7 Manfaat Ruang Terbuka Hijau bagi Kesehatan Masyarakat


Ruang terbuka hijau memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kehadiran area ini dapat menurunkan berbagai risiko penyakit yang disebabkan polusi, meredam kebisingan, hingga mempertahankan cadangan air tanah.

0,0
26 Oct 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ruang terbuka hijau atau RTH adalah area atau jalur yang penggunaannya terbuka dan tempat tanaman tumbuhRuang terbuka hijau punya banyak manfaat bagi masyarakat di sekitarnya
Berdasarkan Undang-undang No. 26 tahun 2007, pengertian Ruang Terbuka Hijau atau RTH adalah area atau jalur yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, dan merupakan tempat tanaman tumbuh, baik secara alami maupun sengaja ditanam. Ruang terbuka hijau dibagi menjadi dua, yaitu ruang terbuka privat dan ruang terbuka publik.
Ruang terbuka hijau adalah area rekreasi bagi penghuni atau masyarakat sekitar dan membantu meningkatkan keindahan serta kualitas lingkungan. Beberapa contoh dari RTH adalah taman kota, taman perumahan, taman bermain, dan pemakaman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa ruang terbuka hijau di perkotaan dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik, serta mengurangi morbiditas dan mortalitas penduduk. Mari kenali lebih jauh seputar manfaat ruang terbuka hijau bagi kesehatan.

Manfaat ruang terbuka hijau bagi kesehatan

Ruang terbuka hijau tidak hanya membuat pemandangan lebih indah, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah beberapa manfaat ruang terbuka hijau yang perlu Anda ketahui.

1. Keanekaragaman hayati yang lebih besar

Keberadaan ruang terbuka hijau dapat berkontribusi pada terciptanya keanekaragaman hayati. Kondisi ini dapat menciptakan habitat bagi satwa liar yang juga penting dalam meningkatkan kualitas hidup di perkotaan.

2. Mengurangi polusi

Polusi bisa mendatangkan berbagai gangguan kesehatan, baik pada pernapasan, kulit, dan mata. Berbagai tanaman pada ruang terbuka hijau publik dapat membantu menyaring polutan udara, bahkan yang paling berbahaya sekalipun.Dilansir dari Urban Espora, setiap satu meter persegi ruang terbuka hijau dapat menyaring hingga 200 gram partikel polutan per tahun. Hal ini tentunya mendukung kondisi lingkungan yang lebih sehat dan menurunkan berbagai risiko gangguan penyakit terkait polusi.

3. Meningkatkan cadangan air

Ruang terbuka hijau dapat membantu mengurangi limpasan dan meningkatkan penyerapan air hujan. Limpasan adalah curah air hujan yang mengalir di permukaan tanah dan membawa pergi zat-zat serta partikel tanah.Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya daya serap tanah. Dengan adanya ruang terbuka hijau, air hujan dapat dipertahankan dan mampu meningkatkan kelembapan.Keberadaan air di daratan sangat tergantung pada kemampuan untuk menahan air hujan supaya bisa diserap sebanyak mungkin dan tidak menjadi limpasan.Semakin besar kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air, semakin banyak air yang tersedia. Cadangan air tanah dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan warga.Kebutuhan air yang tercukupi dapat menunjang kesehatan dan kesejahteraan warga. Di sisi lain, kekurangan air bisa meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

4. Mengurangi efek pemanasan global

Beberapa efek pemanasan global meliputi peningkatan suhu bumi, munculnya hujan lebat dan gelombang panas, hingga penyebaran penyakit.Ruang terbuka hijau dapat membantu mengurangi berbagai efek tersebut. Hal ini tentunya dapat membawa pengaruh baik terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

5. Mempertahankan suhu udara yang optimal

Ruang terbuka hijau dapat membantu menjaga suhu udara dan iklim yang nyaman. RTH di atap bangunan dan rumah pribadi bahkan mampu mengisolasi suhu sehingga menjadikan suhu di sekitarnya lebih dingin di bulan-bulan musim panas dan lebih hangat di bulan-bulan yang musim dingin.Kondisi ini dapat membantu mengurangi penggunaan alat pendingin atau pemanas ruangan sehingga konsumsi energi juga berkurang.Terlebih lagi penggunaan pendingin ruangan berlebihan juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada sebagian orang, seperti mata kering, kulit kering, alergi, gangguan pernapasan, dehidrasi dan sakit kepala.

6. Meredam kebisingan

Dilansir dari National Geographic, paparan terhadap kebisingan kota dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, gangguan tidur, dan stres. Gangguan ini dapat berpengaruh kepada siapa saja, terutama anak-anak.Selain menurunkan suhu kota, keberadaan ruang terbuka hijau dalam bentuk dinding atau atap dinilai mampu menurunkan tingkat kebisingan. Pantulan suara kota bisa berkurang hingga 3 desibel.

7. Meningkatkan kualitas hidup

Kehadiran ruang terbuka hijau di perkotaan dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa manfaat menguntungkan ruang terbuka hijau berdasarkan sejumlah penelitian.
  • Memberikan relaksasi psikologis dan mengurangi stres
  • Mengurangi penyakit pernapasan
  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah)
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Merangsang kohesi sosial
  • Mendukung aktivitas fisik yang menyehatkan
  • Mengurangi kematian di usia muda.

Catatan dari SehatQ

Ruang terbuka hijau dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian ruang terbuka hijau adalah tanggung jawab bersama.Anda bisa melakukannya dari hal-hal terkecil, seperti jangan menginjak dan mencabut tanaman, merusak, mencoret-coret, hingga membuang sampah sembarangan saat berada di ruang terbuka hijau.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
strespolusi udara
DPKP3 Bandung. https://dpkp3.bandung.go.id/ruang-terbuka-hijau
Diakses 12 Oktober 2021
Forester Act. https://foresteract.com/ruang-terbuka-hijau/
Diakses 12 Oktober 2021
United States Environmental Protection Agency. https://www3.epa.gov/region1/eco/uep/openspace.html
Diakses 12 Oktober 2021
World Health Organization – Euro. https://www.euro.who.int/en/health-topics/environment-and-health/urban-health/publications/2016/urban-green-spaces-and-health-a-review-of-evidence-2016
Diakses 12 Oktober 2021
Urban Espora. https://www.urbanespora.es/en/the-8-benefits-of-spreading-green-spaces-in-cities/
Diakses 12 Oktober 2021
Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/5486/4.%20BAB%20IV.pdf?sequence=4&isAllowed=y
Diakses 12 Oktober 2021
National Geographic. https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/noise-pollution/
Diakses 12 Oktober 2021
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/magazine-9-side-effects-of-air-conditioners-you-must-know-about/
Diakses 12 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327177#Parks-can-protect-against-early-death
Diakses 12 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait