5 Manfaat Push Up yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Untuk Anda yang sedang ingin membesarkan massa otot, manfaat push up bisa berdampak baik untuk Anda.
Jangankan membesarkan otot, manfaat push up juga mampu menyehatkan jantung.

Terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak sempat berolahraga di gym? Jangan khawatir, masih banyak olahraga yang bisa Anda lakukan di rumah, bahkan setelah bangun atau sebelum tidur sekalipun. Salah satunya push up. Manfaat push up juga bukan sekadar memperkuat lengan, maupun membentuk otot.

Olahraga yang tidak membutuhkan biaya atau alat apapun ini, ternyata memiliki banyak manfaat. Dengan melakukan push up, Anda bisa meningkatkan kesehatan organ dalam, seperti jantung. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui manfaat push up berikut ini.

Manfaat push up yang baik untuk tubuh

Sebelum mengetahui manfaat push up, ada baiknya memahami 3 peraturan push up ini, agar hasilnya maksimal.

  • Jaga punggung agar tetap lurus saat melakukan push up
  • Bokong harus diturunkan saat push up, bukan diangkat
  • Tubuh harus membentuk garis lurus, dan jangan melengkungkan punggung

Minta bantuan orang lain untuk memperhatikan gerakan serta bentuk tubuh Anda saat melakukan push up. Minta ia memberitahu jika ada gerakan yang salah.

Setelah mempelajari penduan tersebut, saatnya mengetahui manfaat push up, agar Anda semakin semangat dalam berolahraga.

1. Menguatkan otot bahu

Push up sangat efektif untuk memperkuat otot-otot di sekitar sendi bahu. Tidak heran, orang yang sering push up, memiliki bahu yang bidang.

Otot dan tendon di area bahu ini, bertanggung jawab dalam menjaga tulang lengan di atas bahu. 

Tidak hanya itu, push up juga berpengaruh terhadap setiap otot pada tubuh Anda. Gerakan yang dilakukan dalam push up memang melibatkan banyak otot secara bersamaan, misalnya dada, lengan, punggung atas dan inti, kaki hingga pinggul. Hal ini menjadi penting, karena menguatkan seluruh otot pada tubuh bisa memberikan manfaat untuk:

  • Menjaga berat badan ideal yang wajar
  • Menguatkan tulang
  • Meringankan gerakan tubuh sehari-hari
  • Menjaga tekanan dan gula darah

2. Meningkatkan kekuatan dan massa otot

Push up
Manfaat push up

Walau push up dianggap sebagai olahraga sederhana, ada banyak variasinya yang bisa Anda coba, berikut ini.

  • Push up standar. Ini adalah push up yang sering Anda lihat di gym atau televisi. Kedua tangan Anda menyentuh lantai, sejajar dengan bahu. Kemudian, tubuh bergerak ke atas dan bawah pun dilakukan.
  • Push up lebar. Berbeda dengan push up standar, push up lebar ini mengharuskan kedua tangan Anda tidak sejajar dengan bahu, alias lebih lebar. 
  • Push up sempit. Push up ini mengharuskan kedua tangan Anda untuk berada di bawah tulang dada, dengan ibu jari dan telunjuk saling menyentuh.
  • Forward push upTangan Anda terpisah selebar bahu tapi peletakan tangannya sekitar 20 centimeter di depan bahu.
  • Backward push up. Variasi ini sama seperti forward push up, namun peletakan tangannya sekitar 20 sentimeter di belakang bahu.

Masing-masing jenis push up memiliki manfaatnya tersendiri. Push up sempit bisa memberikan otot tricep dan pectoralis. Sedangkan forward dan backward push up memberikan otot perut untuk membentuk perut six pack serta otot punggung. 

Perlu diketahui, menurut studi, backward push up menjadi jenis push up yang paling bermanfaat untuk meningkatkan kondisi serta kekuatan tubuh bagian atas. Sedangkan push up sempit dipercaya paling tepat dilakukan saat Anda ingin memiliki otot tricep. 

3. Meningkatkan kesehatan jantung

Dalam sebuah studi yang dilakukan selama 10 tahun, peneliti menemukan, pria yang bisa melakukan push up sebanyak 40 kali berturut-turut, terhindar dari penyakit jantung sebanyak 96% dibandingkan dengan mereka yang tidak bisa push up, sebanyak 10 kali. 

Para pria yang ada dalam studi ini kebanyakan berusia di bawah 40 tahun, dan memiliki berat badan berlebihan, namun tidak sampai obesitas. Sekitar 1.562 pria yang berada di dalam studi ini merupakan anggota pemadam kebakaran. 

Studi ini juga membuktikan, pembentukan serta penguatan otot mampu menyehatkan jantung. 

Jika Anda tidak bisa melakukan push up sebanyak 40 kali, jangan khawatir. Para peneliti dalam studi itu saja menegaskan, jika sudah bisa melakukan push up 11 kali, artinya Anda sudah menurunkan risiko penyakit jantung sampai 64%.

Walau studi ini fokus pada push up, jangan membatasi diri Anda untuk melakukan olahraga lain yang dapat dilakukan di rumah, seperti sit up. Pasalnya, dengan berolahraga, walau sebentar, Anda akan merasakan segudang manfaat.

4. Meningkatkan jumlah hormon pertumbuhan manusia

Ketika Anda menua, produksi hormon pertumbuhan manusia semakin menurun. Padahal, hormon ini berfungsi untuk mendukung kesehatan tubuh serta perbaikan sel. 

Selain itu, hormon pertumbuhan manusia juga dipercaya memiliki peran penting dalam pembesaran otot. Kalau tidak ada hormon ini, Anda akan kesulitan meningkatkan massa otot. 

5. Memperbanyak testosteron dalam tubuh

Testosteron sangat dibutuhkan untuk meningkatkan performa fisik, massa otot, produksi hormon lainnya, pertumbuhan rambut, hingga dorongan seks. Push up tersebut, diyakini bisa meningkatkan jumlah produksi testosteron dalam tubuh. 

Berbagai risiko push up

Setelah mengetahui beragam manfaat push up, Anda juga harus memahami berbagai risiko push up, jika dilakukan terlalu sering, dengan gerakan yang tidak benar. Apa saja risiko push up itu?

  • Tidak lagi tertantang

Jika terlalu sering melakukan satu gerakan olahraga yang itu-itu saja, Anda berisiko merasa bosan, dan olahraga itu tidak lagi menantang. Hal ini disebut dengan fitness plateau.

Untuk menghindarinya, cobalah lebih variatif dalam melakukan gerakan olahraga. Misalnya, pada minggu ini, lakukan push up di hari Senin sampai Rabu. Kemudian, hari Kamis hingga Minggu, lakukan sit up atau pull up.

  • Nyeri punggung

Beberapa tipe push up, seperti backward push up dan forward push up, "mengaktifkan" otot-otot di punggung bagian bawah. Kedua variasi push up ini, berpotensi menimbulkan nyeri punggung. Apalagi jika dilakukan dengan gerakan yang keliru.

Jika Anda menderita kondisi medis di bagian punggung, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter, sebelum melakukan push up.

  • Nyeri pergelangan tangan

Nyeri pergelangan tangan juga berpotensi menjadi risiko push up. Tidak heran, sebab, pergelangan tangan menjadi salah satu "tumpuan" berat badan Anda, saat melakukan push up.

Sebuah studi pada 2017, menemukan sekitar 84% orang mengalami nyeri di bagian belakang pergelangan tangan mereka, setelah melakukan aktivitas latihan menahan berat badan. Sekitar 76% dari kasus itu, disebabkan oleh kista ganglion, yang biasanya timbul di area sendi.

Penyebab umum lainnya dari nyeri pergelangan tangan setelah melakukan push up adalah ligamen robek.

  • Cedera siku

Sebuah studi yang dilakukan pada 2011, menginvestigas kemungkinan adanya dampak buruk push up, terhadap siku. Para peneliti mencoba 3 jenis push up, dengan kecepatan cepat, sedang, dan lambat.

Studi itu menemukan, push up cepat bisa memberikan tekanan yang cukup besar, pada sendi siku, hingga ligamen. Mereka menyimpulkan, push up yang cepat, meningkatkan risiko cedera.

Catatan dari SehatQ

Mulai lakukan push up setiap hari dengan cara “menguji” kekuatan Anda melakukan push up dalam waktu satu menit, dengan gerakan yang benar. Jangan paksakan jumlah push up jika Anda belum terbiasa. Lebih baik, perbanyak repetisi hari demi hari, untuk meningkatkan kekuatan dalam melakukan push up

Jika push up terasa masih sulit untuk Anda, cobalah melakukan push up dengan lutut menyentuh ke permukaan lantai. 

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/25511-benefits-pushups/

Diakses pada 20 September 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/pushups-everyday#how-to

Diakses pada 20 September 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326149.php

Diakses pada 20 September 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/men/features/pushups-help-mens-hearts#1

Diakses pada 20 September 2019

 

Fit and Me. https://www.fitandme.com/benefits-of-push-ups/

Diakses pada 20 September 2019

Artikel Terkait