Manfaat Makan Tempe Mentah, Benarkah Baik untuk Tubuh?


Manfaat tempe mentah sangat baik untuk kesehatan tubuh. Selain menjadi sumber protein, tempe juga jadi sumber prebiotik alami untuk sistem pencernaan.

(0)
18 Jun 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Manfaat tempe mentah adalah sumber prebiotik dan proteinMeski tempe mentah memiliki manfaat bagi tubuh, Anda tetap disarankan untuk makan tempe yang sudah diolah
Tempe, makanan yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak dulu memang mengandung nutrisi yang sangat baik bagi tubuh. Kandungan protein, prebiotik, vitamin dan mineral yang tinggi serta pilihan yang baik sebagai pengganti daging bagi vegetarian. Proses pembuatan yang difermentasi dan menggunakan mikroorganisme tertentu membuat manfaat tempe mentah semakin kaya.Bahan baku tempe adalah kedelai yang difermentasi, yaitu melibatkan mikroorganisme tertentu. Kemudian tempe dibuat kotak dan didiamkan beberapa saat sampai bakteri fermentasi berkembang. Setelah bakteri berkembang, tempe dapat dikonsumsi dengan proses pematangan, yaitu digoreng, dikukus, maupun ditumis. Selain kedelai, tempe juga dibuat dari kacang-kacangan lain, gandum atau campuran kedelai dan gandum. Sama seperti sumber protein tanpa daging lainnya, seperti tahu dan seitan, tempe adalah pilihan populer di kalangan vegan dan vegetarian karena kaya akan nutrisi penting bagi tubuh.

Manfaat mengonsumsi tempe

Ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan saat makan tempe, diantaranya:

1. Mengandung prebiotik untuk penyerapan makanan

Proses fermentasi membuat kedelai dipecah dan salah satunya menghasilnya prebiotik. Prebiotik adalah jenis serat yang mendorong bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan Anda. Dalam studi yang dilakukan National Library of Medicine mengatakan bahwa prebiotik dapat meningkatkan pembentukan asam lemak rantai pendek di usus besar. Bukti lain juga menunjukkan suplemen prebiotik dapat membuat kondisi menguntungkan bagi mikrobiota usus atau bakteri yang berada di sistem pencernaan. Prebiotik juga dihubungkan pada peningkatan frekuensi tinja, mengurangi peradangan, dan meningkatkan memori.

2. Kaya akan protein untuk membuat rasa kenyang lebih lama

Tempe mengandung protein yang tinggi, yaitu dalam 166 gram tempe, 31 gram diantaranya adalah protein. Diet kaya protein dapat merangsang thermogenesis, yaitu kondisi yang mengarah pada peningkatan metabolisme dan membantu tubuh membakar banyak kalori setelah makan. Protein juga dapat mengendalikan nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.

3. Membantu mengendalikan kolesterol dalam tubuh

Tempe dibuat secara tradisional dari kedelai, proses fermentasi menghasilkan senyawa alami disebut isoflavon. Salah satu penelitian dari National Library of Medicine menemukan bahwa isoflavon kedelai mampu menurunkan kolesterol total dan LDL secara signifikan.Studi lain menemukan efek protein kedelai pada kadar kolesterol dan trigliserida. Penelitian dilakukan kepada 42 orang yang diberi makanan protein kedelai dan protein hewani selama periode enam minggu. Hasilnya, dibandingkan dengan protein hewani, protein kedelai menurunkan kolesterol LDL sebesar 5,7%, kolesterol total 4,4%, dan trigliserida 13,3%. 

4. Tempe dapat mengurangi stres oksidatif

Penelitian menunjukkan bahwa isoflavone memiliki sifat antioksidan dan dapat mengurangi stress oksidatif. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas. Akumulasi radikal bebas dikaitkan pada banyak penyakit, termasuk diabetes, jantung, dan kanker. 

5. Dapat meningkatkan kesehatan tulang

Tempe adalah sumber kalsium yang baik, dan sumber mineral yang bertanggung jawab untuk menjaga tulang tetap kuat dan padat. Asupan kalsium yang cukup dapat mencegah perkembangan osteoporosis atau tulang keropos. Meskipun produk susu adalah sumber kalsium yang paling umum, penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam tempe juga dapat diserap dengan baik, dan menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan asupan kalsium.

Makan tempe mentah, benarkah bermanfaat?

Meskipun sudah disebutkan manfaat tempe yang sangat baik untuk kesehatan, sebaiknya Anda mengonsumsi tempe yang sudah diolah atau dimasak terlebih dahulu. Makan tempe mentah tidak disarankan.Seperti yang tertera pada Journal of Applied Microbiology, tempe bukanlah makanan yang bisa dikonsumsi mentah, tetapi dipanaskan terlebih dahulu. Misalnya dengan digoreng, direbus, atau dengan dipanggang.Proses masak tempe disarankan untuk menghilangkan bakteri yang tak dibutuhkan tubuh atau kontaminasi saat pembuatan atau fermentasi tempe. Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang cara menghilangkan gerah di malam hari, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehat
Journal of Applied Microbiology. Tempe fermentation, innovation and functionality: Update into the third millennium. https://www.researchgate.net/publication/7982585_Tempe_fermentation_innovation_and_functionality_Update_into_the_third_millenium
Diakses pada 9 Juni 2021

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/tempeh#TOC_TITLE_HDR_11
Diakses pada 9 Juni 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait