6 Manfaat Minyak Kemiri untuk Rambut dan Cara Membuatnya

Manfaat minyak kemiri untuk rambut sudah dikenal secara turun-temurun
Kemiri dapat diolah menjadi minyak yang memberikan manfaat bagi rambut

Ketika membicarakan soal minyak kemiri, Anda mungkin akan langsung mengasosiasikannya dengan kesehatan rambut. Ya, manfaat minyak kemiri untuk rambut memang sangat banyak, dan itu bukan sekadar mitos mengingat kandungan bahan ini yang memang sangat baik untuk kulit kepala.

Kemiri (Aleurites moluccanus) merupakan buah dari pohon kemiri yang memang banyak tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Bentuk buahnya mirip kacang walnut sehingga banyak orang yang juga menyebutnya sebagai walnut Indonesia.

Meski demikian, tidak seperti kacang walnut, kemiri tidak boleh dikonsumsi mentah-mentah karena beracun. Kemiri harus diolah (dimasak atau dijadikan minyak) terlebih dahulu agar manusia dapat merasakan manfaatnya, misalnya untuk meredakan asma, penyakit pencernaan, hingga menguatkan rambut.

Manfaat minyak kemiri untuk rambut

Secara umum, kemiri banyak diolah menjadi berbagai produk kesehatan. Minyak kemiri banyak digunakan untuk mengatasi nyeri sendi, menyembuhkan luka bakar, luka sayatan, luka sengatan matahari, hingga menaikkan kerja sistem imun.

Manfaat minyak kemiri untuk rambut dan kulit kepala juga banyak. Berikut beberapa di antaranya:

  • Mencegah rambut kering

Manfaat minyak kemiri yang pertama adalah melembapkan rambut karena kandungannya kaya akan asam amino dan asam lemak esensial yang dapat menembus hingga ke dalam lapisan kulit kepala. Hal ini membuat minyak kemiri dapat membuat rambut terlihat sehat dan tidak kering.

  • Membuat rambut berkilau

Minyak kemiri juga mengandung asam gamma-linoleic yang dapat berfungsi sebagai conditioner alami bagi rambut. Fungsinya pun sama, yakni mengembalikan kelembapan rambut sehingga rambut Anda akan tampak berkilau.

  • Menumbuhkan rambut

Manfaat minyak kemiri untuk rambut juga dapat dirasakan oleh Anda yang mengalami rambut rontok atau mengarah pada kebotakan. Pasalnya, minyak kemiri memiliki sifat mencegah rambut rontok dan menstimulasi pertumbuhan rambut baru.

  • Menguatkan rambut

Minyak kemiri juga dapat digunakan sebagai masker rambut yang memiliki efek menguatkan rambut. Manfaat minyak kemiri untuk rambut ini masih berhubungan dengan kandungan asam linoleic dan linolenic pada minyak kemiri, yang memang mampu melapisi, menutrisi, serta melembapkan rambut, bahkan memperbaiki rambut yang bercabang.

  • Mencegah ketombe

Kemampuan minyak kemiri untuk melembapkan rambut bukan hanya menyehatkan kulit kepala, namun juga dapat mencegah terjadinya ketombe.

  • Mengatasi gejala psoriasis

Ketika kulit kepala kering, berbagai masalah kulit dapat terjadi. Salah satunya adalah psoriasis yang ditandai dengan munculnya kulit bersisik, gatal, dan rambut rontok. Untuk mengatasi ini, Anda setidaknya butuh pelembap kulit kepala yang sekaligus dapat meringankan peradangan dan gatal.

Minyak kemiri sebetulnya dapat melakukan tugas tersebut. Hanya saja, penelitian mengungkapkan minyak kemiri hanya dapat mengurangi gejala psoriasis dalam skala kecil.

Cara membuat minyak kemiri untuk rambut

Minyak kemiri sudah banyak dijual di pasaran dengan berbagai merek. Tetapi, tidak ada salahnya jika Anda ingin membuatnya sendiri, apalagi cara membuat minyak kemiri untuk rambut cukup mudah.

Bahan yang harus Anda siapkan pun hanya kemiri yang sudah lepas dari cangkangnya (bisa dengan mudah dibeli di pasar). Semakin banyak jumlah kemiri yang Anda olah, semakin banyak minyak kemiri yang dihasilkan.

Berikut beberapa cara membuat minyak kemiri untuk rambut yang dapat Anda praktikkan di rumah:

  • Dibakar: biji kemiri dibakar sampai kehitaman, kemudian diblender atau digerus mengunakan cobek hingga keluar minyaknya. Saring dengan saringan kawat atau lap bersih untuk memisahkan minyak dengan ampas kemiri.

  • Disangrai: sangrai (masak pada wajan tanpa minyak) biji kemiri hingga kehitaman, kemudian tumbuk atau blender sampai mengeluarkan minyak. Saring dengan saringan kawat atau lap bersih untuk memisahkan minyak dengan ampas kemiri.

  • Dioven: panaskan biji kemiri dalam oven hingga 15 menit, kemudian keluarkan dan biarkan berada pada suhu ruangan. Tumbuk biji kemiri, kemudian masukkan dalam toples kaca. Jemur di bawah sinar matahari hingga minyak kemiri keluar (maksimal 2 minggu), lalu simpan di kulkas.

  • Tanpa pemanasan: biji kemiri yang sudah bersih bisa langsung diparut atau diblender dengan mencampurkan sedikit air (agar mudah diblender). Kemudian masak campuran kemiri dengan air tersebut hingga menghasilkan minyak kemiri.

Kemiri yang dipanaskan terlebih dahulu sebelum dihancurkan akan menghasilkan minyak yang berwarna kehitaman. Sedangkan, cara membuat minyak kemiri tanpa dipanaskan terlebih dahulu akan menghasilkan hasil akhir yang lebih bening, tapi kuantitasnya lebih sedikit.

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-353/tung-seed
Diakses pada 9 Oktober 2019

Health Benefits Times. https://www.healthbenefitstimes.com/candlenut/
Diakses pada 9 Oktober 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/aleurites-moluccanus
Diakses pada 9 Oktober 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/156952-what-are-the-benefits-of-using-kukui-nut-oil/
Diakses pada 9 Oktober 2019

Organic Facts. https://www.organicfacts.net/health-benefits/oils/kukui-nut-oil.html
Diakses pada 9 Oktober 2019

Pub Med. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16101874
Diakses pada 9 Oktober 2019

Keola Magazine. https://keolamagazine.com/plants/kukui-nut-oil-for-healthy-skin/
Diakses pada 9 Oktober 2019

Liputan 6. https://m.liputan6.com/health/read/3579612/3-cara-membuat-minyak-kemiri-alami-secara-mudah

Artikel Terkait

Banner Telemed