6 Keunggulan Minyak Mur Alias Myrrh, Ampuh Lawan Bakteri dan Parasit


Minyak mur sejak dulu digunakan sebagai obat tradisonal. Manfaat minyak mur adalah membunuh bakteri berbahaya, menjaga kesehatan mulut, meredakan rasa sakit hingga membunuh parasit.

(0)
12 Jun 2021|Azelia Trifiana
Minyak mur digunakan sebagai obat tradisional untuk menjaga kesehatan mulutMinyak mur digunakan sebagai obat tradisional untuk menjaga kesehatan mulut
Jika Anda kerap melihat tulisan myrrh pada kandungan minyak esensial atau produk herbal, dalam bahasa Indonesia itu disebut juga dengan minyak mur. Warnanya cokelat dengan aroma khas. Menariknya, minyak mur adalah bagian dari pengobatan tradisional yang telah digunakan sejak dulu.Tak berhenti sampai di situ, para peneliti terus mengulik apa saja potensi dari penggunaan minyak ini. Utamanya, berkaitan dengan infeksi, luka di kulit, dan juga rasa nyeri.

Dari mana datangnya minyak mur?

Minyak mur adalah getah dari pohon Commiphora myrrha atau C. molmol yang banyak tumbuh di timur laut Afrika dan barat daya Asia. Pohon ini berasal dari Burseraceae family dan kerap dijadikan sebagai komposisi pembuatan kemenyan.Aroma dari minyak mur ini semacam kayu aromatik berpadu dengan sedikit bau obat. Manfaat dari myrrh ini bisa untuk perasa makanan dan minuman, bahan parfum, campuran kosmetik, hingga sebagai bagian dari pengobatan.

Manfaat minyak mur

Dalam Alkitab, myrrh disebut sebagai salah satu dari tiga hadiah selain emas dan frankincense yang diberikan kepada Bayi Yesus. Selain itu, minyak ini juga sangat umum disebutkan dalam rangkaian acara penting seperti kematian Yesus.Namun terlepas dari ceritanya dalam sejarah, ada banyak manfaat dari minyak mur. Berikut ini di antaranya:

1. Membunuh bakteri berbahaya

Ada alasan mengapa orang Mesir Kuno menggunakan minyak mur untuk mengawetkan mumi. Bukan hanya aromanya menenangkan, tapi juga menghambat pembusukan. Sebab, minyak ini dapat membunuh bakteri dan mikroba lainnya.Dalam Alkitab pun, kemenyan yang terbuat dari kombinasi minyak mur dan frankincense kerap dibakar di tempat ibadah. Tujuannya untuk membersihkan udara serta mencegah penyebaran penyakit berbahaya akibat bakteri.Terbukti secara ilmiah, studi dari tim University of Belgrade pada tahun 2018 lalu menemukan bahwa membakar kemenyan myrrh dan frankincense dapat mengurangi bakteri penyebab penyakit di udara hingga 68%.Hal ini didukung pula dengan uji ilmiah bahwa minyak mur dapat mencegah infeksi akibat bakteri, bahkan yang kebal terhadap obat sekalipun.

2. Potensi untuk kesehatan mulut

Sejak dulu, myrrh telah digunakan untuk mengobati infeksi dan peradangan di mulut. Bahkan, banyak obat kumur dan pasta gigi yang mengandung ekstrak minyak mur di dalamnya.Ketika dikulik lebih jauh dalam studi dari Taif University, pasien penyakit Behcet merasakan manfaatnya. Pasien yang berkumur dengan myrrh mouthwash dengan durasi 4 kali sehari selama seminggu terbukti merasakan sakit berkurang 50%. Bahkan, 19% di antara mereka juga mengaku luka di area mulut jauh membaik.Lebih jauh lagi, tim peneliti dari University of Tennessee menemukan bahwa obat kumur dengan kandungan minyak mur dapat meredakan peradangan gusi akibat gingivitis.

3. Menjaga kesehatan kulit

Untuk pengobatan, minyak mur juga populer untuk mengobati infeksi dan luka di kulit. Dalam penelitian dari tim di Afrika Selatan terhadap 247 minyak esensial berbeda, kombinasi minyak mur dan sandalwood paling efektif membunuh mikroba penyebab infeksi kulit.Bahkan, penggunaan myrrh dapat menghentikan pertumbuhan 5 jenis jamur hingga 43-61%. Contohnya pada masalah kulit ringworm dan athlete’s foot. Cara penggunaannya pun cukup dioleskan pada area kulit yang bermasalah.

4. Meredakan rasa sakit

Manfaat minyak mur lainnya adalah meredakan rasa sakit terutama akibat sakit kepala, nyeri sendi, dan juga sakit tulang belakang. Komponen dalam minyak mur dapat berinteraksi dengan reseptor opioid dan memberi sinyal bahwa Anda tidak sedang merasa sakit.Selain itu, myrrh juga menghentikan produksi zat kimia peradangan yang menyebabkan bengkak dan nyeri. Namun, masih perlu penelitian lebih jauh terkait aman tidaknya mengonsumsi minyak mur saat merasakan nyeri seperti sakit kepala.

5. Potensi sumber antioksidan

Demi melawan kerusakan oksidatif, penting memberikan tubuh asupan antioksidan memadai. Menariknya, penelitian dari Prancis pada tahun 2005 lalu menemukan bahwa minyak mur jauh lebih efektif ketimbang vitamin E dalam melawan zat radikal bebas.Selain itu, minyak mur juga diketahui melindungi hati dari kerusakan oksidatif akibat paparan timbal. Namun, masih perlu dikulik lebih jauh lagi mana yang lebih aman antara mengoleskan secara langsung atau menghirup aromaterapinya demi mendapatkan manfaat yang satu ini.

6. Membunuh parasit

Ada kalanya tubuh terinfeksi parasit utamanya dari makanan atau air yang telah terkontaminasi. Rupanya, obat dan minyak esensial yang mengandung ekstrak myrrh dapat menyembuhkan infeksi akibat parasit.Ada kemungkinan minyak mur bisa menjadi pilihan mengatasi masalah akibat parasit, terutama apabila pasien mengalami resistensi obat. Namun, penggunaan dalam jangka panjang harus di bawah pengawasan dokter karena belum jelas betul keamanannya.

Catatan dari SehatQ

Ekstrak minyak mur sebenarnya cukup mudah digunakan. Cukup dioleskan di area yang mengalami iritasi seperti infeksi kulit hingga nyeri sendi. Sebaiknya campurkan dengan minyak seperti almond oil, grapeseed oil, atau minyak kelapa agar tidak mudah menguap.Anda juga bisa menambahkan minyak mur pada lotion atau pelembap sebelum mengaplikasikan ke kulit. Hindari mengaplikasikannya ke area sensitif seperti mata dan telinga bagian dalam.Jangan pernah menggunakan diffuser dengan minyak esensial mur apabila ada bayi di rumah Anda karena bisa berbahaya. Minyak mur juga bukan produk yang bisa ditelan karena berpotensi menyebabkan keracunan.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang efek samping penggunaan minyak mur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips kesehatanmenjaga kesehatanhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/myrrh-oil
Diakses pada 28 Mei 2021
Journal of Ethnopharmacology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29530608/
Diakses pada 28 Mei 2021
American Journal of Research Communication. http://www.usa-journals.com/wp-content/uploads/2016/12/Albishri_Vol51.pdf
Diakses pada 28 Mei 2021
Toxicology in Vitro. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12781209/
Diakses pada 28 Mei 2021
Chemistry & Biodiversity. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30362637/
Diakses pada 28 Mei 2021
Fitoterapia. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15890469/
Diakses pada 28 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait