Madu dan Janji Manisnya untuk Kesehatan Anda

31 Mei 2019 | Oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Salah satu manfaat madu mampu membantu penyembuhan luka, karena mengandung antibakteri dan antiradang.
Rasa manis pada madu menjadikannya ideal sebagai pengganti gula.

Sejak lama, madu telah digunakan sebagai bagian dari berbagai pengobatan tradisional. Namun, bagaimana manfaat madu untuk kesehatan jika dilihat secara ilmiah?

Ternyata, bukti bahwa madu memang baik untuk kesehatan memang berlimpah. Mulai dari membantu melegakan tenggorokan hingga mencegah kanker, berikut manfaat madu yang sayang jika Anda lewatkan.

[[artikel-terkait]]

Manfaat mengkonsumsi madu

1. Membantu mencegah kanker

Manfaat madu dalam mencegah kanker didapatkan dari tingginya kandungan antioksidan yang dimilikinya. Tidak hanya kanker, antioksidan juga berguna untuk mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan baik untuk kesehatan mata.

Kandungan antioksidan pada beberapa jenis madu bahkan hampir menyamai sayur maupun buah-buahan. Antioksidan akan membantu tubuh Anda melawan radikal bebas yang dapat mengakibatkan kerusakan sel dalam tubuh.

2. Sebagai pengganti gula

Rasa manis yang dimiliki madu membuatnya dapat digunakan sebagai pengganti gula dalam asupan harian Anda. Gula berlebih yang ditambahkan kedalam asupan hanya akan menjadi kalori tanpa memiliki nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Hal tersebut dapat membuat Anda mengalami kenaikan berat badan sehingga meningkatkan risiko Anda terkena penyakit seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Menambahkan madu sebagai pemanis makanan maupun minuma Anda akan memberikan rasa manis yang serupa dengan gula tanpa perlu mendapatkan dampak negatif yang diberikan gula. Namun perlu diingat bahwa madu tetaplah pemanis yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

3. Melegakan tenggorokan

Salah satu cara alami untuk melegakan tenggorokan adalah dengan menggunakan teh atau air lemon hangat yang dicampur dengan madu.Tidak hanya itu, badan kesehatan PBB, WHO bahkan merekomendasikan madu sebagai bahan alami untuk mengobati batuk.

Namun perlu diingat bahwa madu sebaiknya dikonsumsi oleh anak dengan umur kurang dari 1 tahun. Konsumsi madu pada anak yang belum cukup umur berisiko memicu botulisme. Meski jarang terjadi, namun salah satu bentuk keracunan makanan ini dapat memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan anak.

4. Membantu penyembuhan luka

Penelitian menyebutkan, madu dapat membantu penyembuhan luka bakar derajat sedang dan luka operasi yang mengalami infeksi. Madu juga dinilai efektif untuk mengobati luka pada kaki pasien diabetes yang memiliki risiko untuk amputasi.

Kemampuan madu dalam menyembuhkan luka didapat dari kandungan antibakteri serta antiradang yang dimilikinya. Selain itu, madu juga mampu memberikan nutirisi bagi jaringan di sekitar luka.

5. Baik untuk kulit wajah

Madu, terutama madu mentah memiliki berbagai komponen yang baik untuk kulit wajah. Madu dipercaya dapat memberikan manfaat bagi kulit berjerawat maupun kondisi kulit yang muncul akibat penyakit autoimun seperti eksim atau psoriasis. Madu bahkan dapat membantu mengontrol pertumbuhan jamur berlebih di kulit.

Madu mentah membantu menyeimbangkan bakteri yang terdapat di kulit sehingga baik bagi kulit berjerawat. Madu juga dapat mempercepat proses penyembuhan pada sel kulit. Selain itu, bahan alami satu ini juga dapat membantu pengelupasan sel kulit mati di wajah. Sehingga, dapat mengobati kulit kering dan kusam di wajah dan menggantikannya dengan sel-sel kulit baru.

Manfaat madu yang begitu berlimpah untuk kesehatan menjadikannya sebagai alternatif yang dipilih banyak orang. Jika Anda ingin menggunakan madu sebagai pilihan pengobatan alami, gunakanlah secara bijak dan tidak berlebihan.

Referensi

Healthline.com. https://www.healthline.com/nutrition/10-benefits-of-honey
Diakses pada Februari 2019

Healthline.com. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/top-raw-honey-benefits
Diakses pada Februari 2019

Healthline.com. https://www.healthline.com/health/honey-for-face
Diakses pada Februari 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/264667.php
Diakses pada Februari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/expert-answers/honey/faq-20058031
Diakses pada Februari 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top