kemampuan mengingat kembali informasi yang pernah dicerna juga akan terlatih.Dalam studi jurnal Psychological Bulletin, kemampuan mengingat kembali informasi seorang individu jauh lebih baik ketimbang melakukannya beramai-ramai.

6. Membangun kekuatan mental

Meski manusia adalah makhluk sosial, menyendiri juga sama pentingnya. Menurut studi, mengalokasikan waktu untuk diri sendiri meningkatkan rasa bahagia, puas terhadap hidup, hingga yang tak kalah penting bisa mengelola stres dengan lebih baik.Menariknya lagi, orang-orang yang menikmati waktu seorang diri terbukti lebih jarang merasakan depresi.

7. Emosi lebih stabil

Bonus sekaligus manfaat dari menyendiri yang juga penting adalah memiliki emosi lebih stabil. Ketika seseorang merasa fulfilled, maka mereka bisa merespons apapun yang ada di sekitarnya dengan kepala dingin. Termasuk dalam menghadapi konflik atau pemicu stres.

Bagaimana memulainya?

Tidak semua orang bisa secara alami memutuskan untuk menyendiri. Tak hanya itu, terkadang status atau peran yang melekat juga tidak memungkinkan untuk me-time barang sejenak.Lalu, bagaimana memulainya?
  • Alokasikan waktu untuk menyendiri. Tak perlu terlalu lama, bisa mulai dari 30 menit dan terus bertambah ketika sudah terbiasa.
  • Kurangi distraksi seperti telepon masuk, pesan teks, hingga media sosial. Apabila perlu, lakukan digital detox selama menyendiri.
Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun sejak kecil perlu memahami bahwa mereka perlu waktu untuk diri sendiri. Terbukti dalam penelitian, anak yang menikmati waktu kesendiriannya memiliki perilaku yang jauh lebih positif.Tak hanya itu, orang yang menyendiri juga lebih bisa mengenal dirinya. Ada ruang untuk merencanakan hidup ke depannya tanpa distraksi dari orang lain. Mulai dari tujuan hidup, perjalanan, hingga perubahan apa yang ingin dilakukan.Lebih mengenal diri sendiri adalah hal krusial yang membuat seseorang bisa lebih nyaman dengan dirinya. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar manfaat hal ini terhadap kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-benefits-of-being-by-yourself-4769939
Diakses pada 19 Januari 2021
Pubs Online. https://pubsonline.informs.org/doi/abs/10.1287/mnsc.1090.1079
Diakses pada 19 Januari 2021
Forbes. https://www.forbes.com/sites/amymorin/2017/08/05/7-science-backed-reasons-you-should-spend-more-time-alone/?sh=6cd857f01b7e
Diakses pada 19 Januari 2021
The British Psychological Society. https://bpspsychub.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/bjop.12181
Diakses pada 19 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait