Bantu Temukan Makna Hidup, Ini Manfaat Menjadi Relawan Sosial

Ada banyak ide menjadi relawan sosial, seperti di panti jompo untuk membantu orang lanjut usia
Anda bisa menjadi relawan sosial untuk membantu orang lansia di panti jompo

Ada banyak yayasan non-profit yang memerlukan bantuan tenaga, dan Anda pun bisa mendaftarkan diri menjadi relawan. Menjadi relawan sosial atau volunteer tak hanya menemukan jaringan pertemanan baru untuk Anda. Kegiatan ini pun berkorelasi positif terhadap kesehatan mental seseorang.

Manfaat menjadi relawan sosial atau volunteer untuk kualitas hidup

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menjadi relawan sosial atau volunteer. Manfaat tersebut adalah:

1. Menghubungkan diri dengan orang lain

Menjadi relawan sosial atau volunteer membantu Anda terhubung dengan orang-orang di komunitas tersebut serta masyarakat yang menjadi sasaran. Dengan mendedikasikan waktu sebagai relawan sosial, Anda akan lebih mungkin untuk mendapatkan teman baru, meningkatkan keterampilan sosial, dan memperluas jaringan.

2. Mengikis rasa cemas, amarah, dan stres

Dengan menjadi relawan, Anda akan lebih mungkin untuk melakukan kontak sosial dengan membantu dan bekerja untuk orang lain. Hal ini akan membantu memperbaiki kondisi psikologis, termasuk meredakan stres.

Tak hanya itu, apabila Anda memilih menjadi relawan sosial yang bergerak dalam perlindungan hewan, suasana hati akan lebih mungkin untuk membaik. Sebab, telah banyak studi yang menemukan efek positif merawat hewan terhadap kondisi psikologis dan meningkatkan mood.

3. Membuat Anda lebih bahagia

Para pakar telah menyimpulkan, membantu orang lain berdampak positif terhadap kegembiraan hati. Semakin banyak Anda memberi, semakin senang perasaan hati.

4. Memperbaiki kualitas kesehatan fisik

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa individu yang menjadi relawan sosial memiliki risiko kematian yang lebih kecil dibandingkan yang tidak. Misalnya, orang lansia yang menjadi relawan sosial cenderung bergerak lebih sering, lebih mudah untuk mengerjakan tugas sehari-hari, dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

Kabar gembira lainnya, menjadi relawan sosial menurunkan risiko penyakit jantung serta mengikis gejala nyeri kronis.

5. Meningkatkan rasa percaya diri

Membantu kelompok yang membutuhkan seolah-olah memberikan Anda sensasi pencapaian akan sesuatu. Hal ini akan mendorong Anda untuk lebih menyukai diri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin Anda mengembangkan kepercayaan diri.

6. Memberikan keterampilan teknis

Sebagian yayasan memang tidak memberikan Rupiah untuk Anda. Walau begitu, bukan berarti agenda yang dilakukan bukan tanpa timbal balik. Misalnya, jika Anda bergabung dalam divisi dokumentasi sebuah yayasan non-profit, kemampuan fotografi Anda tentu akan lebih terasah.

Contoh lain, kemampuan berbicara (public speaking) dan marketing Anda juga dapat meningkat, dengan bergabung ke dalam divisi advokasi. Semua keterampilan teknis dapat ‘menjual’ untuk CV saat melamar pekerjaan.

Yayasan dan organisasi non-profit juga sering mengadakan pelatihan. Tentunya, kegiatan dan pelatihan tersebut menawarkan keterampilan untuk mengembangkan kemampuan diri.

7. Membantu mengembangkan makna hidup

Beberapa orang lebih rentan untuk kehilangan tujuan dan arti hidup mereka, termasuk yang memasuki lanjut usia atau individu yang kehilangan pasangan. Menjadi relawan sosial dapat menjadi peluang diri untuk mengembangkan tujuan hidup.

Selain itu, karena dengan menjadi volunteer membuat kondisi psikologis lebih stabil, Anda akan menjadi lebih bersemangat dalam menjalani hidup.

Ide untuk menjadi relawan sosial

Ada banyak bidang yang menjadi fokus organisasi atau yayasan sosial. Anda pun bisa memilih organisasi sosial tersebut, berdasarkan bidangnya.

Beberapa bidang tersebut meliputi:

  • Yayasan anak berkebutuhan khusus atau panti jompo
  • Organisasi peduli hewan dan satwa
  • Organisasi yang bergerak dalam lingkungan
  • Organisasi kesehatan, seperti yayasan peduli HIV, yayasan peduli kanker, atau yayasan penyakit lainnya

Selain itu, ada beberapa pertimbangan dan pertanyaan juga yang harus Anda jawab, sebelum memilih yayasan dan organisasi non-profit untuk menjadi relawan sosial. Beberapa pertanyaan tersebut seperti:

  • “Apakah saya lebih suka berhadapan dengan anak-anak, orang dewasa, atau kelompok lansia?”
  • “Apa jenis keterampilan yang bisa saya tawarkan untuk yayasan tersebut?”
  • “Apa bidang yang paling saya perhatikan? Apakah kesehatan, lingkungan, atau orang dengan berkebutuhan khusus?”
  • “Apakah saya memiliki waktu untuk bergabung?”

Catatan dari SehatQ

Menjadi seorang relawan sosial bukanlah paksaan, melainkan dilakukan dengan sukarela. Prioritaskan kebahagiaan diri Anda agar kegiatan volunteering menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/relationships-communication/making-good-friends.htm
Diakses pada 20 November 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/volunteering.html
Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed