4 Manfaat Memaafkan, Usir Stres dan Sehatkan Jantung


Saat disakiti memang agak sulit memberikan maaf. Tapi nyatanya manfaat memaafkan orang lain sangat baik bagi Anda. Mulai dari hidup yang lebih tenang, tidak mudah stres, hingga memiliki relasi yang lebih baik dengan orang lain.

(0)
23 Feb 2021|Azelia Trifiana
Memaafkan kesalahan orang lain membuat hidup menjadi lebih bahagiaMemaafkan kesalahan orang lain membuat hidup menjadi lebih bahagia
Sangat mudah diucapkan, tapi tidak demikian dengan realisasinya. Bisa saja, orang lain menganggapnya sebagai sikap permisif untuk melakukan kesalahan lagi dan lagi. Namun kabar baiknya, memaafkan ternyata justru lebih menyehatkan bagi orang yang menjadi “korban”, bukan pada pelakunya.Jadi, daripada terkungkung dalam rasa tidak nyaman karena sakit hati atau marah, coba pertimbangkan untuk memaafkan. Bukan hanya untuk mental, hal ini juga menguntungkan secara fisik.

Manfaat memaafkan orang lain

Berikut beberapa manfaat dari berbesar hati memaafkan orang lain:

1. Baik untuk kesehatan mental

Sebuah studi tahun 2007 dari Annals of Behavioral Medicine menghubungkan manfaat dari memberi maaf terhadap kadar stres yang dialami seseorang. Semakin besar kemampuan berbesar hati, stres juga menurun. Tak hanya itu, gejala gangguan psikologis juga turut berkurang.Lebih jauh lagi, orang yang terjebak dalam dendam atau rasa sakit hati lebih rentan mengalami depresi dan post-traumatic stress disorder. Apabila hal ini sudah terjadi secara alami, tentu perlahan seseorang akan lebih terlatih untuk menyikapi kesalahan orang lain dengan lapang dada.

2. Merasa lebih tenang dan damai

seorang perempuan menarik napas
Memaafkan orang lain membawa rasa damai
Jika ada reward yang sepadan dengan memaafkan, itu adalah perasaan tenang dan damai. Ingat ketika seseorang belum membuka pintu maaf, artinya luka emosi masih akan menganga lebar.Ketika mengampuni kesalahan, itu bukan berarti menyatakan bahwa apa yang dilakukan orang lain adalah hal biasa. Justru, itu adalah cara melepaskan emosi yang masih menumpuk. Dengan demikian, pasti akan muncul rasa damai sekaligus tenang.

3. Relasi dengan orang lain lebih baik

Memaafkan bukan hanya seputar Anda dan orang yang melakukan kesalahan. Lebih luas lagi, menyimpan rasa dendam sebenarnya bisa berdampak pada relasi dengan orang lain.Contohnya adalah:
  • Merasa lebih mudah marah ketika berinteraksi dengan orang terdekta
  • Sulit untuk kembali percaya setelah dikhianati
  • Sulit mencoba membangun hubungan baru
Di sisi lain, berdamai dengan kesalahan orang lain dapat meningkatkan rasa terkoneksi dengan orang lain.

4. Dampak positif secara fisik

Ketika memutuskan mengampuni kesalahan orang lain, di saat itulah Anda memberikan hadiah untuk diri sendiri secara fisik. Alasannya karena  memaafkan bisa mengurangi rasa stres, ini terbukti dari penelitian dinamis selama 5 pekan pada tahun 2016 lalu.Hasilnya, berdamai dengan kesalahan orang lain akan mengurangi stres. Ini akan berhubungan erat dengan membaiknya kondisi fisik dalam hal:
  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengurangi rasa cemas
  • Tidur lebih nyenyak
  • Kepercayaan diri meningkat
  • Menjaga sistem imun

Bagaimana memulainya?

Tidak mengapa apabila Anda merasa belum siap menjadi sosok yang pemaaf. Ini memang sulit. Jangan sampai, sikap ini justru dibuat-buat dan tidak tulus karena mustahil memberikan manfaat yang dibutuhkan.Hanya saja, selalu tanamkan dalam pikiran bahwa memaafkan adalah inside job. Anda melakukannya demi diri sendiri, bukan untuk orang lain.Agar bisa mencapainya, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
  • Lihat masalah lewat berbagai sudut pandang

Saat merasa marah, terkadang sulit melihat pokok permasalahan dengan kepala dingin. Untuk itu, coba proses lewat berbagai sudut pandang setelah merasakan ketidakadilan hingga pengkhianatan.Resapi apa yang Anda rasakan. Jangan lupa masukkan dalam pertimbangan, apakah rasa sakit hati ini tetap ada karena kejadiannya, atau karena memori tentang hal serupa yang menjebak dari masa lalu?
  • Validasi emosi

Jika ada orang terpercaya yang bisa diajak berbicara dari hati ke hati, ajak untuk melakukan validasi emosi. Ini termasuk emosi yang tidak mengenakkan sekalipun. Apabila tidak ada orang yang bisa dijadikan tempat berbicara, meditasi pun perlahan bisa membantu memahami apa yang tengah dirasakan.
  • Menulis surat

Selain dengan berbicara pada orang lain, menuangkan emosi dalam kata-kata juga bisa jadi alternatif. Cobalah menulis surat untuk mewadahi apa yang dialami tanpa ada interupsi sama sekali. Itulah kelebihan komunikasi satu arah lewat surat.Surat ini tak harus disampaikan kepada orang yang membuat Anda sakit hati. Bahkan, tak masalah jika surat ini berakhir di laci dan hanya disimpan. Bukan suratnya yang krusial, namun proses menuangkan perasaan itu yang menjadi kunci.
  • Mulai dari hal kecil

Apabila kesalahan yang ingin dimaafkan bukan hal sepele, coba mulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Mengampuni kesalahan besar tentu bukan hal sederhana yang bisa dilakukan dengan mudah setiap harinya.Coba posisikan diri melihat dari sisi positif. Semisal ada yang tanpa sengaja menyenggol mobil Anda di area parkir? Bisa jadi mereka sedang terburu-buru karena keluarganya masuk rumah sakit. Makanan di kulkas kantor hilang? Mungkin orang yang mengambilnya lebih membutuhkan.

Ketika mencoba membuka pintu maaf, jangan jadikan penyesalan atau perasaan orang lain sebagai pertimbangan utama. Anda tetap yang paling penting. Prioritas dalam proses memaafkan ini adalah ketenangan batin Anda sendiri, bukan apa yang dirasakan orang lain.Justru, mengampuni kesalahan orang ini bisa menjadi cara melindungi diri dari rasa sakit hati di masa depan. Anda pun bisa menikmati hidup dengan damai dan bahagia.Jika ingin berdiskusi lebih lanjut agar tidak terjebak dalam pikiran bahwa memaafkan berarti ketidakadilan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalhidup sehatpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-benefits-of-forgiveness-3144954
Diakses pada 8 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-forgive
Diakses pada 8 Februari 2021
Annals of Behavioral Medicine. https://academic.oup.com/abm/article-abstract/50/5/727/4562559?redirectedFrom=fulltext
Diakses pada 8 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait