Lumpuh Bukan Halangan, Ini Manfaat Olahraga untuk Penderita Paraplegia

Manfaat olahraga juga penting bagi penderita paraplegia untuk meningkatkan stamina sekaligus kualitas hidup mereka
Penderita paraplegia akan mengalami kelumpuhan pada tubuh bagian bawah

Mengalami paraplegia bukan halangan bagi seseorang untuk melakukan berbagai kegiatan olahraga. Sama seperti orang normal pada umumnya, penyandang disabilitas ini pun bisa merasakan berbagai manfaat olahraga.

Mulai dari meningkatkan stamina, mengurangi rasa sakit, maupun menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski begitu, tetap ada ada syarat-syarat tertentu yang perlu diperhatikan oleh penderita paraplegia sebelum berolahraga.

Kapan seseorang dianggap mengalami paraplegia?

Paraplegia adalah kelumpuhan yang terjadi pada tubuh bagian bawah seseorang. Kelumpuhan ini bisa terjadi akibat kecelakaan, cedera pada tulang belakang, maupun stroke. Gejala paraplegia dan dampaknya secara umum dapat meliputi:

  • Tubuh bagian bawah yang tidak bisa digerakkan.
  • Hilangnya indera peraba atau kemampuan merasakan sentuhan di bawah bagian tubuh yang mengalami cedera.
  • Muncul sensasi yang sulit dijelaskan pada tubuh bagian bawah, misalnya rasa kesemutan, nyeri seperti kesetrum, rasa sakit. Gejala ini juga dikenal dengan istilah phantom pain.
  • Ganguan pada proses buang air kecil maupun buang air besar, contohnya tidak bisa menahan keduanya karena kehilangan sensasi.
  • Hilangnya gairah seksual.
  • Merasa depresi, terutama ketika baru divonis menderita kelumpuhan.
  • Merasakan nyeri yang hebat.
  • Berat badan yang naik. Dampak ini bisa terjadi ketika pola makan tidak disesuaikan dengan kurangnya gerak akibat kelumpuhan.

Akibat kehilangan sensasi pada tubuh bagian bawah, penderita paraplegia juga biasanya tidak menyadari ketika dirinya mengalami kerusakan kulit dan jaringan di bawah kulit akibat penekanan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama (bedsore), lecet, serta infeksi atau koreng di bagian tubuh yang lumpuh. Karena itu, butuh bantuan keluarga untuk memantau kondisi mereka dengan saksama.

Demikian pula ketika penderita paraplegia ingin berolahraga, perlu konsultasi dokter dan bimbingan daro fisioterapis berpengalaman agar program olahraga bisa memberikan keuntungan optimal.

Manfaat berolahraga untuk penderita paraplegia

Tidak semua olahraga bisa dilakukan oleh penderita paraplegia dan tipe kelumpuhan lainnya. Namun manfaat olahraga yang didapat ketika mereka bergerak akan sama saja seperti orang pada umumnya.

1. Latihan tubuh bagian atas

Melatih lengan atau tubuh bagian atas akan memperlancar sistem kardiorespirasi pada penderita paraplegia. Sesuai namanya, sistem kardiorespirasi meliputi kinerja jantung, paru-paru, dan pembuluh darah.

Latihan bagian tubuh atas yang tepat pada pengidap paraplegia akan meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru untuk bekerja dalam waktu yang lama, tanpa mengalami gangguan yang berarti. Bicep curl dan shoulder press termasuk segelintir latihatn fisik tubuh bagian atas yang bisa dilakukan.

artikel terkait

2. Latihan tubuh bagian bawah

Latihan untuk tubuh bagian bawah penderita para kelumpuhan juga tidak bisa diabaikan. Saat ini, alat khusus bernama functional electrical stimulation (FES) bike. Manfaat olahraga dengan memakai alat ini sangat beragam. Berikut penjelasannya:

  • Kembali membangun otot-otot pada bagian yang lumpuh. Selama menggunakan FES bike, beberapa elektroda ditempelkan pada kaki penderita untuk mengantarkan arus listrik bertegangan kecil, yang akan merangsang otot-otot pada kaki. Arus inilah yang dinilai mampu membantu dalam kembali membangun otot-otot yang lemah pada bagian yang lumpuh.
  • Meningkatkan metabolisme penderita. Salah satu contohnya adalah protein pengangkut glukosa di dalam darah yang akan bekerja lebih lancar, sehingga memperkecil risiko diabetes tipe 2.
  • Memperbaiki stamina.
  • Mengendalikan berat badan.
  • Meningkatkan aktivitas enzim oksidasi di dalam tubuh. Manfaat ini akan dirasakan setelah beberapa minggu rutin menggunakan FES bike. Perkembangan kolagen tipe 4 juga akan meningkat, sehingga sistem regenerasi jaringan di tubuh penderita paraplegia akan lebih cepat.
  • Meningkatkan mineral yang terkandung dalam tulang. Manfaat ini juga didapatkan berkat stimulasi dari elektroda-elektroda yang mengantarkan arus listrik.

Dengan mendapatkan manfaat olahraga dengan latihan tubuh bagian atas dan latihan tubuh bagian bawah menggunakan FES bike tersebut, sebagain besar penderita paraplegia pun akan mengalami peningkatan pada kualitas hidupnya, tidak gampang sakit, tidur lebih nyenyak, serta tidak lagi sering mengalami rasa sakit akibat kelumpuhan.

Ketika seseorang mengalami kelumpuhan, ia bukan hanya dihadapkan pada kinerja bagian tubuh yang menurun atau tidak berfungsi lagi. Penderita paraplegia juga berisiko lebih besar terkena penyakit yang disebabkan oleh kurang gerak. Contohnya, obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung koroner.

Bahkan baru-baru ini, beberapa riset menyatakan bahwa pembunuh nomor satu untuk penderita kelumpuhan adalah penyakit jantung koroner. Fakta ini memperbarui anggapan lama yang menyatakan bahwa infeksi merupakan penyebab kematian utama bagi penderita kelumpuhan.

Merupakan hal normal jika Anda dihantui perasaan terpuruk ketika divonis menderita paraplegia. Tetapi ini bukan berarti Anda boleh menyerah begitu saja.

Anda perlu terus menjaga kinerja bagian tubuh yang masih berfungsi normal dan memperkecil komplikasi keumpuhan yang mungkin mengincar. Salah satu cara terbaik adalah dengan mendapatkan manfaat olahraga yang dilakukan secara tepat.

British Journal of Sports Medicine. https://bjsm.bmj.com/content/34/5/322
Diakses pada 28 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/paralysis
Diakses pada 28 Juni 2019

Spinal Cord. https://www.spinalcord.com/paraplegia
Diakses pada 28 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed