Manfaat Mendaki Gunung bagi Kesehatan Fisik hingga Mental

Ada banyak manfaat mendaki gunung bagi kesehatan fisik dan mental
Mendaki gunung ternyata membawa manfaat bagi fisik dan mental

Tidak sedikit orang yang menjadikan kegiatan mendaki gunung sebagai gaya hidup sehat mereka. Bagi Anda yang belum pernah melakukannya, sekali-sekali cobalah kegiatan ini karena manfaat mendaki gunung bukan hanya dari segi fisik, melainkan juga dari sisi mental.

Mendaki gunung atau hiking adalah kegiatan yang memerlukan kekuatan fisik, baik kekuatan dari tubuh bagian atas maupun bagian bawah. Area tubuh yang terutama menjadi target kegiatan ini adalah punggung, perut, dan kaki, serta pada bagian tubuh lain seperti jari, bahu, dan lengan.

Meskipun demikian, mendaki gunung juga memiliki efek positif bagi kesehatan mental Anda. Selain menghilangkan penat, kegiatan ini juga menghadirkan efek yang lebih besar untuk jiwa Anda.

Manfaat mendaki gunung untuk fisik dan mental

Meski terdengar berat, mendaki gunung sebetulnya merupakan kegiatan yang cocok dilakukan oleh semua orang. Mendaki gunung dikategorikan sebagai olahraga tingkat menengah yang melibatkan kegiatan seperti berjalan menanjak di luar ruangan.

Sejauh ini, para peneliti menyimpulkan bahwa mendaki gunung memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan fisik manusia, seperti:

  • Menurunkan risiko Anda terkena penyakit kardiovaskular mengingat berjalan kaki dikategorikan sebagai kegiatan aerobik yang mirip latihan kardio
  • Menurunkan tekanan darah sekaligus kadar gula dalam darah
  • Meningkatkan kepadatan tulang mengingat Anda akan mendaki gunung sambil membawa beban di dalam ransel
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Menguatkan otot perut, paha depan, paha belakang, dan otot-otot di pinggul dan kaki serta tubuh bagian bawah lainnya
  • Memperkuat inti tubuh Anda
  • Meningkatkan keseimbangan.

Sementara itu, manfaat mendaki gunung secara mental adalah:

1. Memperbaiki suasana hati

Penelitian menunjukkan bahwa mendaki gunung dapat membantu Anda mengurangi rasa penat dan meredakan kecemasan akibat rutinitas. Hal ini terjadi karena tubuh mengeluarkan respons positif ketika berada di ruang terbuka, apalagi bila dikelilingi oleh pepohonan alami.

2. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah

Mendaki gunung terbukti dapat meningkatkan kemampuan Anda memecahkan masalah karena kegiatan ini membutuhkan fokus dan konsentrasi yang besar. Hiking juga membuat Anda melupakan kerumitan pekerjaan karena pikiran Anda akan diajak untuk fokus pada mendaki saja.

3. Menghilangkan depresi

Ketika Anda sampai di tujuan, mendaki gunung bisa memberikan efek keberhasilan yang tinggi sehingga ada rasa puas di dalam diri Anda. Beberapa orang menyatakan hal ini dapat menghilangkan rasa depresi yang sebelumnya dirasakan sebelum mendaki gunung.

4. Menciptakan jiwa sosial

Mendaki gunung tidak lengkap tanpa ditemani oleh orang lain, sekalipun itu adalah orang yang belum Anda kenal sebelumnya. Hal ini tidak jarang akan menumbuhkan rasa kebersamaan, bahkan memunculkan persahabatan baru di antara sesama pendaki gunung.

Tips mendaki gunung yang aman

Meski memiliki banyak manfaat, mendaki gunung tetap merupakan kegiatan yang berisiko sehingga Anda tetap harus mengutamakan keselamatan diri. Berikut beberapa tips aman saat mendaki gunung yang dapat Anda lakukan:

  • Mulai perlahan, apalagi jika Anda belum pernah mendaki gunung sebelumnya. Bila Anda pemula, selalu lakukan kegiatan ini bersama dengan orang lain, baik itu teman yang telah berpengalaman maupun pemandu.
  • Pilihlah lintasan yang landai. Trek pendakian gunung dengan derajat kemiringan 5-10 persen saja dapat meningkatkan aktivitas jantung dan membakar kalori 30-40 persen lebih banyak dari biasanya.
  • Jangan bawa terlalu banyak barang. Utamakan membawa perlengkapan yang mendukung kehidupan Anda, seperti air minum dan makanan seperlunya.
  • Pada pendakian lebih dari 3000 meter, dianjurkan untuk istirahat setiap ketinggian 300-600 meter.
  • “Climb high and sleep low”, artinya pendaki dapat mendaki lebih dari 300 meter dalam satu hari, asalkan tetap beristirahat di ketinggian yang lebih rendah.
  • Cukupi kebutuhan cairan sekitar 3-4 liter per hari untuk mencegah dehidrasi.
  • Jalani diet tinggi karbohidrat dan jangan merokok, minum alkohol, serta mengonsumsi obat-obat antidepresan.
  • Bila muncul keluhan selama berada di ketinggian, sebaiknya jangan mendaki lebih tinggi dan segeralah istiraha

Anda juga perlu mewaspadai High Altitude Illnesses atau penyakit-penyakit yang bisa muncul pada ketinggian karena makin tinggi daratan maka kadar oksigennya makin rendah. Gejalanya adalah sesak napas dan lemas.

Setelah Anda mendaki gunung beberapa kali, Anda dapat meningkatkan intesitasnya dengan memilih trek yang lebih menantang alias lebih terjal. Namun, tetap ikuti panduan sesuai lokasi pendakian Anda karena beda trek maka beda pula tantangan alam yang akan Anda hadapi.

The BMC. https://www.thebmc.co.uk/health-benefits-of-climbing-and-hill-walking
Diakses pada 26 Maret 2020

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/556850-ten-reasons-why-hiking-is-good-for-you/
Diakses pada 26 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/hiking-body-mind
Diakses pada 26 Maret 2020

Jurnal Universitas Andalas.
http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/304/28

Artikel Terkait