Spirulina adalah salah satu makanan rendah kalori yang tinggi nutrisi. Manfaat spirulina beragam untuk kesehatan
Spirulina adalah salah satu superfood rendah kalori yang bernutrisi tinggi. Manfaat spirulina mulai dari mengatasi diabetes sampai berpotensi melawan kanker

Dari berbagai macam suplemen yang disebut-sebut sebagai superfood, spirulina adalah salah satunya. Spirulina dapat ditemukan dalam bentuk padatan, seperti kapsul atau tablet, serta bisa ditemukan dalam bentuk bubuk untuk ditambahkan ke dalam makanan yang dikonsumsi.

Spirulina dianggap memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Superfood yang satu ini terbuat dari ganggang laut yang berwarna biru kehijauan, sehingga aman dikonsumsi oleh para penganut diet vegan dan vegetarian.

Anda dapat merasakan berbagai macam manfaat spirulina untuk kesehatan, hanya dengan menambahkannya ke dalam pola makan Anda.

13 Manfaat spirulina bagi kesehatan

Spirulina yang terbuat dari ganggang mungkin terdengar tidak menarik atau malah menjijikkan bagi beberapa orang. Namun, siapa sangka bahwa terdapat berbagai manfaat spirulina bagi kesehatan, seperti:

1. Mengatasi diabetes

Penderita diabetes selalu berkutat dengan kadar gula darah yang tinggi. Salah satu manfaat spirulina adalah menurunkan kadar gula darah.

Penelitian yang dilakukan pada tikus yang mengalami diabetes tipe 1 mengungkap bahwa spirulina mampu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan insulin dan enzim pada organ hati.

Namun, manfaat spirulina dalam mengatasi diabetes masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

2. Menjadi antiracun

Manfaat spirulina lainnya adalah dengan menjadi antiracun yang mampu mengatasi keracunan merkuri, besi, timah, fluoride, dan arsenik. Oleh karenanya, spirulina mungkin dapat dijadikan alternatif dalam mengatasi keracunan.

Meskipun demikian, masih diperlukan riset lebih lanjut untuk melihat efektivitas spirulina sebagai antiracun.

3. Mencegah penyakit jantung

Ingin menjaga kesehatan? Anda dapat menambahkan spirulina ke dalam diet Anda! Spirulina ditemukan mampu mencegah  penyakit jantung.

Manfaat spirulina dalam mencegah penyakit jantung disebabkan efek menurunkan kolesterol, menangkal radikal bebas, dan berperan sebagai antiradang.

4. Menurunkan kolesterol

Kolesterol yang tinggi dapat membahayakan kesehatan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi spirulina karena spirulina mampu menurunkan kolesterol jahat LDL dan menaikkan kolesterol baik HDL.

Konsumsi satu gram spirulina tiap harinya mampu menurunkan kolesterol dalam jangka waktu tiga bulan.

5. Menjaga kesehatan mental

Mengatasi stres adalah salah satu cara menjaga kesehatan mental. Spirulina adalah cara lain yang bisa dipertimbangkan untuk mengelola kesehatan mental Anda.

Manfaat spirulina dalam menjaga kesehatan mental terletak pada kandungan triptofan di dalamnya. Triptofan merupakan asam amino yang memicu produksi serotonin dalam tubuh yang sangat berperan dalam kesehatan mental.

Penderita gangguan kecemasan dan depresi ditemukan memiliki kadar serotonin yang rendah, karenanya spirulina dapat menjadi alternatif meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh untuk memelihara kesehatan mental.

6. Mendukung penurunan berat badan

Spirulina bukanlah suplemen yang dapat dengan segera menurunkan berat badan, tetapi spirulina adalah salah satu hal yang bisa dikonsumsi untuk membantu proses penurunan berat badan.

Hal ini karena spirulina adalah makanan bernutrisi tinggi yang rendah kalori yang dapat membantu memenuhi asupan nutrisi tanpa memerlukan konsumsi kalori yang berlebih.

Satu sendok makan spirulina hanya mengandung 20 kalori dan memiliki kandungan kalsium, zat besi, magnesium, potasium, protein, dan fosfor yang tinggi.

Manfaat spirulina dalam menurunkan berat badan terbukti dari studi yang menemukan bahwa konsumsi spirulina selama tiga bulan dapat menurunkan indeks massa tubuh.

7. Mengurangi gejala alergi

Sering mengalami alergi? Konsumsi spirulina dapat mengatasi gejala alergi, seperti bersin, gatal, hidung yang berair, dan hidung yang tersumbat. Namun, studi lebih lanjut masih diperlukan untuk menilik manfaat spirulina dalam meringankan gejala alergi.

8. Menurunkan tekanan darah

Tidak hanya menurunkan kolesterol, manfaat spirulina lainnya adalah menurunkan tekanan darah. Sebuah riset menemukan bahwa mengonsumsi spirulina selama tiga bulan dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi yang memiliki berat badan berlebih.

9. Menaikkan metabolisme 

Spirulina diyakini mampu meningkatkan metabolisme dan menaikkan tingkat energi serta menurunkan berat badan. Konsumsi enam gram spirulina tiap harinya dapat membantu metabolisme dan menurunkan berat badan.

Namun, penelitian lebih dalam mengenai manfaat spirulina dalam menaikkan metabolisme tubuh masih diperlukan.

10. Tinggi antioksidan dan antiradang

Tidak hanya teh hijau, spirulina adalah sumber antioksidan lainnya yang dapat menangkal radikal bebas melalui kandungan phycocyanin yang juga mampu memberikan efek antiradang.

11. Berpotensi melawan kanker

Meskipun penelitian masih dilakukan pada hewan, tetapi spirulina adalah salah satu makanan yang berpotensi untuk melawan kanker.

Penelitian pada hewan mendapati bahwa spirulina dapat menurunkan kemunculan kanker dan tumor. Spirulina diyakini berpotensi mengatasi kanker mulut.

12. Mengatasi anemia 

Manfaat spirulina dalam mengatasi anemia dikarenakan efek spirulina dalam meningkatkan kadar hemoglobin dalam sel darah merah dan perannya dalam meningkatkan sistem imun tubuh.

Akan tetapi, masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut mengenai manfaat spirulina dalam menangani anemia.

13. Meningkatkan ketahanan otot

Spirulina dapat menjadi bahan makanan yang membantu kinerja otot dan mengurangi keletihan pada otot. Spirulina diketahui dapat memperlambat waktu seseorang untuk merasakan kelelahan pada otot.

Apakah ada bahaya dalam mengonsumsi spirulina?

Spirulina sebenarnya secara umum aman untuk dikonsumsi. Namun, terdapat beberapa efek samping yang dapat dirasakan ketika mengonsumsi spirulina, di antaranya adalah:

  • Berpotensi menghambat pembekuan darah

Manfaat spirulina dalam mencegah penggumpalan darah dapat menjadi bumerang ketika Anda mengonsumsi obat pengencer darah atau menderita penyakit pendarahan. Konsumsi spirulina dapat meningkatkan peluang untuk mengalami pendarahan dan lebam.

  • Dapat terkontaminasi dengan racun

Spirulina yang didapatkan dari alam liar berisiko tinggi untuk terkontaminasi dengan racun, terutama jika air tempat ganggang bertumbuh terkontaminasi dengan bakteri, logam berat, atau partikel microcystin.

Sebenarnya ganggang penghasil spirulina menghasilkan partikel microcystin sebagai bentuk pertahanan dari predator. Partikel microcystin berbahaya bagi tubuh apabila dikonsumsi dalam kadar yang tinggi karena dapat memicu keracunan pada organ hati.

  • Meningkatkan risiko keparahan penyakit autoimun

Manfaat spirulina lain yang dapat menjadi bumerang lainnya adalah khasiatnya dalam meningkatkan sistem imun tubuh.

Peningkatan sistem imun tubuh justru dapat berpotensi memperparah kondisi penderita penyakit autoimun atau kondisi saat sistem imun menyerang bagian dari tubuh.

Selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi spirulina bila Anda mengonsumsi obat pengencer darah, mengalami masalah pendarahan, atau menderita penyakit autoimun. Jangan mengonsumsi spirulina jika Anda alergi terhadap spirulina.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/spirulina-side-effects
Diakses pada 06 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/10-proven-benefits-of-spirulina
Diakses pada 06 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324027.php
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25331487?dopt=Abstract
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20010119
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19432881
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5748813/
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3576896/
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26813468
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26813468?dopt=Abstract
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4012879/
Diakses pada 06 September 2019

Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1002/jsfa.6261?referrer_access_token=k5ceKwaYa0avN3DHgLH0rU4keas67K9QMdWULTWMo8OgUWWTk-Tp_0ElGQYg3LNYKM8IMkc0W0BrSaqTU2cklExQtdizRmwICQYBEyg0-Vu9tMNjPYnqcUAjI7c2Ntv4FKPPTqurwACnCu7QcqsxFw%3D%3D
Diakses pada 06 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed