Senam kebugaran jasmani sering dilakukan oleh lansia dan anak sekolah
Sekelompok lansia sedang melakukan senam pagi

Bagi generasi 90-an, senam kesegaran jasmani (SKJ) bukanlah istilah yang asing. Gerakan olahraga yang mulai populer pada 1980-an itu memang sempat fenomenal dan menjadi salah satu olahraga yang diperkenalkan hingga kepada siswa sekolah dasar.

Senam kesegaran jasmani adalah gerakan olahraga yang melibatkan seluruh anggota tubuh. Tujuannya adalah menjaga kesehatan fisik dan kesehatan pada umumnya, namun ada juga yang melakukan senam ini untuk meningkatkan skill olahraga tertentu.

Saat ini, SKJ yang banyak beredar di Indonesia adalah tipe SKJ 2018 yang merupakan daur ulang dari senam SKJ 1984. Meski demikian, manfaat dari senam ini tidak berubah dari masa ke masa.

Apa saja manfaat senam kesegaran jasmani?

Manfaat senam kesegaran jasmani sebetulnya mirip dengan berolahraga pada umumnya, yakni menjaga kesehatan tubuh Anda secara fisik maupun mental. Senam kesegaran jasmani akan membawa dampak baik bagi fisik Anda, yakni:

  • Menjaga berat badan
  • Menurunkan risiko serangan jantung, terutama yang diakibatkan oleh naiknya kadar kolesterol dan tekanan darah
  • Menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker
  • Menguatkan tulang, otot, dan persendian sehingga Anda tidak rentan terkena osteoporosis
  • Meningkatkan stamina, memperbaiki mood, serta membuat tubuh lebih rileks sehingga Anda dapat tidur lebih nyenyak.

Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara olahraga dan penurunan rasa depresi dalam diri seseorang. Pasalnya, olahraga dapat mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal yang negatif, membuat mood lebih baik, serta menurunkan kadar hormon stres di dalam otak.

Ketika dilakukan secara kelompok, senam kesegaran jasmani juga dapat menjadi ajang sosial bagi Anda. Untuk mendapatkan semua manfaat tersebut, Anda dianjurkan melakukan gerakan senam kesegaran jasmani selama 30 menit per hari.

Bagaimana gerakan senam kesegaran jasmani?

Bagi Anda yang belum pernah melakukan senam kesegaran jasmani atau sudah lupa dengan gerakannya, senam ini tidak membutuhkan skill tertentu dalam olahraga. Senam kesegaran jasmani adalah latihan sederhana dengan gerakan yang dasar yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

Di Indonesia, gerakan senam kesegaran jasmani dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Pemanasan

Gerakan pemanasan bertujuan melemaskan otot tubuh agar tidak rentan cedera saat melakukan senam kesegaran jasmani. Otot yang dilemaskan biasa berupa otot leher, lengan, punggung, pinggang, hingga kaki.

Sebelum melakukan pemanasan, Anda harus berdiri dengan tubuh tegak dan pandangan lurus ke depan. Rapatkan tumit, kedua telapak kaki membentuk sudut selebar satu kepalan tangan masing-masing, kedua lengan lurus di sisi tubuh, telapak tangan menghadap ke dalam, dan jari-jari tangan rapat menempel ke paha.

  • Latihan inti

Gerakan senam kesegaran jasmani ini terdiri dari latihan kekuatan tubuh, keseimbangan, kekuatan dan ketangkasan. Dalam latihan inti, Anda akan diminta melakukan beberapa gerakan yang melatih stamina, pernapasan, maupun kelenturan otot tubuh, seperti latihan jaIan, Iari, dan Iompat.

  • Pendinginan atau relaksasi

Tujuan gerakan senam kesegaran jasmani ini adalah mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Ada beberapa gerakan yang akan Anda lakukan, salah satunya adalah mengayunkan lengan ke depan lurus setinggi bahu secara bergantian, kaki rapat, dan pandangan lurus ke depan.

Pada hitungan kelima, kedua lengan membuat lingkaran melalui bawah ke atas di samping badan. Pada saat di bawah, tapak tangan menghadap ke depan. Sedangkan pada saat di atas, tapak tangan menghadap ke dalam. Pada hitungan ke-8, kedua lengan turun di samping badan.

Untuk gerakan lengkapnya, Anda dapat melihat gerakan senam kesegaran jasmani yang tersebar di situs berbagi video. Bila perlu, Anda dapat mengunjungi pusat kegiatan di lingkungan Anda untuk melakukan senam ini bersama dengan anggota masyarakat yang lain.

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/terms/physical_exercise.htm
Diakses pada 24 Februari 2020

Universitas Bengkulu. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/kinestetik/article/download/8998/4413
Diakses pada 24 Februari 2020

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/physical-activity-its-important
Diakses pada 24 Februari 2020

UNY. https://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/download/9120/pdf
Diakses pada 24 Februari 2020

UPI. http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENJASKES/BBM_4.pdf
Diakses pada 24 Februari 2020

Artikel Terkait

Tanya Jawab Terkait Bersama Dokter