Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan dan Risiko Bahaya yang Mengintai


Minyak zaitun dikenal sebagai alternatif minyak yang lebih sehat daripada minyak yang umumnya digunakan. Manfaat minyak zaitun tidak hanya sekedar untuk menjaga kesehatan, tetapi juga untuk menurunkan berat badan, sebagai antibakteri, dan sebagainya.

0,0
28 Aug 2019|Anita Djie
Manfaat minyak zaitun tidak terbatas sebagai penambah rasa ataupun untuk menumis, tetapi juga dapat menjaga kesehatanManfaat minyak zaitun tidak hanya sekedar untuk memasak, tetapi juga berkhasiat menurunkan berat badan
Pecinta salad dan orang yang sedang menjalani pola hidup sehat tentunya familiar dengan manfaat minyak zaitun yang digunakan untuk memasak atau sekedar tambahan dalam hidangan yang akan dikonsumsi.Minyak zaitun merupakan lemak yang diambil dari pohon buah zaitun yang berasal dari daerah Mediterania. Berbeda dengan minyak lainnya, minyak zaitun dianggap sebagai minyak sehat yang dapat dijadikan alternatif mentega, margarin, ataupun minyak sayur.Minyak zaitun untuk menumis sayur bisa dikatakan sebagai minyak yang serbaguna. Khasiat minyak zaitun beragam, mulai dari untuk menjaga kesehatan sampai memberikan nutrisi bagi kulit dan mencegah kulit kering.

Manfaat minyak zaitun untuk kesehatan

Khasiat minyak zaitun tidak dapat dipungkiri karena minyak zaitun sudah dikenal oleh masyarakat. Namun, apa saja kegunaan minyak zaitun untuk kesehatan diri Anda? Simak 12 manfaat minyak zaitun untuk Anda:

1. Melindungi organ jantung

Jantung adalah organ yang berperan dalam memompa darah ke seluruh tubuh dan merupakan organ tubuh yang penting. Dikutip dari penelitian, diet Mediterania yang sering menambahkan minyak zaitun dalam hidangan ditemukan mampu mengurangi risiko penyakit jantung.Khasiat minyak zaitun dalam melindungi organ jantung dikarenakan efeknya yang menurunkan tekanan darah, mencegah penggumpalan darah, menjaga dinding pembuluh darah, menurunkan peradangan, dan menjaga kadar kolesterol dalam tubuh.

2. Berpotensi menanggulangi penyakit Alzheimer

Khasiat minyak zaitun tidak tanggung-tanggung, karena salah satu manfaat minyak zaitun adalah menanggulangi penyakit Alzheimer.Minyak zaitun mampu menghilangkan plak beta-amyloid yang dicurigai sebagai pemicu penyakit Alzheimer. Namun, hal tersebut baru ditemukan pada tikus dan belum diteliti pada manusia.
Minyak zaitun dapat kurangi risiko diabetes

3. Menurunkan risiko diabetes tipe 2 

Diet Mediterania yang sering menggunakan minyak zaitun lagi-lagi terbukti ampuh untuk menjaga kesehatan. Sebuah riset menemukan bahwa diet Mediterania dapat mencegah diabetes tipe 2. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui manfaat zaitun terhadap penurunan peluang terkena penyakit diabetes tipe 2.

4. Kaya akan lemak tidak tersaturasi

Terdapat berbagai senyawa dalam minyak zaitun yang membentuk khasiat minyak zaitun bagi kesehatan. Salah satunya adalah lemak tidak tersaturasi dalam minyak zaitun.Lemak tidak tersaturasi dalam minyak zaitun yang dinamakan asam oleat mendominasi 73 persen dari kandungan dalam minyak zaitun.Asam oleat berkontribusi dalam daftar manfaat minyak zaitun dalam hal mengurangi peradangan dalam tubuh.

5. Mencegah penyakit stroke

Selain menurunkan peluang terkena diabetes tipe 2, khasiat minyak zaitun lainnya adalah untuk mencegah stroke. Riset menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun yang tinggi berhubungan dengan risiko stroke yang rendah.Namun, manfaat minyak zaitun dalam mencegah stroke masih diperlukan studi lebih lanjut.
Minyak zaitun dapat turunkan berat badan

6. Mendukung penurunan berat badan

Khasiat minyak zaitun yang satu ini tentunya sudah cukup dikenal. Minyak zaitun adalah salah satu daftar makanan sehat yang boleh dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan.Konsumsi minyak zaitun ditemukan tidak memicu peningkatan berat badan ataupun obesitas, malahan manfaat minyak zaitun salah satunya adalah untuk menurunkan berat badan!

7. Memiliki kadar antiradang yang tinggi

Khasiat minyak zaitun bagi kesehatan juga terletak pada kandungan antiradangnya yang tinggi. Kandungan antiradang tersebut dibantu dengan kandungan oleocanthal dalam minyak zaitun yang memiliki efek yang menyerupai obat antiradang ibuprofen.Manfaat minyak zaitun sebagai antiradang ditemukan dapat meringankan radang sendi atau rheumatoid arthritis.

8. Mencegah pankreatitis akut

Peradangan pada pankreas atau pankreatitis dapat berakibat fatal bagi organ-organ tubuh dan nyawa Anda! Anda tidak perlu khawatir karena pankreatitis akut dapat dicegah dengan konsumsi minyak zaitun.Rahasia manfaat minyak zaitun dalam mencegah pankreatitis akut terletak pada kandungan asam oleat dan hydroxytyrosol yang mampu menghindarkan Anda dari pankreatitis akut.
Minyak zaitun dapat kurangi risiko depresi

9. Mengurangi risiko depresi 

Lemak trans diyakini sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami depresi. Sebuah penelitian membuktikan minyak zaitun dalam dapat menurunkan risiko depresi.Bahkan, dibandingkan dengan orang-orang yang mengonsumsi lemak trans, orang yang mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko mengalami depresi yang lebih rendah, yaitu sebesar 48 persen.

10. Mengandung antibakteri

Minyak zaitun untuk masak sudah digunakan sejak lama dan ternyat dapat menangkal bakteri. Minyak zaitun ditemukan dapat melawan delapan tipe bakteri H.pylori yang menyebabkan luka dan kanker di lambung.Manfaat minyak zaitun dalam membunuh bakteri H.pylori kembali dibuktikan melalui riset yang mendapati bahwa konsumsi 30 gram minyak zaitun extra virgin setiap harinya dapat mengobati 10-40 persen penderita infeksi H.pylori selama kurang lebih dua minggu.

11. Tinggi akan antioksidan

Manfaat minyak zaitun dalam menurunkan peluang terkena penyakit kronis dikarenakan tingkat antioksidannya yang tinggi. Minyak zaitun mengandung berbagai macam antioksidan, seperti vitamin K dan vitamin E.
Minyak zaitun dapat cegah radang usus

12. Mencegah penyakit kolitis ulseratif 

Penyakit kolitis ulseratif menyebabkan peradangan pada usus besar yang dapat menyebabkan sakit perut dan berpotensi mengancam nyawa. Pencegahan kolitis ulseratif dapat dilakukan dengan mengonsumsi minyak zaitun.Kegunaan minyak zaitun dalam mencegah kolitis ulseratif dikarenakan komponen asam oleat dalam minyak zaitun. Konsumsi minyak zaitun ditemukan mampu menurunkan risiko mengalami kolitis ulseratif sebesar 90 persen.Anda dapat mencegah kolitis ulseratif dengan mengonsumsi dua hingga tiga sendok makan minyak zaitun setiap harinya.

13. Mengandung senyawa antikanker

Menurut sebuah studi, orang-orang di negara Mediterania memiliki risiko kanker yang lebih rendah. Para ahli percaya, minyak zaitun menjadi salah satu alasan terkuatnya.Manfaat minyak zaitun dalam mencegah kanker datang dari kandungan antioksidannya. Sebab, antioksidan yang dikandung oleh minyak zaitun dapat mengurangi stres oksidatif sehingga kanker dapat dicegah.Banyak tes tabung yang sudah membuktikan komponen minyak zaitun dapat melawan sel kanker.

14. Menjaga kesehatan tulang

Kandungan polifenol pada minyak zaitun dapat mencegah pengeroposan tulang akibat penuaan. Penelitian yang dilakukan baik pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa minyak zaitun dapat menghambat reabsorpsi tulang (pemecahan kalsium) dan meningkatkan pembentukan tulang.Hasil penelitian pada 870 orang tersebut menemukan bahwa orang yang mengonsumsi minyak zaitun paling tinggi mengalami penurunan risiko patah tulang sebesar 51 persen. Namun, studi dan penelitian lebih lanjut pada manusia dalam skala besar masih diperlukan karena saat ini penelitian dilakukan dalam skala kecil.

15. Mengatasi rheumatoid arthritis (rematik)

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan sendi. Hasil penelitian menunjukkan suplemen minyak zaitun sangat bermanfaat membantu mengobati rematik, khususnya saat dikombinasikan dengan minyak ikan. Minyak zaitun membantu mengurangi peradangan, meningkatkan kekuatan genggaman tangan, serta mengurangi nyeri sendi dan kekakuan di pagi hari.Baca juga: Manfaat Extra Virgin Olive Oil (Minyak Zaitun EVOO), Apa Saja?

Risiko mengonsumsi minyak zaitun yang perlu diperhatikan

Mengonsumsi atau minum terlalu banyak minyak zaitun bisa menimbulkan dampak buruk, seperti:

1. Menambah berat badan

Minyak zaitun mengandung kalori yang cukup tinggi. Sekitar satu sendok teh (15) ml minyak zaitun, mengandung 120 kalori. Bukan hanya tinggi kalori, asam lemak tak jenuh tunggal yang dikandung minyak zaitun juga bisa meningkatkan berat badan.

2. Memicu alergi

Walau jarang terjadi, tapi minyak zaitun juga bisa menimbulkan alergi. Selain itu, minyak zaitun juga bisa menyebabkan dermatitis kontak pada orang yang memiliki alergi terhadap minyak zaitun.

3. Keracunan vitamin E

Minyak zaitun yang bisa diminum mengandung tinggi vitamin E. Bisa jadi, jika meminumnya dalam jumlah banyak, Anda bisa overdosis vitamin E. Salah satu gejala mengerikan dari keracunan vitamin E adalah penurunan kemampuan tubuh dalam pembekuan darah.

Pesan dari SehatQ

Meskipun terdapat berbagai manfaat minum minyak zaitun untuk kesehatan, tetapi cara minum minyak zaitun tidak boleh berlebihan. Minyak zaitun tetap mengandung lemak dan karenanya konsumsi secukupnya.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehatmenjaga kesehatan
BMJ. https://gut.bmj.com/content/59/Suppl_1/A6.2
Diakses pada 28 Agustus 2019
EurekAlert! https://www.eurekalert.org/pub_releases/2011-12/uog-voo122211.php
Diakses pada 28 Agustus 2019
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-benefits-of-olive-oil
Diakses pada 28 Agustus 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ulcerative-colitis/symptoms-causes/syc-20353326#targetText=Ulcerative%20colitis%20(UL%2Dsur%2D,over%20time%2C%20rather%20than%20suddenly.
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17263460
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23432189
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23414128
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23414128
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21443487
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20929998
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19707219
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25274026
Diakses pada 28 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16711599
Diakses pada 28 Agustus 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/266258.php
Diakses pada 28 Agustus 2019
Plos One. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0016268
Diakses pada 28 Agustus 2019
WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/features/olive-oil-health-benefits#2
Diakses pada 28 Agustus 2019
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-pancreatitis#1
Diakses pada 28 Agustus 2019
Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1523-5378.2012.00949.x
Diakses pada 28 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait