Ini Beragam Manfaat Seledri untuk Ginjal, Apa Saja?

Manfaat seledri untuk ginjal antara lain untuk menetralkan radikal bebas yang berisiko mengganggu fungsi orban tersebut.
Manfaat seledri untuk ginjal antara lain muncul dari antioksidan dalam sayuran hijau ini.

Ada beragam jenis sayuran yang dikenal baik untuk kesehatan ginjal Anda, satu di antaranya Apium graveolens atau seledri. Manfaat seledri untuk ginjal antara lain membantu menghilangkan racun, limbah dan zat kontaminan dari tubuh, serta mengurangi risiko peradangan ginjal.

Tak hanya bermanfaat untuk kesehatan ginjal, seledri yang mengandung kalium, folat, vitamin K, A dan C, serta dapat melawan berbagai infeksi bakteri dan meningkatkan kekebalan tubuh. Karena kandungannya, tanaman jenis apiaceae ini kerap digunakan untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan seperti nyeri sendi, rematik, asam urat, liver, bronkitis hingga menurunkan kadar kolesterol tubuh.

Manfaat seledri untuk ginjal bisa dirasakan karena kandungan ini

Seledri mengandung antioksidan untuk menetralkan
radikal bebas yang bisa mengganggu fungsi ginjal.

Anda bisa merasakan manfaat seledri untuk ginjal, karena berbagai kandungannya berikut ini, dalam sayuran berwarna hijau tersebut.

  1. Antioksidan penting:

    Selain terdiri dari air dan serat makanan, sebatang seledri mengandung berbagai senyawa tanaman yang memiliki antioksidan kuat, seperti apigenin, luteolin, selina, limonene, kaempferol dan asam p-coumaric. Setidaknya, ada sekitar 12 jenis nutrisi antioksidan tambahan dalam sebatang seledri.
    Antioksidan yang terkandung dalam seledri berfungsi untuk melindungi sel, pembuluh darah serta organ dari kerusakan oksidatif. Zat antioksidan juga menetralkan radikal bebas yang dapat melemahkan fungsi ginjal dan menyebabkan berbagai penyakit.
  2. Puluhan senyawa antiperadangan:

    Seledri mengandung sekitar 25 senyawa antiperadangan yang dapat melindungi ginjal. Beberapa kandungan antiperadangan di dalam seledri, yaitu asam fenolik dan quercetin, dapat menghambat proses peradangan.
  3. Vitamin dan mineral:

    Manfaat seledri untuk ginjal berikutnya adalah mengurangi risiko infeksi ginjal. Kandungan vitamin K, A dan C serta tambahan mineral seperti kalium dan folat di dalam sebatang seledri, sanggup mengurangi risiko infeksi ginjal yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi bakteri.
  4. N-butylphthalide:

    Aroma seledri yang khas berasal dari senyawa tanaman sedanolide dan n-butylphthalide. Senyawa terakhir yang disebutkan ini berfungsi untuk mengurangi tekanan darah sekaligus mengurangi risiko gagal ginjal.

Selain kandungan-kandungan di atas, seledri juga memiliki indeks glikemik rendah. Dengan demikian, mengonsumsi seledri bisa mengurangi risiko gagal ginjal akibat penyakit diabetes.

Perhatikan hal ini sebelum mengonsumsi seledri

Mengonsumsi seledri mentah terus-terusan secara berlebihan
berisiko memicu gondok.

Ada begitu banyak manfaat seledri untuk ginjal dan kesehatan secara umum. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang memanfaatkan seledri sebagai tanaman pengobatan maupun alternatif makanan diet. Namun, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan, seperti berikut ini:

  • Mencuci sebelum mengonsumsinya:

    Selama bertahun-tahun seledri masuk dalam daftar makanan dengan kandungan pestisida terbanyak versi kelompok pemerhati lingkungan, Environmental Working Group. Maka, pastikanlah untuk selalu mencuci seledri terlebih dahulu sebelum Anda mengonsumsi maupun mengolahnya.
  • Jangan memakannya mentah-mentah secara berlebihan:

    Mengonsumsi seledri mentah dalam jumlah besar dan terus-menerus juga berpotensi menyebabkan pembengkakan pada leher atau gondok. Pembengkakan pada leher terjadi akibat minimnya kandungan yodium pada seledri, yang menyebabkan terganggunya fungsi yodium di kelenjar tiroid.
    Lebih buruk lagi, pembengkakan pada leher dapat menyebabkan masalah pernapasan serta memperbesar risiko hipotiroidisme.
    Untuk menghindari gangguan kesehatan tersebut, pastikan Anda mengolah seledri sebelum mengonsumsinya. Jangan pernah mengonsumsi seledri mentah saja, tanpa makanan pendamping.
  • Mengonsumsi secukupnya:

    Selain dapat menyebabkan gondok, mengonsumsi seledri secara berlebihan dapat menyebabkan malnutrisi dan gangguan pencernaan.
    Bagi Anda yang menjalani diet seledri, cermatlah dalam mengonsumsi sayuran hijau ini, serta tetap menggabungkan asupan zat yang terkandung dalam makanan lain. Sebab seledri yang sangat rendah kalori, memang dapat menyebabkan tubuh Anda kekurangan gizi. Tak hanya itu, mengonsumsi seledri secara berlebihan juga dapat menyebabkan kembung, produksi gas berlebih pada perut, dan diare.
  • Jangan memakannya jika alergi:

    Penting untuk mengetahui reaksi hipersensitivitas tubuh Anda sebelum mengonsumsi seledri. Jika Anda memiliki riwayat alergi, jangan sekali-kali mengonsumsi sayuran hijau yang satu ini.
    Alergi ini dapat menyebabkan Anda mengalami kesemutan, bengkak, mual, kesulitan bernapas, bahkan hingga tak sadarkan diri.
  • Jauhkan seledri sinar ultraviolet:

    Seledri mengandung bahan kimia yang disebut psoralens. Kandungan ini sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet.
    Jika Anda meletakkan seledri di tangan, tepat di bawah sengatan matahari, reaksi bahan kimia tersebut akan menyebabkan kulit ruam seperti terbakar. Tak jarang, hal ini jadi ancaman bagi para pekerja di ladang seledri.

Selain kelima risiko di atas, Anda juga tidak diperbolehkan mengonsumsi seledri, setidaknya 2 minggu sebelum menjalani tindakan operasi.

Catatan dari SehatQ

Seledri memang memiliki banyak manfaat untuk ginjal dan kesehatan. Namun di balik manfaatnya tersebut, perlu perhatian khusus dalam mengolah seledri menjadi makanan yang aman bagi tubuh Anda.

Selain itu, meski tidak semua orang mengalami efek samping di atas, Anda sebaiknya memastikan potensi alergi tubuh pada seledri. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping seledri, berkonsultasilah dengan dokter.

EWG.
https://www.ewg.org/foodnews/summary.php
Diakses pada 2 Februari 2020

All About Continence.
https://www.allaboutincontinence.co.uk/blog/foods-for-healthy-bladder-kidneys
Diakses pada 2 Februari 2020

Live Science.
https://www.livescience.com/50640-celery-nutrition.html
Diakses pada 2 Februari 2020

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-infection/symptoms-causes/syc-20353387
Diakses pada 2 Februari 2020

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/270678.php#diet
Diakses pada 2 Februari 2020

Draxe.
https://draxe.com/nutrition/benefits-of-celery/
Diakses pada 2 Februari 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/food-nutrition/health-benefits-of-celery#2
Diakses pada 2 Februari 2020

Artikel Terkait