Apa Manfaat Memiliki Asuransi Kesehatan Swasta Selain BPJS Kesehatan?


BPJS Kesehatan adalah asuransi negara yang coverage-nya lengkap dengan biaya murah. Namun, memiliki asuransi swasta bantu menutupi biaya pemeriksaan lain yang mungkin tidak di-cover BPJS.

(0)
BPJS Kesehatan dan asuransi swasta saling mengisi kelebihan dan kekuranganBPJS Kesehatan dan asuransi swasta saling melengkapi kebutuhan kesehatan
BPJS Kesehatan memang memudahkan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan perawatan kesehatan, mulai dari rawat inap, rawat jalan, hingga obat yang diresepkan dokter dengan biaya biaya iuran murah. Namun, apakah BPJS Kesehatan saja cukup? Perlukah memiliki asuransi kesehatan swasta selain BPJS?

Apa saja kelebihan BPJS Kesehatan?

Secara umum, manfaat BPJS Kesehatan yang paling terasa bagi banyak warga adalah biaya iuran yang lebih murah dibandingkan dengan asuransi kesehatan selain BPJS.Bahkan, dengan premi yang murah, BPJS mampu mencakup pembayaran berbagai macam pelayanan.Jaminan kesehatan, seperti BPJS Kesehatan, mampu mengurangi risiko lonjakan biaya yang tak terduga.BPJS pun tidak mengenal istilah pre-existing condition seperti asuransi kesehatan swasta, sehingga untuk pelayanan riwayat penyakit yang sudah dimiliki sebelum menjadi anggota BPJS Kesehatan akan tetap ditanggung.Namun, kemungkinan ada risiko perawatan tidak akan berlanjut bila ada masalah pembayaran iuran secara mandiri. Tentunya, ini dapat mengancam keselamatan pasien.

Apakah menggunakan bantuan BPJS Kesehatan saja cukup?

Salah satu kekurangan BPJS yang kerap dirasakan banyak orang adalah administrasi yang cukup memakan waktu.Biasanya, kondisi ini terjadi bila Anda harus mendapatkan perawatan lanjut sehingga harus mendapatkan rujukan dari dokter umum sebelum pindah ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I.Rujukan ini tentu harus melewati alur yang bertahap dan tidak boleh diloncati. Agar mendapat rujukan, Anda harus dari mulai dari faskes tingkat terendah hingga tertinggi.Sistem administrasi yang memakan waktu ini akan menyulitkan pasien yang harus mendapatkan penanganan segera agar terhindar dari risiko yang mengancam keselamatan.Selain itu, keanggotaan BPJS juga bergantung dengan domisili pasien.Bila Anda membutuhkan pelayanan kesehatan segera sementara Anda berada di wilayah yang berbeda dengan keanggotaan BPJS yang terdaftar, Anda harus mengurus administrasi berupa surat pengantar. Surat ini nantinya merujuk Anda ke Faskes tingkat pertama (FKTP). Sayangnya, pelayanan yang akan didapatkan hanya sebanyak 3 kali.

Banyak penduduk di Indonesia yang belum menggunakan BPJS Kesehatan

Selain karena rumitnya administrasi, Badan Pusat Statistik (BPS) pun mencatat bahwa ada banyak pasien yang belum menggunakan bantuan BPJS Kesehatan dari pemerintah. Pada tahun 2019, inilah jumlah persentase warga yang menggunakan fasilitas rawat jalan tanpa jaminan BPJS atau pun asuransi kesehatan tertentu:
  • Rumah sakit pemerintah sebanyak 18,68%
  • Rumah sakit swasta sebanyak 29,01%
  • Puskesmas sejumlah 31,72%
  • Klinik dokter sebanyak 64,1%.
Persentase penduduk rawat jalan dan pembiayaannya
Persentase penduduk rawat jalan dan pembiayaannya
Sementara, untuk rawat inap, inilah jumlah persentase warga yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan atau pun asuransi kesehatan swasta:
  • RS pemerintah: 18,72%
  • RS swasta: 27,08%
  • Puskesmas: 39,96%
  • Klinik dokter: 73,88%
Persentase penduduk rawat inap dan pembiayaannya
Persentase penduduk rawat inap dan pembiayaannya
Berdasarkan data dari BPS di atas, masih tampak terlihat cukup banyak penduduk yang masih harus bayar biaya pelayanan kesehatan secara mandiri.Bisa jadi, alasan membayar secara mandiri juga diakibatkan tidak adanya kerja sama antara asuransi kesehatan swasta maupun jaminan kesehatan yang dipilih.

Bagaimana kelebihan dan kekurangan asuransi kesehatan swasta dibandingkan BPJS Kesehatan?

Menilik kelebihan asuransi kesehatan selain BPJS, asuransi swasta mampu menutupi kekurangan BPJS Kesehatan. Dalam hal ini, asuransi swasta tidak memerlukan administrasi berjenjang dan bisa digunakan di seluruh tempat, bahkan luar negeri sekalipun tanpa perlu rujukan.Sayangnya, manfaat ini harus didapatkan dengan premi yang lebih besar dari BPJS.Selain itu, asuransi swasta juga bergantung pada usia pihak yang tertanggung.Semakin berumur pasien, maka premi pun akan semakin mahal. Selain itu, asuransi kesehatan selain BPJS juga menerapkan sistem pre-existing condition.Meski memiliki plus minusnya sendiri, keduanya memiliki hal yang mirip, yakni pemilihan kamar inap.BPJS Kesehatan hanya bisa mengakses ruang inap sesuai dengan kelasnya. Tentu, kelas I akan mendapatkan fasilitas kamar yang lebih baik daripada kelas II dan III.Serupa dengan BPJS, asuransi swasta pun bisa mengakses kamar VIP sesuai nilai plafon atau batasan biaya tertinggi yang bisa digunakan.

Melengkapi manfaat BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta

Lantas, manakah yang lebih baik? BPJS Kesehatan atau asuransi swasta? Jawabannya, keduanya bisa saling mengisi.Sebagai contoh, bila Anda membutuhkan pelayanan medis yang cepat dan lebih fleksibel, memiliki asuransi swasta mampu mencakup keperluan ini.Sementara apabila Anda membutuhkan perawatan dengan biaya yang terjangkau, Anda bisa menggunakan BPJS Kesehatan.Perlu diingat, setidaknya, warga Indonesia harus memiliki BPJS Kesehatan.BPJS Kesehatan diwajibkan karena berguna untuk menanggulangi risiko kesehatan akibat kemampuan pembiayaan yang terhalang.Sementara itu, asuransi kesehatan swasta bersifat opsional atau sukarela. Namun, pada dasarnya, keikutsertaan pada jaminan kesehatan seperti BPJS atau asuransi swasta sangat perlu Anda pertimbangkan dengan baik.Tanpa perlindungan jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan, besar kemungkinan seseorang akan kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
bpjs kesehatanasuransi swastaiuran bpjspeserta bpjs
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait