logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

7 Manfaat Makan Pedas untuk Kesehatan yang Sayang Jika Dilewatkan

open-summary

Makan makanan pedas bisa menambah nafsu makan. Selain itu, makanan pedas juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol jahat karena mengandung capsaicin.


close-summary

3.8

(10)

5 Jan 2022

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Meredakan peradangan dan mengalahkan sel kanker adalah beberapa manfaat makan pedas.

Manfaat makan pedas tidak hanya meningkatkan sistem imun tubuh, tapi juga meningkatkan libido.

Table of Content

  • Manfaat makan makanan pedas
  • Bolehkah makan makanan pedas setiap hari?
  •  
  • Bahaya berlebihan makan makanan pedas
  • Cara mengatasi sakit perut akibat makanan pedas
  • Catatan dari SehatQ

Sebagian besar orang Indonesia menyukai makanan pedas, baik itu lauk dengan olahan cabai atau makan nasi pakai sambal. Ternyata makan makanan pedas tidak hanya menggugah selera, tapi juga memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh.

Advertisement

Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini, ya!

Manfaat makan makanan pedas

Cabai adalah bumbu dapur yang paling sering ditemukan di dapur orang Indonesia.

Dengan cabai, Anda bisa membuat olahan makanan pedas atau sambal sebagai teman makan nasi.

Lantas, apa yang membuat makanan pedas bermanfaat untuk kesehatan? Jawabannya adalah  capsaicin, zat aktif yang secara alami paling banyak terdapat di dalam cabai.

Capsaicin jugalah yang memberikan rasa pedas pada menu makanan Anda.

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapat kalau suka makan serba pedas:

1. Memperpanjang usia

Dalam penelitian Harvard dan China National Center, terbiasa makan pedas atau sambal satu kali per hari 6-7 hari, bermanfaat menurunkan angka kematian hingga 14%.

Menurut para peneliti di Cleveland Clinic, orang yang makan pedas secara teratur 26% lebih kecil dan 23% lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit jantung atau kanker.

Orang yang suka makan pedas juga ditemukan memiliki 25 persen penurunan risiko kematian dari sebab apa pun.

Salah satu alasan di balik temuan ini adalah karena cabai menghasilkan capsaicin yang memiliki sifat antioksidan, antiradang, antitumor, dan antimikroba. Semua sifat ini dapat membantu menjaga kesehatan tubuh Anda.

Namun, makanan pedas bukan obat mujarab untuk mencegah risiko kematian akibat penyakit.

Kunci utamanya adalah menjaga pola hidup sehat dengan makan sehat dan olahraga rutin.

2. Melancarkan metabolisme

Data dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa makan makanan pedas seperti jintan, kayu manis, kunyit, paprika, atau cabai, bermanfaat melancarkan metabolisme.

Capsaicin bekerja dengan meningkatkan konsumsi oksigen dan meningkatkan suhu tubuh. Hal ini membuat pembakaran kalori cenderung jadi lebih banyak dari normalnya.

Studi menunjukkan bahwa asupan capsaicin secara teratur dapat meningkatkan defisit kalori, menekan nafsu makan, dan membantu pembakaran lemak yang berkaitan dengan  penurunan berat badan.

Sementara satu studi menemukan bahwa kunyit dapat menekan pertumbuhan jaringan lemak pada tikus.

Meski begitu, Anda tetap perlu melakukan aktivitas fisik rutin dan mengatur pola makan untuk bisa menurunkan berat badan secara optimal.

3. Mengatasi peradangan

Seperti yang dijelaskan di atas, capsaicin (zat pembuat rasa pedas dari cabai) memiliki sifat antiradang.

Begitu pula zat curcumin dalam kunyit, rempah lainnya yang sering digunakan dalam makanan pedas.

Sifat antiradang kurkumin dinilai berpotensi untuk melawan radikal bebas dalam tubuh serta mengurangi peradangan pada persendian.

Selain itu, dalam pengobatan tradisional Ayurvedic, jahe dan bawang putih juga memiliki sifat anti-peradangan yang telah digunakan sejak berabad silamt untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti arthritis, masalah autoimun, sakit kepala, hingga rasa mual.

4. Menjaga kesehatan jantung

 

Cabai
Cabai, si pedas yang menyehatkan tubuh

Orang yang mengonsumsi cabai cenderung mempunyai kadar kolesterol jahat (LDL) lebih rendah, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Capsaicin menurunkan kadar kolesterol dengan mengurangi akumulasi kolesterol dalam tubuh, meningkatkan proses pemecahan kolesterol, serta meningkatkan pembuangan kolesterol lewat feses.

Temuan sebuah penelitian yang diterbitkan pada Agustus 2014 di Journal of Agriculture and Food Chemistry juga berkesimpulan serupa.

Para peneliti dari Chinese University of Hong Kong menemukan bahwa capsaicin menurunkan kadar kolesterol darah dan memblokir gen yang membuat arteri menegang. 

Arteri yang kaku dapat meningkatkan risiko penyumbatan darah yang berbahaya.

Bahkan, manfaat makanan pedas ini tak hanya datang dari cabai. Makan makanan pedas yang diolah dari rempah-rempah juga punya manfaat untuk memecah lemak dalam makanan sehingga lebih mudah dicerna. Ini dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Mengutip dari Penn Medicine, ada penelitian terbaru yang menemukan bahwa makan makanan pedas seperti cabai, menurunkan risiko kematian sebanyak 13% akibat penyakit jantung dan stroke.

Beberapa penelitian menyebutkan, makanan pedas dapat mengurangi risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.

5. Melawan kanker

Siapa sangka jika salah satu manfaat makan makanan pedas dapat membantu melawan sel kanker?

Capsaicin dalam cabai dilaporkan berpotensi memperlambat pertumbuhan sel kanker dan menghancurkannya.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa capsaicin, senyawa pedas dalam cabai, bisa dengan sukses menghentikan metastasis kanker paru-paru.

Namun, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat ini pada manusia.

6. Membunuh bakteri

Rempah seperti jintan dan kunyit telah terbukti memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang kuat. 

Membiasakan makan makanan pedas yang terbuat dari rempah-rempah ini kemungkinan dapat bermanfaat untuk membantu melawan bakteri jahat dalam tubuh.

7. Menjaga kesehatan pencernaan

Saat Anda makan makanan pedas, capsaicin akan langsung pada reseptor di saluran cerna.

Dari situ, akan terbentuklah zat kimia yang disebut sebagai anandamide. Anandamide adalah senyawa alami yang diproduksi tubuh untuk mengurangi peradangan pada saluran pencernaan, seperti akibat kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

Capsaicin juga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mikrobioma dalam usus. Mikrobiom adalah bakteri dan mikroba baik yang berperan membantu sistem kekebalan tubuh untuk menjaga saluran pencernaan.

Baca Juga

  • Mengenal Perbedaan Disabilitas dan Difabel Agar Tidak Keliru
  • Selada Merah dan Manfaatnya yang Baik untuk Kesehatan
  • Jenis-jenis Latihan Kelincahan yang Efektif dan Mudah Dilakukan

Bolehkah makan makanan pedas setiap hari?

 

Sakit perut
Jangan berlebihan makan makanan pedas

Penelitian menunjukkan bahwa orang merasa lebih cepat kenyang setelah makan makanan pedas. Bagi sebagian orang, ini adalah hal yang positif karena nafsu makan jadi berkurang.

Namun, sebaiknya Anda tidak makan pedas atau mengonsumsi cabaisetiap hari.

Terlebih kalau Anda mempunyai lambung yang lemah. Terlalu sering makan pedas bisa memicu gangguan pencernaan dan luka pada lambung.

Bahaya berlebihan makan makanan pedas

Agar Anda bisa merasakan manfaat dari makan makanan pedas, sebaiknya memang tidak mengonsumsinya secara berlebihan. 

Berikut adalah beberapa akibat atau penyakit yang disebabkan oleh makanan pedas: 

1. Heartburn

Heartburn atau rasa panas terbakar di dada yang terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Alasannya adalah karena makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan mulas.

Cabai mengandung capsaicin, yang menurut penelitian menyebabkan pengosongan lambung jadi tertunda.

Hal ini dapat meningkatkan produksi cairan asam sehingga justru memicu refluks.

Makanan pedas seringkali juga mengandung bawang dan lemak yang dapat menyebabkan mulas.

2. Diare

Salah satu gangguan pencernaan yang bisa terjadi karena terlalu banyak makan sambal adalah diare.

Kemungkinan besar, capsaicin mengiritasi lapisan lambung atau usus, sehingga memberikan efek pencahar pada sebagian orang.

3. Sakit tenggorokan 

Selain gangguan pencernaan, makan makanan pedas secara berlebihan juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan dan juga membuat pita suara meradang. 

Tidak hanya mengiritasi tenggorokan, makanan pedas juga bisa membuat kerusakan yang lebih parah karena memicu refluks asam.

4. Tukak lambung

Akibat makan pedas berlebihan lainnya adalah tukak lambung (gejala maag). Sebab, asupan capsaicin secara berlebihan bisa mengikis lapisan mukosa dan menyebabkan peradangan. Lama kelamaan, dinding lambung bisa terluka. 

Kondisi ini bisa mengakibatkan beberapa gejala, seperti sakit perut, mual, muntah, dan penurunan berat badan.

5. Gastritis (peradangan dinding lambung)

Gastritis terjadi saat mukosa yang melapisi lambung mengalami peradangan. Gastritis bisa mengakibatkan gejala seperti muntah, diare, mual, demam, sakit kepala, hingga BAB berdarah.

6 Demensia

Terlalu sering makan pedas atau makan  cabai ternyata dilaporkan dapat meningkatkan risiko penyakit demensia. Demensia adalah sebuah sindrom yang menyebabkan penurunan fungsi otak.

Studi dalam jurnal Nutrients melibatkan 4.852 responden keturunan Tionghoa berusia di atas 55 tahun yang diminta sering-sering makan cabai. Peneliti menemukan, orang yang makan cabai lebih dari 50 gram sehari berisiko dua kali lebih tinggi mengalami demensia.

Namun, ini bukanlah hubungan sebab-akibat langsung. Masih butuh penelitian lanjutan mengapa kebiasaan makan pedas bisa menyebabkan demensia.

Cara mengatasi sakit perut akibat makanan pedas

Menjadi hal yang wajar kalau setelah konsumsi makanan pedas, Anda mengalami sensasi ‘terbakar’. Bahkan, ada sebagian orang yang mengalami gangguan pencernaan, seperti sakit perut.

Berikut adalah beberapa cara mendinginkan perut setelah makan pedas, yaitu:

1. Minum teh

Untuk menenangkan atau meredakan perut yang panas atau terasa sakit, coba minum teh peppermint atau chamomile.

Senyawa antiinflamasi di dalamnya dapat membantu otot perut kembali rileks, sehingga mengurangi rasa sakit.

2. Makan permen jahe

Jahe bermanfaat untuk mengobati sakit perut dan mulas karena kandungan antiinflamasi di dalamnya.

Anda bisa langsung mengunyahnya dalam potongan kecil, minum air rebusan jahe, atau mengulum permen jahe.

3. Mengompres area perut

Kompres perut dengan menggunakan heating pad atau handuk yang direndam dalam air hangat. Cara ini bisa membantu mengendurkan otot serta mengurangi sensasi panas.

4. Jangan minum susu

Selain itu, sebaiknya hindari minum susu saat Anda sakit perut akibat makan makanan pedas. 

Susu memang bermanfaat untuk meredakan pedasnya sambal di area mulut. 

Akan tetapi, susu juga memperburuk gejala sakit perut karena merangsang asam.

Catatan dari SehatQ

Sesuatu yang menyehatkan juga bisa merugikan jika dikonsumsi secara berlebihan. 

Seperti makanan pedas, karena bisa mengakibatkan gangguan pencernaan dan penyakit lainnya.

Maka dari itu, janganlah berlebihan dalam mengonsumsi makanan pedas.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai manfaat makan pedas bagi kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

makanan sehatmakanan diethidup sehatpola hidup sehat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved