Manfaat Medis Tummy Tuck, Prosedur “Mommy Makeover” yang Populer

Prosedur tummy tuck atau abdominoplasty dapat membuat perut menjadi lebih mulus dan rata
Sebelum melakukan tummy tuck, konsultasikan dulu dengan dokter dan pertimbangkan segala risikonya

Perut adalah bagian tubuh yang mudah mengalami perubahan fisik dan tempat terakumulasinya lemak, sekaligus yang paling sulit dikembalikan seperti semula. Itulah mengapa prosedur tummy tuck atau abdominoplasty menjadi pilihan populer untuk meratakan perut dan membuat lingkar pinggang lebih berbentuk.

Sama seperti prosedur operasi lainnya, setiap individu yang akan melakukannya harus benar-benar paham risiko dari prosedur ini. Meskipun tummy tuck bisa berhasil sesuai ekspektasi, namun kemungkinan terjadinya komplikasi tetap ada.

Apa itu tummy tuck?

Tummy tuck atau abdominoplasty adalah prosedur operasi untuk menghilangkan kelebihan lemak dan kulit. Selain itu, tummy tuck juga mengembalikan kekuatan otot sehingga profil perut menjadi lebih mulus dan rata.

Umumnya, tummy tuck menjadi pertimbangan ketika perut atau abdomen dirasa sudah sangat “turun”. Penyebabnya beragam, seperti keturunan, penuaan, pascamelahirkan, operasi yang pernah dijalani sebelumnya, hingga fluktuasi berat badan secara signifikan.

Meski demikian, perlu diingat bahwa tummy tuck bukan prosedur untuk menurunkan berat badan atau bagian dari latihan yang membuat perut rata.

Hasil dari tummy tuck pun tidak langsung terlihat secara teknis akan permanen. Meski demikian, jika ada perubahan berat badan secara signifikan maka hasil tummy tuck bisa ikut berubah. Tak hanya itu, perempuan yang masih berencana hamil juga sebaiknya menunda rencana untuk melakukan tummy tuck.

Manfaat medis tummy tuck

Tummy tuck juga dikenal dengan istilah “mommy makeovers”, prosedur yang bisa mengembalikan postur tubuh terutama bagian perut dan pinggang menjadi ramping. Menurut American Society of Plastic Surgeons, antara tahun 2000-2014 jumlah tummy tuck yang dilakukan mencapai 87%.

Tak hanya untuk penampilan saja, ada beberapa manfaat medis dari tummy tuck, yaitu:

1. Mengurangi inkontinensia urine

Inkontinensia urine (Stress Urinary Incontinence atau SUI) adalah kondisi seseorang sulit mengendalikan keinginan buang air kecil sehingga kerap mengompol. Orang yang menderita SUI bisa mengompol ketika batuk, bersin, berolahraga, bahkan tertawa.

Prosedur tummy tuck dapat membantu mengurangi inkontinensia urine, terutama bagi perempuan yang belum pernah menjalani persalinan dengan operasi caesar. Selama prosedur, akan dilakukan obstruksi kandung kemih di dekat area panggul sehingga inkontinensia bisa berkurang.

2. Postur tubuh lebih baik

Setelah melewati beberapa kali kehamilan atau perubahan berat badan ekstrem, otot perut bisa menjadi longgar. Diet dan berolahraga mungkin membantu, namun tidak signifikan.

Secara medis, tummy tuck membantu membuat otot kembali kencang sekaligus menghilangkan kelebihan kulit dan lemak. Dengan demikian, perut menjadi lebih rata. Jika dihubungkan dengan postur, ketika otot abdominal menjadi kencang maka tubuh juga menjadi lebih tegap.

Bagi orang tertentu, berubahnya postur berarti berkurangnya rasa nyeri terutama di bagian tulang belakang.

3. Mengatasi hernia ventralis

Hernia ventralis terjadi ketika ada tonjolan dari dinding perut yang mencuat melalui jaringan ikat. Ada banyak pemicunya, seperti perubahan berat badan signifikan atau operasi caesar hingga usus buntu.

Lewat tummy tuck, otot abdominal yang lemah menjadi lebih kuat sehingga kemungkinan terjadinya hernia ventralis bisa berkurang. Apalagi, orang yang sudah pernah mengalami hernia ventralis sangat mungkin memilikinya lagi di masa mendatang.

Risiko prosedur tummy tuck

Begitu populernya tummy tuck, banyak yang mengira bahwa ini adalah operasi sederhana yang tidak berisiko. Faktanya, tetap saja ini merupakan operasi besar yang memerlukan waktu sekitar 1-5 jam hingga tuntas.

Risiko tentu ada, seperti hasil tummy tuck yang tidak sesuai ekspektasi atau kemungkinan terjadinya komplikasi. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui individu yang akan melakukan tummy tuck:

  • Perlu waktu untuk pulih

Mengingat tummy tuck adalah operasi besar dengan insisi di area antar-pinggang, orang yang melakukannya harus tahu bahwa perlu waktu lama untuk pulih. Waktu pemulihan sekitar 2-3 minggu. Pada tahap awal, akan terasa nyeri hingga tubuh terasa lemas.

Meskipun setelah melakukan tummy tuck pasien akan diminta untuk aktif bergerak terutama berjalan kaki, namun tetap perlu bantuan untuk melakukan beberapa aktivitas di rumah. Selain itu, aktivitas fisik berat sebaiknya ditunda hingga enam minggu pascaoperasi.

  • Ada bekas luka permanen

Terlepas dari seberapa efektifnya tummy tuck secara medis, akan ada bekas luka permanen di sepanjang perut. Bentuknya adalah garis insisi horizontal dari pinggang ke pinggang, tepat di atas tulang panggul. Bekas luka akan menghilang dari waktu ke waktu, namun akan tetap ada hingga bertahun-tahun kemudian.

  • Efek tidak nyaman pascaoperasi

Dalam beberapa minggu awal setelah operasi, wajar jika ada rasa gatal, kaku, hingga kemerahan di bekas luka operasi. Meskipun hasil dari tummy tuck akan terlihat setelah 4-6 minggu kemudian, namun sensasi tidak nyaman masih bisa terasa hingga lebih dari enam bulan kemudian. Perlu waktu sekitar satu tahun hingga area perut benar-benar pulih seutuhnya dan hasil tummy tuck terlihat. 

Jika Anda mempertimbangkan melakukan tummy tuck, jangan terburu-buru dan lakukan hanya dengan dokter yang tersertifikasi. Lakukan konsultasi dan riset untuk tahu apakah tummy tuck ini benar-benar yang Anda butuhkan, atau hanya keinginan sesaat.

Plastic Surgery. https://www.plasticsurgery.org/news/blog/five-things-to-consider-before-getting-a-tummy-tuck
Diakses 15 Maret 2020

Plastic Surgery. https://www.plasticsurgery.org/news/blog/the-medical-benefits-of-a-tummy-tuck
Diakses 15 Maret 2020

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2018/02/180228174905.htm
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait