3 Manfaat Serat untuk Diabetes yang Ternyata Penting


Bagi yang mengalami kesulitan mengendalikan kadar gula darah, tak ada salahnya mencoba manfaat serat untuk diabetes. Nutrisi yang utamanya ditemukan pada buah, sayur, whole grain, dan legume ini dapat membantu kadar gula darah agar tetap stabil.

0,0
21 Sep 2021|Azelia Trifiana
Kontrol kadar gula darah dengan makanan berseratKontrol kadar gula darah dengan makanan berserat
Bagi yang mengalami kesulitan mengendalikan kadar gula darah, tak ada salahnya mencoba manfaat serat untuk diabetes. Nutrisi yang utamanya ditemukan pada buah, sayur, whole grain, dan legume ini dapat membantu kadar gula darah agar tetap stabil.Lebih jauh lagi, serat juga dapat mencegah komplikasi yang mungkin terjadi dari diabetes. Contohnya adalah risiko komplikasi berupa penyakit jantung.

Manfaat serat untuk penderita diabetes

Jika belum, penderita diabetes sebaiknya memasukkan makanan kaya serat dalam menu sehari-hari. Sebab, manfaat serat untuk diabetes dapat membantu dalam hal:

1. Mengendalikan kadar gula darah

Manfaat serat untuk penderita diabetes dapat mengendalikan kadar gula darah. Hasilnya pun konsisten. Sebab, tubuh manusia tidak bisa menyerap dan memecah serat. Inilah yang membuat kadar gula darah tidak melejit, berbeda dengan saat mengonsumsi karbohidrat.

2. Menurunkan berat badan

Mengingat serat tidak bisa dicerna dan perlu waktu lama dalam proses pencernaan, artinya akan berada di dalam perut lebih lama. Rasa kenyang pun akan bertahan lebih lama.Dengan demikian, bisa menghindari asupan kalori berlebihan. Menariknya lagi, sebagian besar makanan kaya serat juga rendah kalori. Ini penting mengingat kelebihan berat badan merupakan faktor risiko terjadinya diabetes tipe 2.

3. Mencegah penyakit jantung

Manfaat serat untuk diabetes adalah bisa mencegah terjadinya penyakit jantung. Sebab, kadar gula yang tinggi akibat diabetes bisa saja merusak pembuluh darah dan saraf yang mengendalikan jantung dan pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menyempit dan memicu terjadinya penyakit jantung.Ketika seseorang cukup mengonsumsi serat larut air, maka kadar kolesterol LDL akan turun. Serat larut air mengikat partikel kolesterol di usus halus agar tidak masuk ke aliran darah.

Jenis serat yang disarankan

Terdapat dua jenis serat, yaitu larut air dan tidak larut air. Masing-masing menopang fungsi berbeda dalam tubuh. Berikut penjelasannya:
  • Serat larut air

Jenis serat ini bisa larut dalam air dan akan berubah bentuk seperti gel di dalam perut. Ini juga yang membuat proses cernanya berlangsung perlahan. Bukan hanya menurunkan kolesterol, serat larut air juga menurunkan risiko menderita stroke, diabetes, hingga masalah pencernaan.Lebih jauh lagi, serat larut air juga memberi nutrisi bagi bakteri baik dalam pencernaan. Dengan demikian, bisa mencegah terjadinya konstipasi.Sumber serat larut air bisa berupa kacang lima, apel, kentang, oatmeal, pisang, brokoli, biji bunga matahari, walnut, dan kacang polong.
  • Serat tidak larut air

Sesuai namanya, jenis serat yang satu ini tidak larut dalam air. Bentuknya akan tetap utuh ketika masuk ke rongga pencernaan. Fungsi dari serat ini mempercepat gerak makanan di dalam saluran cerna, analoginya seperti spons cuci piring yang kasar dan menggosok usus.Lebih jauh lagi, serat tidak larut air juga membuat proses buang air besar menjadi lebih lancar. Jenis serat tidak larut air di antaranya adalah kale, lentil, almond, pear, kacang garbanzo, stroberi, quinoa, kentang, raspberry, oatmeal, dan jeruk.

Menghitung kebutuhan serat

Mengingat banyak orang yang tidak cukup banyak mengonsumsi buah, sayur, dan gandum utuh, sekitar 90% perempuan dan 97% laki-laki tidak memenuhi kebutuhan serat setiap harinya.Rekomendasi kebutuhan serat cenderung bervariasi berdasarkan usia dan gender, dengan penjelasan sebagai berikut:
  • Perempuan 19-30 tahun: 28 gram
  • Perempuan 31-50 tahun: 25 gram
  • Perempuan >51 tahun: 22 gram
  • Laki-laki 19-30 tahun: 34 gram
  • Laki-laki 31-50 tahun: 31 gram
  • Laki-laki >51 tahun: 28 gram
Untuk bisa memenuhi kebutuhan serat dari makanan sehari-hari, lakukan secara bertahap. Jangan langsung mengonsumsi terlalu banyak serat karena justru menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan. Contohnya perut kembung, diare, konstipasi, atau kram perut.Sebaiknya, lakukan secara bertahap. Setiap beberapa hari sekali, baru tambah porsi makanan kaya serat yang dikonsumsi.Tak kalah penting, sebar konsumsi serat sepanjang hari dalam beberapa kali waktu makan. Konsumsi banyak air untuk mengimbanginya.

Catatan dari SehatQ

Jadi, tak ada salahnya mencoba manfaat serat untuk diabetes dengan cara menambahkannya dalam menu makanan sehari-hari. Bukan hanya dapat meredakan gejala, konsumsi serat juga dapat menurunkan risiko komplikasi seperti menderita penyakit jantung.Pastikan ketika menambahkan serat dalam konsumsi makanan sehari-hari, lakukan secara bertahap. Jika langsung mengonsumsi serat berlebihan apalagi dalam satu kali makan saja, bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar manfaat konsumsi serat terhadap diabetes, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
diabetesmakanan sehathidup sehat
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/soluble-and-insoluble-fiber-1087462
Diakses pada 7 September 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/17281-heart-healthy-eating-to-help-lower-cholesterol-levels
Diakses pada 7 September 2021
International Journal of Clinical Practice. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ijcp.12384
Diakses pada 7 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait