5 Manfaat Minyak Jahe untuk Kesehatan

Manfaat minyak jahe bisa didapatkan setelah mengolahnya menjadi minyak
Jahe juga bisa diolah menjadi minyak

Tak sekadar menghangatkan, tanaman jahe juga memiliki banyak manfaat kesehatan yang sudah teruji oleh sejumlah penelitian ilmiah. Mungkin selama ini Anda sering mencoba jahe dalam bentuk mentahnya atau bubuk.

Tapi sebenarnya, manfaat minyak jahe juga tak kalah bagusnya. Minyak ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan dengan khasiat yang menjanjikan.

Sederet manfaat minyak jahe

Minyak jahe adalah minyak esensial yang diekstrak dari rimpang tanaman jahe. Walaupun jahe paling baik dikonsumsi mentah, bukan berarti minyak jahe tak punya manfaat.

Ada beberapa manfaat minyak jahe yang telah diuji dan ditemukan oleh para ahli. Berikut penjelasannya:

  • Mengurangi nyeri punggung bawah

Menggunakan minyak jahe untuk pijat sudah diteliti mampu mengurangi nyeri punggung bawah kronis dengan lebih baik.

Dalam suatu riset, para peneliti mencoba membandingkan apakah melakukan pijat Swedia dengan minyak jahe lebih efektif daripada pijat tradisional Thailand. Mereka menguji teori ini pada 140 orang lanjut usia (lansia) dengan nyeri punggung bawah yang kronis.

Meskipun kedua perawatan tersebut dapat mengurangi gejala, pijat Swedia dengan minyak jahe dinilai lebih efektif untuk menekan nyeri. Para peneliti mengatakan bahwa hasil ini ada kaitannya dengan zat zingiban dalam minyak jahe yang memiliki sifat antiperadangan.

  • Meredakan rasa mual

Anda dapat memetik manfaat minyak jahe untuk mengatasi masalah pencernaan, salah satunya adalah mual. Mulai dari mual yang terjadi karena kehamilan, saat dalam perjalanan (motion sickness), dan pascaoperasi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minyak jahe mampu membantu dalam menangani gejala mual setelah operasi perut. Tingkat mual pada pasien yang menggunakan minyak ini lebih rendah daripada mereka yang menggunakan plasebo.

  • Menangani gejala cold sore (herpes simpleks)

Minyak jahe dikatakan mampu mengurangi gejala cold sore atau infeksi herpes simpleks. Sebuah studi pada hewan menemukan bahwa mengoleskan minyak jahe ke kulit akan menghangatkan sekaligus mengurangi iritasi akibat cold sore.

Namun sebelum mengaplikasikan minyak jahe, Anda disarankan untuk melarutkannya terlebih dulu dengan carrier oil. Misalnya, minyak almond, minyak jojoba, dan minyak kelapa.

  • Mengatasi migrain

Manfaat minyak jahe yang satu ini juga bisa Anda coba. Jika Anda sering mengalami sakit kepala atau migrain, pijatlah bagian dahi, pelipis, dan belakang leher dengan minyak jahe yang telah dilarutkan dengan carrier oil. Lakukan langkah ini satu atau dua kali sehari.

Selain mengurangi ketegangan pada kepala, aroma minyak jahe dapat pula menekan rasa mual yang sering menyertai migrain. Anda pun bisa meneteskannya ke tisu dan menghirupnya untuk mengurangi mual.

  • Membantu dalam menyuburkan rambut

Meski penelitian tentang manfaat minyak jahe terhadap kesuburan rambut belum ada, tak ada salahnya jika Anda ingin mencoba.

Sebelum mengoleskannya ke rambut, Anda harus melarutkan minyak jahe terlebih dulu dengan carrier oil. Setelah tercampur rata, oleskan minyak ini ke kulit kepala dan rambut, diamkan selama 15-30 menit, lalu bilas dengan air bersih.

Efek samping minyak jahe

Anda tak perlu khawatir dalam menggunakan minyak jahe. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), minyak ini umumnya aman untuk digunakan.

Hanya saja, Anda perlu hati-hati saat ingin mengoleskan minyak jahe ke kulit. Pasalnya, minyak jahe murni memiliki konsentrat yang tinggi.

Karena itu, minyak ini harus dilarutkan terlebih dulu dengan carrier oil sebelum diaplikasikan ke kulit. Jika belum pernah mencoba minyak jahe, Anda disarankan untuk mengoleskannya sedikit pada kulit di lengan bagian dalam guna melihat reaksi yang ditimbulkan.

Apabila tidak terjadi reaksi apapun pada kulit Anda, berarti Anda tidak memiliki alergi dan bisa menggunakan minyak jahe untuk memetik manfaatnya.

Anda juga tidak boleh mengoleskan minyak jahe pada luka terbuka. Pasalnya, pengolesan minyak ini bisa memicu infeksi.

Penelitian menemukan bahwa manfaat minyak jahe kemungkinan berasal dari kandungan antiperadangannya. Tidak hanya dapat meredakan nyeri serta peradangan, mmiyak ini juga dapat membantu dalam mengatasi mual dan migrain.

Namun bagi Anda yang memiliki riwayat medis tertentu, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan minyak jahe. Dengan ini, manfaat minyak jahe bisa Anda peroleh sacara optimal.

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0965229913001714
Diakses pada 23 Maret 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/profile/Pei_Lua/publication/229073607_A_Brief_Review_of_Current_Scientific_Evidence_Involving_Aromatherapy_Use_for_Nausea_and_Vomiting/links/58aceeaa4585155ae77added/A-Brief-Review-of-Current-Scientific-Evidence-Involving-Aromatherapy-Use-for-Nausea-and-Vomiting.pdf
Diakses pada 23 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4393490/
Diakses pada 23 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/ginger-oil
Diakses pada 23 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/ginger-for-hair
Diakses pada 23 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/essential-oils-for-cold-sores
Diakses pada 23 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/ginger-for-headache
Diakses pada 23 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324999
Diakses pada 23 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322032
Diakses pada 23 Maret 2020

Artikel Terkait