9 Manfaat Makan Pedas untuk Kesehatan yang Sayang Jika Dilewatkan

Meredakan peradangan dan mengalahkan sel kanker adalah beberapa manfaat makan pedas.
Manfaat makan pedas tidak hanya meningkatkan sistem imun tubuh, tapi juga meningkatkan libido.

Bagi kebanyakan orang Indonesia, makanan berbumbu pedas dari cabai atau lada, memiliki tingkat kelezatan yang berlipat ganda. Tidak heran kalau santapan khas Tanah Air dipenuhi oleh makanan pedas. Tak disangka-sangka, ternyata manfaat makan pedas sangat baik untuk kesehatan.

Manfaat makan pedas untuk kesehatan

Tidak hanya cabai atau lada yang bisa membuat makanan jadi pedas. Ada juga merica, jahe, pala, paprika, hingga wasabi yang sering dijadikan pelengkap saat melahap sushi. Semuanya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Apa saja manfaat tersebut?

1. Membuat panjang umur

Menurut penelitian dari Harvard dan China National Center beberapa waktu lalu, mengonsumsi makanan pedas sebanyak satu kali selama 6-7 hari, terbukti menurunkan angka kematian 14%.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 500 ribu responden di Tiongkok. Di sana, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan pedas dalam bentuk cabai segar lebih sering dapat hidup lebih lama dibandingkan dengan yang jarang mengonsumsi makanan pedas.

2. Meningkatkan metabolisme

Berbagai penelitian menyatakan bahwa rempah-rempah seperti cabai atau kunyit bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan bahkan menurunkan nafsu makan berlebih. Tidak heran kalau banyak orang yang percaya, makan pedas bisa membantu menurunkan berat badan.

Efek makan pedas untuk menurunkan berat badan sebenarnya sangat kecil. Namun, jika dilakukan secara konsisten, makan pedas berpotensi membantu Anda mencapai berat badan ideal. Itulah manfaat makan pedas yang kedua.

3. Meredakan peradangan

Rempah pedas lainnya seperti jahe dan bawang putih, juga memiliki sifat antiinflamasi. Kedua rempah-rempahan yang sering ditemui di pasar ini dipercaya untuk mengobati rematik, penyakit autoimun, hingga sakit kepala.

4. Berpotensi mengalahkan sel kanker

Cabai
Cabai, si pedas yang menyehatkan tubuh

Capsaicin, komponen aktif dalam cabai, terbukti bisa memperlambat dan menghancurkan sel kanker. Sebuah studi menunjukkan, capsaicin dalam cabai mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker prostat pada tikus. Namun peelitian ini masih sebatas pada hewan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaatnya pada manusia.

5. Mengurangi keinginan menyantap makanan manis

Di saat perut sudah kenyang, tapi lidah masih ngidam makanan manis, hal ini bisa mengganggu proses penurunan berat badan. Ternyata, manfaat makan pedas juga mampu menghilangkan ngidam makanan manis.

Menurut seorang dokter, makanan pedas memberi efek layaknya pasta gigi. Ketika mulut Anda terasa dingin setelah menyikat gigi, rasa ngidam makanan manis itu akan hilang, kan? Ternyata, mengonsumsi makanan pedas juga bisa memberikan efek serupa.

6. Meningkatkan sistem imun tubuh

Rempah-rempah pedas seperti cabai dan jahe memiliki antioksidan dan antimikroba yang bisa menjaga tubuh dari bakteri. Itulah sebabnya, manfaat makan pedas dipercaya untuk memperkuat sistem imun tubuh Anda.

7. Meningkatkan libido

Mengonsumsi makanan pedas dipercaya bisa meningkatkan hormon testosteron, sehingga libido pun bisa “terpancing”. Dalam jurnal Physiology and Behaviour, dijelaskan bahwa orang yang suka makanan pedas memiliki jumlah testosteron yang lebih tinggi, dibandingkan mereka yang tidak suka makan pedas.

8. Mencegah sembelit

Saat mengonsumsi makanan pedas, lidah pun membutuhkan lebih banyak air untuk menghilangkan sensasi pedasnya itu. Oleh karena itu, sembelit dapat dicegah karena seseorang yang makan pedas, cenderung minum air lebih banyak.

9. Mengurangi gejala depresi

Mengonsumsi makan pedas bisa membantu tubuh memproduksi neurotransmiter serotonin di otak. Serotonin berfungsi untuk meningkatkan suasana hati dan mengurangi depresi.

Namun jangan sekali-kali bergantung pada makanan pedas untuk mengalahkan depresi. Penderita gangguan mental depresi juga harus meminta bantuan dokter atau psikolog.

Makan pedas berlebihan, apa bahayanya?

Sakit perut
Jangan berlebihan makan makanan pedas

Untuk merasakan manfaat makan pedas, Anda disarankan untuk tidak terlalu berlebihan mengonsumsinya. Sebab ada banyak kerugian yang bisa dirasakan tubuh, ketika mengonsumsi makanan pedas terlalu sering.

  • Kehilangan nafsu makan

Mengonsumsi makanan pedas sebanyak 2-3 kali dalam seminggu bukanlah masalah. Jika lebih dari itu, ditakutkan nafsu makan Anda akan hilang, sampai ke titik yang merugikan dan mengkhawatirkan.

  • Tukak lambung

Tukak lambung juga bisa terjadi jika Anda mengonsumsi makanan pedas terlalu banyak. Sebab, lapisan mukosa dapat terluka. Tukak lambung bisa menyebabkan sakit perut, mual, muntah, dan penurunan berat badan.

  • Gastritis (peradangan dinding lambung)

Gastritis terjadi saat mukosa yang melapisi lambung mengalami peradangan. Gastritis bisa menyebabkan gejala seperti muntah, diare, mual, demam, sakit kepala, hingga darah dalam tinja.

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)

GERD atau gastroesophageal reflux disease juga bisa terjadi jika terlalu sering makan pedas. Sebab, rempah-rempah pedas bisa merusak dinding lambung jika dimakan berlebihan.

Catatan dari SehatQ:

Sesuatu yang menyehatkan, bisa memberikan efek merugikan jika dikonsumsi secara berlebihan. Demikian halnya dengan makanan pedas, yang bisa merusak kesehatan lambung Anda. Maka dari itu, janganlah berlebihan dalam mengonsumsi makanan pedas, agar manfaat makan pedas tetap bisa dirasakan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/five-reasons-to-eat-spicy-foods#1
Diakses pada 13 Februari 2020

Health Harvard. https://www.health.harvard.edu/healthy-eating/spicy-foods-associated-with-longer-life-harvard-researchers-find
Diakses pada 13 Februari 2020

Health 24. https://www.health24.com/Diet-and-nutrition/News/7-health-benefits-of-spicy-food-every-hot-sauce-lover-needs-to-know-about-20190305
Diakses pada 13 Februari 2020

Food NDTV. https://food.ndtv.com/food-drinks/what-happens-to-your-stomach-when-you-eat-over-spicy-food-1793511
Diakses pada 13 Februari 2020

Artikel Terkait