Jarang yang Tahu, Ini Berbagai Manfaat Pete untuk Ginjal

(28)
08 Feb 2020|Rheza Adm
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Manfaat petai untuk ginjal salah satunya dapat melawan radikal bebasManfaat petai untuk ginjal, ternyata tidak bisa disepelekan.
Ada begitu banyak makanan yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan ginjal. Salah satunya petai atau parkia speciosa. Siapa sangka, lalapan dan pelengkap masakan yang disukai masyarakat Indonesia ini, memiliki segudang khasiat untuk ginjal. Apa saja manfaat petai untuk ginjal?

Manfaat petai untuk ginjal begitu beragam karena kandungan ini

Manfaat petai untuk ginjal antara lain diperoleh darikandungan antioksidan di dalamnya.
Anda bisa merasakan manfaat petai untuk kesehatan dengan mengetahui berbagai kandunganya berikut ini. Ada antioksidan, beta-sitosterol dan stigmasterol, siklik polisufida, hexathionine, serta triathiolane.
  • Antioksidan

Petai mengandung antioksidan bernama flavonoid dan asam tiazolidin-4-karboksilat. Antioksidan ini berfungsi membantu melawan radikal bebas yang dapat melemahkan fungsi ginjal dan menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes dan kanker.Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa petai merupakan tanaman dengan kandungan dan aktivitas antioksidan yang tinggi.
  • Beta-sitosterol dan stigmasterol

Petai juga mengandung beta-sitosterol dan stigmasterol yang berfungsi menurunkan kadar gula darah. Gula darah yang tidak terkontrol dengan baik, dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ginjal.
  • Siklik polisulfida, hexathionine dan trithiolane

Manfaat petai untuk ginjal selanjutnya adalah mengurangi risiko infeksi ginjal yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri.Ekstrak biji petai mengandung siklik polisulfida, hexathionine dan trithiolane yang memiliki kemampuan antibakteri. Penelitian sementara menyebutkan, ekstrak biji petai paling efektif melawan golongan bakteri Gram-negatif.

Masih ada manfaat petai lainnya untuk kesehatan, apa saja?

Petai juga bermanfaat untuk menurunkantekanan darah tinggi.
Selain mengandung berbagai kandungan senyawa yang bermanfaat bagi ginjal, petai juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan lainnya, antara lain:

1. Memberikan efek menenangkan

Sebuah penelitian menyebutkan, individu yang tengah mengalami stres, merasa lebih baik setelah mengonsumsi petai.Petai yang mengandung triptofan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin, dapat membuat Anda merasa rileks. Petai juga dipercaya mampu meningkatkan suasana hati dan membuat perasaan lebih nyaman.Selain itu, kadar vitamin B yang begitu tinggi dalam petai dapat membuat sistem saraf pusat menjadi rileks.Tak heran, wanita yang mengalami premenstrual syndrome (PMS) disarankan untuk mengonsumsi petai. Sebab, kandungan vitamin B6 di dalamnya, dapat mengontrol gula darah serta memengaruhi suasana hati menjadi lebih baik.

2. Mengatasi anemia

Kandungan zat besi dalam petai dapat meningkatkan jumlah hemoglobin dalam darah yang sangat dibutuhkan penderita anemia.

3. Mengurangi risiko stroke dan jantung

Petai yang kaya akan kalium juga dapat menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

4. Mengatasi mual

Petai memiliki efek antasida alami di dalam tubuh, yang berguna untuk memberikan efek lega dan mengatasi mual. Kondisi mual juga bisa reda karena kemampuan petai dalam meningkatkan kadar glukosa darah.

5. Menyehatkan mata

Kandungan vitamin A yang cukup tinggi dalam petai, yaitu sekitar 200 IU per 100 mg, membuat jenis kacang-kacangan ini sangat baik untuk menyehatkan kornea mata.

Bagaimana cara mengolah petai?

Ada beragam resep masakan Tanah Air yang menggunakan petai sebagai bahan bakunya. Sebut saja sambal goreng petai, petai tumis udang, nasi goreng petai, sambel goreng hati dengan petai, maupun sambal petai balado. Anda bisa mendapatkan resep-resepnya dengan mudah di Internet.Jika Anda merasa tidak punya banyak waktu untuk memasaknya, hidangan petai tersebut pun bisa Anda jumpai di berbagai restoran maupun rumah makan.

Catatan dari SehatQ

Meski manfaat petai untuk ginjal dan kesehatan begitu banyak, mengonsumsi biji-bijian berbentuk pipih dan panjang ini secara berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan.Selain aroma yang ditimbulkan setelah memakannya dapat membuat sebagian orang tidak nyaman, petai juga dapat menimbulkan asam urat jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, karena kandungan asam djenkolic-nya, mengonsumsi petai secara berlebihan dapat menyembabkan ureter tersumbat. Ureter adalah saluran yang mengantarkan urine dari ginjal menuju kandung kemih.
penyakit ginjalmakanan sehatgangguan ginjal
National Kindney Foundation.
https://www.kidney.org/atoz/content/sixstepshealthprimer
Diakses pada 7 Februari 2020
Health Benefit Times.
https://www.healthbenefitstimes.com/petai/
Diakses pada 7 Februari 2020
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3730359/
Diakses pada 7 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait

8 Makanan Tinggi Nutrisi Wajib Konsumsi, Apa Saja?

Hampir semua makanan yang kita konsumsi memiliki nutrisi. Namun tidak semuanya memiliki nutrisi yang kaya dan lengkap. Kabar baiknya, di sekitar kita ada beberapa makanan dengan kandungan nutrisi tinggi. Cokelat, salmon, kale, rumput laut, hingga bawang putih adalah beberapa diantaranya.
21 Jul 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
8 Makanan Tinggi Nutrisi Wajib Konsumsi, Apa Saja?

Salad Sayur untuk Diet, Padu Padan Menu Sehat yang Menyenangkan

Gaya hidup sehat bisa dimulai dengan mengatur pola makan dengan mengonsumsi sayuran. Salad sayur untuk diet sebaiknya mengandung sayur beragam warna, lemak baik, protein, dan juga buah.
14 Jan 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Salad Sayur untuk Diet, Padu Padan Menu Sehat yang Menyenangkan

Mengenal Molibdenum, Mineral yang Krusial Walau Jarang Terdengar

Molibdenum adalah salah satu jenis mineral mikro. Dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, mineral ini memegang peranan penting untuk tubuh. Kenali peran molibdenum atau molybdenum.
03 Mar 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengenal Molibdenum, Mineral yang Krusial Walau Jarang Terdengar