6 Manfaat Susu Kedelai, Dari Kesuburan Hingga Cegah Kanker

Manfaat susu kedelai bagi kesehatan cukup banyak, salah satunya adalah untuk ibu hamil
Susu kedelai kerap dipilih sebagai alternatif pengganti susu sapi

Susu kedelai kerap dipilih sebagai alternatif pengganti susu, terutama pada orang yang alergi susu sapi atau penganut pola makan tanpa daging dan produk olahannya alias vegan. Manfaat susu kedelai memang sangat beragam bagi kesehatan, termasuk bagi ibu hamil dan menyusui.

Susu kedelai pada dasarnya adalah kacang kedelai yang direbus, dihancurkan, kemudian dilarutkan dengan air. Satu gelas susu kedelai (tanpa pemanis) memiliki kandungan antara lain 80-100 kalori, 4 gram karbohidrat, 4 gram lemak, dan 7 gram protein.

Dibanding susu sapi, susu kedelai tidak mengandung kolesterol, rendah lemak jenuh, serta tidak mengandung laktosa. Hal ini membuat manfaat susu kedelai dapat dirasakan oleh siapa saja, terutama bagi penderita tekanan darah tinggi.

Manfaat susu kedelai secara umum

Kedelai sendiri mengandung serat prebiotik dan beberapa fitokimia (senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan), seperti plant sterols dan isoflavon yang sangat bermanfaat bagi manusia. Kandungan fitokimia ini membuat manfaat susu kedelai mirip dengan manfaat kedelai itu sendiri, antara lain sebagai berikut:

  • Menurunkan kolesterol

Manfaat susu kedelai yang pertama adalah dipercaya menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang terkandung dalam darah sekaligus menaikkan kadar kolesterol baik (HDL). Efek ini dipengaruhi oleh kandungan serat yang terdapat pada kedelai.

  • Meningkatkan kesuburan

Mengonsumsi berbagai produk yang terbuat dari kedelai, termasuk susu kedelai, dipercaya dapat meningkatkan kesuburan bagi wanita. Inilah sebabnya wanita sering disarankan untuk mengonsumsi susu kedelai sebelum menikah atau ketika sedang menjalani program hamil agar cepat mengandung.

Manfaat susu kedelai yang satu ini berhubungan dengan kandungan fitokimia yang mampu menangkal efek negatif dari BPA, zat kimia pada plastik yang dapat mengurangi kesuburan pada wanita.

Studi menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi kedelai sebelum menjalani prosedur inseminasi (teknik memasukkan sperma ke dalam rahim) lebih berpeluang sukses dibanding wanita yang tidak mengonsumsi kedelai.

  • Mengurangi gejala menopause

Ketika wanita memasuki masa menopause, kadar estrogen dalam tubuh akan berkurang sehingga menimbulkan gejala seperti kegerahan (hot flashes) dan wajah memerah. Untuk mencegah hal ini, Anda dapat mengonsumsi susu kedelai yang memiliki kandungan isoflavon, salah satu jenis fitoestrogen yang terdapat pada tumbuhan dan bisa menjadi penambah estrogen pada wanita, meski sifatnya lemah.

Berdasarkan sebuah studi, wanita yang mengonsumsi kedelai setidaknya 12 minggu lebih jarang mengalami kegerahan sebelum menopause dibanding wanita yang tidak mengonsumsi kedelai. Sebagian lainnya mengaku tetap merasa kegerahan, hanya saja tidak separah wanita pramenopause pada umumnya.

  • Mencegah kanker

Kandungan antioksidan dalam susu kedelai berpotensi mencegah kanker jenis tertentu. Hasil penelitian ini mematahkan anggapan yang mengatakan kandungan fitoestrogen dalam kedelai justru dapat merangsang munculnya kanker payudara.

Faktanya, antioksidan ini justru terbukti menurunkan risiko wanita terkena kanker payudara, terutama pada masa pramenopause maupun menopause. Meski demikian, kedua klaim ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

  • Memaksimalkan fungsi sel darah merah

Susu kedelai mengandung 1,1 mg zat besi yang dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan 8-18 mg zat besi dalam satu hari. Zat besi dapat membuat sel darah merah mampu melakukan tugasnya untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dengan lebih lancar.

  • Menyehatkan sistem saraf

Manfaat susu kedelai yang satu ini berhubungan dengan kandungan vitamin B-kompleks. Satu gelas susu kedelai mengandung 3 mcg vitamin B12 atau lebih dari jumlah kebutuhan harian yang hanya 2,4 mcg.

Waspadai juga efek negatif susu kedelai

Meski memiliki segudang manfaat, susu kedelai juga memiliki efek negatif, misalnya:

  • Menghalangi penyerapan iodine: sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita hipotiroid.

  • Menghambat produksi hormon laki-laki (testosteron): sehingga susu kedelai sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan oleh kaum pria.

  • Mengandung pestisida berbahaya dan organisme yang dimodifikasi secara genetis: namun efek ini bisa diminimalisir dengan hanya mengonsumsi kedelai organik.

Apakah susu kedelai dapat dikonsumsi oleh ibu hamil?

Manfaat susu kedelai untuk ibu hamil cukup banyak, misalnya sebagai sumber protein bagi ibu hamil, terutama bagi Anda yang menganut pola hidup vegan atau vegetarian. Susu kedelai juga mengandung folat, zat besi, kalsium, zinc, serat, asam omega-3, dan mineral yang berguna bagi kesehatan janin.

Meski demikian, ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi susu kedelai. Pasalnya, susu kedelai juga mengandung phytic acid yang dapat mengikat mineral logam berat, seperti merkuri dan timbal, serta mengurangi kemampuan tubuh mengikat nutrisi penting bagi janin, semisal magnesium dan zat besi.

Untuk takaran susu kedelai yang aman untuk ibu hamil, dokter kandungan menyarankan 1-2 gelas per hari masih termasuk aman.

Healthline. https://www.healthline.com/health/milk-almond-cow-soy-rice
Diakses pada 8 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/soy-good-or-bad
Diakses pada 8 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324746.php
Diakses pada 8 Oktober 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/425074-soy-milk-advantages-and-disadvantages/
Diakses pada 8 Oktober 2019

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/nutrition/is-soy-safe-during-pregnancy/
Diakses pada 8 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed