Manfaat Petai Cina, Tanaman Polong Meksiko yang Populer di Indonesia

(0)
23 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Manfaat petai cina meliputi meredakan diare dan antibakteriPetai cina punya manfaat kesehatan yang jarang diketahui orang-orang
Sebagian orang mengenalnya sebagai lamtoro, sebagian lagi menyebutnya petai cina. Apa pun sebutannya, tumbuhan ini sangat baik untuk dikonsumsi karena terdapat manfaat petai cina bagi kesehatan yang mungkin belum Anda ketahui berikut ini.Meski namanya petai cina (Leucaena glauca), tanaman ini sebetulnya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, yang kemudian menyebar luas dan mudah beradaptasi di daerah tropis seperti Indonesia. Pohon lamtoro bisa ditemui di dataran rendah dan memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah, seperti kalanding (Madura) dan petai selong (Sumatera).Pohon lamtoro disebut sebagai petai karena buahnya yang mirip buah petai (Parkia speciosa), tapi ukurannya jauh lebih kecil dan penampangnya lebih tipis. Biji petai cina sendiri berbentuk lonjong dan pipih serta berwarna hijau saat muda dan cokelat bila sudah tua.Ciri lain dari pohon adalah ialah bentuk bunga yang berjambul berwarna putih atau sering disebut cangkaruk. Sedangkan batangnya berukuran tidak besar, namun keras, serta bagian akarnya tunggang dan daunnya majemuk.

Kandungan dan manfaat petai cina untuk kesehatan

Petai cina sudah sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional bagi masyarakat Indonesia, terutama bagian daun dan buahnya. Daun petai cina mengandung flavonoid, saponin, tanin, vitamin A, dan vitamin B1, sedangkan bagian buahnya mengandung mimosin, leukanin, leukanol, dan protein.Berdasarkan kandungan tersebut, potensi manfaat petai cina untuk kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Antibakteri

Manfaat petai cina ini paling banyak diperoleh jika Anda mengonsumsi bagian daunnya. Berdarsarkan sebuah penelitian, kandungan alkaloid, flavonoid, dan tanin di dalamnya membuat daun petai cina mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang dapat mengakibatkan penyakit kulit, contohnya impetigo, hingga penyakit kronis, seperti pneumonia.Alkaloid berfungsi mengganggu komponen pada sel bakteri sehingga dinding sel tidak berbentuk utuh sehingga bakteri akan segera mati. Sedangkan flavonoid bersifat koagulator protein, sedangkan tanin dapat mengerutkan dinding atau membran sel sehingga sel bakteri tidak dapat bertahan hidup.

2. Mengempiskan bengkak

Manfaat petai cina yang juga datang dari bagian daunnya adalah sebagai obat bengkak pada kulit. Khasiat ini dapat Anda rasakan dengan cara menggerus daun petai cina, kemudian menempelkannya di kulit yang mengalami masalah tersebut, biarkan selama beberapa lama, kemudian bersihkan.Kandungan saponin di dalam daun petai cina juga diyakini mengandung saponin yang dapat berperan sebagai pembentuk kolagen di dalam tubuh. Hal ini membuat kulit dapat mempercepat pengempisan bengkak sehingga Anda akan lebih cepat sembuh.

3. Meredakan diare

Di Thailand, konsumsi daun petai cina dapat meredakan diare. Khasiat ini diyakini paling tinggi ketika Anda mengonsumsi bagian pucuknya.Selain daftar di atas, banyak orang juga percata manfaat petai cina sebagai obat diabetes, cacingan, maupun disentri. Hanya saja, butuh penelitian lebih lanjut tentang khasiat ini sebelum bisa diklaim sebagai obat alternatif yang aman bagi manusia.

Bagaimana cara mengolah petai cina?

Manfaat petai cina memang cukup banyak bagi kesehatan manusia, tapi belum banyak masyarakat yang mengetahuinya sehingga tanaman lamtoro ini hanya dijadikan sebagai pakan ternak. Ada pula petani yang mengolah petai cina menjadi pembasmi gulma organik (bioherbisida) karena kandungan senyawa aleopati di dalamnya.Meskipun demikian, petai cina sudah mulai diolah menjadi bahan pangan alternatif bagi manusia, yakni dengan cara:
  • Daunnya dikonsumsi, seperti lalapan atau pecel
  • Bijinya disangrai, kemudian dijadikan sebagai pengganti biji kopi.
Sejauh ini belum diketahui efek samping mengonsumsi petai cina berlebihan, namun Anda sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsinya. Bila Anda mengalami gangguan kesehatan selepas mengonsumsi petai cina, periksakan diri ke dokter.
tanaman obat
Universitas Udayana. https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1105105030-3-Bab%20II.pdf
Diakses pada 8 Juli 2020
Unila. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/download/929/743
Diakses pada 8 Juli 2020
Digilib Unisba. http://repository.unisba.ac.id/bitstream/handle/123456789/4542/05bab1_widiasih_10060310068_skr_2014.pdf?sequence=5&isAllowed=y
Diakses pada 8 Juli 2020
E-Prints UMM. http://eprints.umm.ac.id/37887/3/jiptummpp-gdl-billydwiwa-52158-3-3.babii.pdf
Diakses pada 8 Juli 2020
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. https://core.ac.uk/download/pdf/157583577.pdf
Diakses pada 8 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait