5 Manfaat Olahraga Skipping dan Tips Melakukannya dengan Tepat

Olahraga skipping dapat meningkatkan stamina dan kebugaran bila dilakukan dengan tepat
Olahraga skipping akan menyehatkan tubuh bila dilakukan dengan tepat.

Skipping atau lompat tali adalah olahraga yang seru dan menantang. Selain cukup mudah dilakukan, peralatan yang dibutuhkan tidak mahal dan olahraga ini umumnya bisa dipraktikkan di mana saja.

Manfaat olahraga skipping pun tidak sedikit, baik dari segi kebugaran fisik maupun ketajaman pikiran. Namun Anda tentu harus melakukannya dengan benar. Mari simak penjelasannya di bawah ini!

5 manfaat olahraga skipping untuk fisik dan mental

Bila dilakukan dengan cara yang tepat, olahraga skipping mampu memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Apa sajakah manfaat tersebut?

1. Meningkatkan stamina dan kebugaran

Karena termasuk olahraga kardio, kebaikan dari olahraga skipping yang paling cepat terasa adalah keburagan dan stamina Anda yang membaik. Manfaat ini didapatkan dari meningkatkan ketahanan jantung berkat skipping

2. Membakar lemak

Lompat tali termasuk dalam jenis olahraga kardio yang banyak membakar kalori dalam waktu yang singkat. Olahraga ini bahkan dikatakan mampu memangkas 10 kalori per menit bagi orang dengan ukuran tubuh sedang. Pasalnya, seluruh tubuh akan bergerak ketika Anda melakukannya.

Karena itu, Anda bisa mengurangi lemak dalam tubuh dengan melakukan skipping. Meski demikian, seberapa banyak jumlah kalori yang terbakar tentu tergantung juga dari durasi dan intensitas latihan yang Anda lakukan serta pola makan yang Anda terapkan. 

3. Menguatkan otot

Manfaat olahraga skipping berikutnya adalah penguatan otot betis, sekaligus meningkatkan kelenturan tendon dan fascia di kaki Anda. Otot kaki yang kuat dan tendon yang lentur kemudian akan berdampak pada menurunnya risiko cedera pada kaki. 

4. Meningkatkan kekuatan tulang 

Ketika melakukan lompat tali, tulang dan otot harus menahan beban tubuh Anda. Lama-kelamaan, tulang dan otot pun bisa semakin terlatih dan kekuatannya bertambah.

Olahraga ini juga mudah disertakan sebagai variasi dalan rangkaian latihan fisik yang Anda lakukan. Misalnya, untuk tahap pemanasan sebelum latihan angkat beban.

5. Meningkatkan ketajaman pikiran

Saat melakukan lompat tali, tanpa sadar tubuh akan mengkombinasikan tempo dan koordinasi geraknya. Aktivitas inilah yang kemudian bermanfaat positif bagi kemampuan kognitif Anda.

Tips memulai olahraga skipping

Bagi Anda yang tertarik untuk mulai mencoba dan mendapatkan manfaat olahraga skipping, hal-hal berikut ini mungkin bisa menjadi panduan:

  • Pilih tali skipping yang tepat. Untuk pemula, Anda sebaiknya menggunakan jenis beaded rope. Jenis tali ini lebih berat dari tali kain atau berbahan vinil, sehingga lebih mudah dikendalikan ketika Anda melakukan lompat tali.
  • Ukur panjang tali supaya sesuai tinggi badan. Cara mengukurnya adalah dengan menginjak bagian tengah tali, kemudian tarik tali ke atas agar pegangannya sejajar dengan ketiak Anda. 
  • Gunakan sepatu yang pas. Pastikan ukuran sepatu olahraga Anda pas di kaki dan dengan sol yang tidak licin.
  • Pilih lokasi latihan lompat tali dengan tepat. Permukaan yang tidak terlalu keras dan   dapat menjadi media yang tepat untuk berlatih lompat tali karena dapat membantu tubuh Anda memantul seperti lantai kayu, berumput, dan berpasir. Yang harus dihindari adalah permukaan keras (seperti, beton atau aspal) maupun permukaan yang terlalu lunak (seperti, lantai berkarpet tebal). Bila diperlukan, Anda bisa menyiasatinya dengan berlatih lompat tali di atas matras khusus olahraga.
  • Berlatihlah sesuai kemampuan tubuh. Para pemula sebaiknya melakukan olahraga skipping dengan mengikuti kemampuan tubuh. Bila tubuh terasa letih, jangan memaksakan diri untuk meneruskannya dan beritirahatlah. Misalnya, cobalah dulu berlatih dengan tempo pelan selama 10 menit tiap hari, kemudian tingkatkan durasi secara bertahap. 

Untuk mendapatkan manfaat olahraga skipping ini, idealnya seseorang berlatih sebanyak 150 menit per minggu dengan intensitas latihan sedang. Sebagai contoh, Anda bisa membagi durasi menjadi 30 menit selama lima hari dalam seminggu.

Durasi dan intensitas tersebut sejatinya tidak hanya untuk lompat tali, tapi juga olahraga pada umumnya. Jika tidak mampu berlatih lompat tali selama 30 menit, kombinasikan sesi lompat tali dengan olahraga kardio lain, seperti jalan cepat atau jogging.

Untuk mendukung kebiasaan olahraga yang berkesinambungan, salah satu caranya adalah memilih olahraga yang menyenangkan bagi Anda. Selamat mencoba!

Health Harvard Publishing. https://www.health.harvard.edu/mens-health/what-exercises-are-best-for-bone-health
Diakses pada 28 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/jumping-rope-to-lose-weight
Diakses pada 28 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/skipping-rope-doesnt-skip-workout#1
Diakses pada 28 Juni 2019

Crossrope. https://www.crossrope.com/blog/benefits-of-jumping-the-unique-value-of-jump-rope-training/.
Diakses pada 12 Juni 2019

Buy Jump Ropes. https://buyjumpropes.net/resources/how-to-jump-rope/
Diakses pada 12 Juni 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/504480-how-much-should-i-jump-rope-a-day/
Diakses pada 12 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed