Manfaat Minyak Peppermint, Kurangi Mual Hingga Legakan Pernapasan

Minyak peppermint berasal dari ekstraksi daun tanaman peppermint
Minyak peppermint memiliki banyak kegunaan untuk kesehatan

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan daun peppermint. Namun, tahukah Anda jika peppermint bisa dijadikan minyak? Minyak yang satu ini kerap digunakan sebagai aromaterapi karena memberi efek menyegarkan. Bukan hanya itu, minyak peppermint juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Manfaat minyak peppermint untuk kesehatan

Minyak peppermint adalah minyak yang dihasilkan dari ekstraksi daun tanaman peppermint yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Komponen kimia utama dari minyak ini, yaitu menthol dan menthone. 

Peppermint memiliki sifat antimikroba, antivirus, dan antioksidan kuat yang dapat memberi banyak manfaat untuk kesehatan. Tak heran, jika minyak peppermint menjadi salah satu minyak atsiri paling populer di dunia. Adapun manfaat minyak peppermint untuk kesehatan, antara lain:

1. Meringankan gejala IBS (Irritable Bowel Syndrome)

Beberapa penelitian berfokus pada manfaat minyak peppermint terhadap IBS atau gangguan pada usus besar yang bisa menyebabkan sakit perut, kembung, diare atau sembelit. Para peneliti menemukan bahwa pengobatan IBS dengan minyak peppermint dapat meredakan sakit perut dan gejala IBS lainnya. Kandungan minyak tersebut bisa mengurangi kejang pada usus besar, melemaskan otot-otot usus, dan mengurangi kembung.

2. Meredakan sakit maag

Minyak peppermint yang dikombinasikan dengan jintan telah digunakan untuk mengobati dispepsia fungsional atau maag yang ditandai dengan kembung dan nyeri perut. Rangkuman hasil beberapa penelitian yang melibatkan keduanya juga menunjukkan secara keseluruhan jika kombinasi ini memiliki efek yang menjanjikan dalam meredakan gejala maag.

3. Mengurangi rasa mual

Setelah operasi, umumnya mual kerap terjadi. Satu penelitian kecil menemukan bahwa pasien yang menghirup minyak peppermint memiliki tingkat mual yang lebih rendah karena efek aromaterapinya. Sementara, menurut hasil ulasan dari empat studi yang melibatkan minyak peppermint menunjukkan bahwa minyak tersebut memiliki sedikit efek pada mual yang parah.

4. Meredakan sakit kepala

Minyak peppermint dapat meredakan sakit kepala karena mampu meningkatkan sirkulasi dan mengendurkan otot-otot yang tegang karena sifat menenangkannya. Sebuah uji klinis di Neurological Clinic, University of Kiel, menemukan bahwa kombinasi minyak peppermint, minyak kayu putih, dan etanol memiliki efek analgesik yang dapat membantu mengurangi sakit kepala. Ketika dioleskan pada dahi dan pelipis, minyak tersebut dapat menunjukkan efek relaksasi pada otot dan mental.

5. Menyegarkan napas dan menjaga kesehatan mulut

Minyak peppermint dapat menyegarkan napas secara alami karena kandungan mentholnya. Selain itu, minyak peppermint juga mampu membunuh bakteri dan jamur yang menyebabkan infeksi dan gigi berlubang. Sebuah penelitian laboratorium yang diterbitkan dalam European Journal of Dentistry menemukan bahwa minyak peppermint dengan tea tree oil dan minyak esensial thyme menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Enterococcus faecalis, Escherichia coli and Candida albicans.

6. Mendorong pertumbuhan rambut

Minyak peppermint banyak digunakan dalam produk perawatan rambut karena secara alami dapat menebalkan rambut dan merawat rambut yang rusak. Minyak ini juga dapat membantu merangsang kulit kepala yang sehat. Kandungan mentol dalam minyak peppermint juga dapat menjadi agen antiseptik yang kuat sehingga mampu menghilangkan kuman yang menumpuk di rambut. 

7. Mengurangi rasa gatal

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan menthol dalam minyak peppermint dapat mengurangi rasa gatal. Rasa gatal tentu bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan frustasi. Namun, sebuah uji coba klinis yang melibatkan 96 wanita hamil dengan gejala gatal yang dipilih secara acak menunjukkan bahwa keparahan gatal yang dialami mengalami perbaikan setelah menggunakan kombinasi minyak peppermint dan minyak wijen. 

8. Melegakan pernapasan

Menghirup minyak peppermint dapat membantu melegakan sinus, dan tenggorokan yang gatal. Sebab peppermint bertindak sebagai ekspektoran yang dapat membantu membuka saluran udara, membersihkan lendir, dan mengurangi sumbatan. Studi laboratorium juga menunjukkan bahwa sifat antimikroba, antioksidan, dan antivirus yang dimiliki minyak peppermint dapat membantu melawan infeksi yang menyerang saluran pernapasan.

Pada sebagian besar orang dewasa, dosis kecil minyak peppermint yang ada dalam suplemen makanan atau perawatan kulit aman digunakan. Akan tetapi, sebelum menggunakan minyak peppermint, sebaiknya pastikan kondisi Anda aman-aman saja. 

Sebab pada kasus tertentu, minyak peppermint dapat menyebabkan reaksi alergi seperti ruam, sakit kepala, dan gatal-gatal. Selain itu, efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan minyak peppermint, yaitu mulas, dan anus terasa terbakar karena diare. Jika Anda merupakan ibu hamil atau menyusui, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk memastikan keamanannya.

Paling penting diingat, penggunaan minyak peppermint bukanlah pengganti terapi maupun pengobatan yang sedang Anda jalani. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk memastikan penggunaan minyak ini tidak memiliki efek samping terhadap obat yang Anda konsumsi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/benefits-of-peppermint-oil#side-effects
Diakses pada 10 Maret 2020

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/peppermint-oil-uses-benefits-effects#1
Diakses pada 10 Maret 2020

Dr. Axe. https://draxe.com/essential-oils/peppermint-oil-uses-benefits/
Diakses pada 10 Maret 2020

Artikel Terkait